Kapolres Bantah Penanganan Kasus SOR Baribis Jalan Ditempat

Majalengka,(Sinarmedia).-
Polres Majalengka menepis anggapan penangangan dugaan korupsi pada pembangunan Sarana Olahraga ( SOR) Baribis yang kini tengah ditanganinya jalan ditempat .Munculnya tudingan  mandeknya proses penanganan kasus SOR Baribis ini dikarenakan sudah tiga bulan lebih kasus ini bergulir masih belum ada kejelasan apakah ditindak lanjuti ke tingkat penyidikan atau dihentikan.
Kapolres Majalengka AKBP.Yudhi Sulistianto Wahid S.Ik melalui kasat Reskrim AKP Reza Arifian S.IK didampingi kanit Tindak Pidana Korupsi (tipikor)  Ipda Jojo Sutarjo  menegaskan pihaknya tidak berhenti menangani kasus SOR Baribis. Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan langkah-langkah hukum dengan mengumpulkan data dan keterangan .
“Hingga saat ini kami masih  terus melakukan penyelidikan  dalam upaya pengumpulan  data dan keterangan, tidak benar  kasus ini berhenti,“ tandasnya singkat.
Berdasarkan catatan Sinarmedia ,Polres Majalengka sudah mulai menangani kasus dugaan korupsi pada proyek  pengurugan lahan yang akan dijadikan pembangunan SOR Baribis sejak tiga bulan lalu. Proyek pengurugan lahan untuk SOR Baribis yang da di desa Baribis Kecamatan Cigasong tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp.3 milyar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh pengerjaan SOR itu akan kembali dikerjakan pada triwulan dua tahun 2016 ini dengan anggaran mencapai milyaran rupiah.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa permasalahan dalam pelaksanaan proyek pematangan lahan tersebut menurut sumber Sinarmedia diantaranya adalah menyangkut proses pelelangan, volume pekerjaan dan kepemilikan tanah urugan. Sumber Sinarmedia menyebutkan dengan anggaran Rp.2 milyar volume pekerjaan bukan dihitung dengan M3 tapi per truk/rit. Dalam proyek ini anggaran tersebut untuk mengurug lahan yang akan dijadikan pembangunan SOR sebanyak 8200 truk/rit dengan waktu 30 hari kalender.
Proyek SOR Baribis yang direncanakan akan menghabiskan dana ratusan milyar tersebut kini masih dalam tahap pematangan lahan atau sudah dilakukan pengurugan lahan. Proses lelang pematangan lahan sudah selesai dilakukan pada tahun 2013 dan 2014 lalu. Pada tahun 2013 pemkab Majalengka melalui Dinas Pemuda, Olah raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar) telah mengucurkan dana sebesar Rp.1 milyar dan tahun 2014 sebesar Rp.2 milyar.
Lelang proyek konstruksi sarana olah raga (pematangan lahan SOR) tahun 2013 sebesar Rp.1 milyar dimenangkan oleh CV. Banda Sekarwangi dengan alamat Desa Andir Kecamatan Jatiwangi dengan harga penawaran Rp. 997.542.000.-. Sementara pada tahun 2014 dikucurkan lagi dana sebesar Rp.2 milyar yang tendernya dimenangkan oleh CV. Rizky Pratama alamat Jl. Zamrud 14 desa Tani Mulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat dengan harga penawaran Rp.1.985.529.000.
Menurut Sumber Sinarmedia, perusahaan pemenang tender yakni CV. Rizky Pratama hanya dipinjam oleh salah seorang pengusaha yang selama ini banyak mengerjakan proyek-proyek  pemerintah di Kabupaten Majalengka. Peminjaman perusahaan (CV) oleh pengusaha tersebut menurut salah seorang pengusaha jasa konstruksi jelas merupakan pelanggaran. (S.04/red)

461 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kapolres-bantah-penanganan-kasus-sor-baribis-jalan-ditempat/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *