Kajari Majalengka: “Korupsi Penyakit Yang Wajib Diberantas”

Majalengka,(Sinarmedia).-
H. Mohamad Iwa Suwia Pribawa, S.H  yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Bintuhan di Provinsi Bengkulu kini menduduki  posisi Kajari Majalengka yang ditinggalkan  M. Basyar Rifa’i, S.H yang sekarang menjabat sebagai asisten intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua di Jayapura.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia,  M. Iwa Suwia Pribawa atau yang akrab dipanggil Iwa merupakan sosok yang tegas dan banyak mengungkap kasus korupsi di tempat tugas sebelumnya. Selama menjabat Kajari Bintuhan sekitar 4 tahun, ia berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan nilai kerugian mencapai puluhan milyar rupiah.

Salah satu kasus korupsi yang berhasil ia ungkap adalah korupsi proyek pembangunan jalan dan jembatan terpanjang di Provinsi Bengkulu yang mencapai 250 Meter dengan sumber dana dari APBN sebesar Rp.69 Milyar. Proyek tersebut diduga pengerjaannya asal jadi sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan bencana longsor dimasa mendatang.
Kemudian dugaan korupsi pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2012 dari pagu anggaran Rp.500 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya sebesar Rp.300 juta dengan menyeret tiga tersangka yakni kepala bidang (kabid) PAUDNI, ketua pelaksana kegiatan dan rekannya.
Proyek pengerjaan pembangunan 12 pasar di 11 kecamatan dengan nilai anggaran Rp.1,3 Milyar yang diduga pengerjaannya tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan beberapa perkara tipikor lainnya yang menyeret 9 tersangka terkait dugaan korupsi pengerjaan jalan  dengan tersangka, kuasa pengguna anggaran, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), kontraktor, konsultan pengawas dan lainnya.
Kepada Sinarmedia, Iwa yang baru bertugas beberapa hari ini mengaku baginya korupsi adalah penyakit yang harus dan wajib diberantas. Ia berjanji akan bekerja maksimal sebagai Kepala Kejari Majalengka dan akan melaksanakan sesuai instruksi Jaksa Agung salah satunya mengawal pembangunan dengan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sejumlah pembangunan di Majalengka yang dinilai rawan tipikor.
“Pengawasan akan kami tingkatkan dengan harapan tindak pidana korupsi bisa dihindari sehingga uang negara bisa terselamatkan sebelum dikorupsi pelaku. Salah satunya dengan menegur dan memintanya melakukan perbaikan jika tetap tidak dihiraukan maka akan dilakukan proses hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,“ tegasnya.(S.04)

1,137 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kajari-majalengka-korupsi-penyakit-yang-wajib-diberantas/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *