Karcis Retribusi Parkir Mubazir

Majalengka,(Sinarmedia).-

Pengadaan  karcis retribusi meliputi parkir, terminal, kebersihan penggunaannya terkesan tidak maksimal, pasalnya karcis-karcis retribusi tersebut seringkali tidak digunakan karena para petugas pemungut retribusi ini umumnya saat memungut retribusi tidak menyertakan karcis retribusi.

Padahal untuk biaya cetak karcis sendiri pemerintah melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) telah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah, tentu saja patut disayangkan apabila pengadaan  karcis-karcis rertibusi yang telah menghabiskan ratusan juta ini ternyata tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satu karcis retribusi yang jarang dibagikan adalah karcis parkir, para petugas parkir di lapangan kebanyakan tidak pernah menyerahkan karcis retribusi resmi. Padahal di dalam karcis sudah tertera berapa besaran biaya yang harus dibayar oleh masyarakat atau pengendara. Tentu saja ini akan membuka peluang bagi para petugas pemungut retribusi untuk bermain nakal, yakni dengan tidak menyertakan karcis pakrkir resmi dari pemerintah tentunya petugas bisa dengan mudah menentukan biaya retribusi parkir sendiri yang tidak sesuai dengan besaran dalam karcis.

Berdasarkan pengakuan Siti (32) warga kelurahan Majalengka Wetan, selama dirinya memarkirkan kendaraan sepeda motornya di beberapa tempat keramaian seperti alun-alun dan toko-toko umumnya para petugas yang meminta uang retribusi parkir tidak disertai dengan karcis retribusinya.

“Selama ini saya parkir motor dibeberapa tempat keramaian belum pernai mendapatkan karcis parkir, padahal petugas tersebut katanya sih resmi,” katanya.

Hal tersebut dibenarkan, Nono Heryano Kepala Seksi Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dsihubkominfo). Menurutnya, pihaknya hanya sebagai penyalur karcis retribusi sementara pembuat karcis retribusi dilaksanakan oleh DPKAD. Ia juga tidak menampik apabila di lapangan masih banyak para petugas yang tidak memberikan karcis retribusi kepada pengguna jasa parkir.

“Padahal kami sudah menekankan kepada pengelola parkir yakni pihak ke tiga dan petugas parkir di lapangan untuk menyerahkan karcis tersebut  kepada pengguna jasa parkir dan hal itu sudah berulang kali kami tegaskan kepada mereka baik secara langsung di lapangan maupun dalam acara formal yang telah kami selenggarakan,“ ungkapnya.

Nono menghimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jasa parkir agar tidak segan untuk meminta karcis kepada petugas parkir.

Sementara di tempat terpisah Kepala Bidang Pendapatan DPKAD H. Waryo Effendi mengatakan, dalam satu tahun pihaknya mencetak karcis retribusi hingga dua kali dengan jumlah ribuan dan menghabiskan anggaran pemerintah mencapai ratusan juta rupiah.

Pengadaan karcis retribusi mencakup lima hal bukan hanya karcis parkir saja diantaranya karcis parkir umum dengan jenis dan tarif kendaraannya, begitu pula karcis retribusi terminal, kebersihan, iklan dan karcis retribusi izin usaha lainnya seperti para pedagang dikomplek pasar.(S.04).

728 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/karcis-retribusi-parkir-mubazir/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *