Kasus Kemenag Majalengka Berlanjut

Majalengka,(Sinarmedia).-
Meninggalnya mantan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Drs. HUS tidak serta merta menghentikan pihak  Kejaksaan Negeri (kejari) Majalengka dalam memproses hukum dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan kantor Kemenag Majalengka semasa almarhum menjabat.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Majalengka M. Iwa Suwia Pribawa Majalengka melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Mahdi Suryanto, mengatakan, dari lima item unsur dugaan korupsi yang dilimpahkan intel Kejari ke Pidsus terhitung bulan Desember 2015 hanya ada satu  item yang diduga kuat sarat korupsi dengan nilai ratusan juta rupiah.
“Berkas pelimpahan dari intel kami pelajari kembali, tidak seperti digembar-gemborkan di media masa sebelumnya yang nilainya mencapai milyaran rupiah, berdasarkan perhitungan sementara kami nilainya tidak mencapai segitu paling sekitar ratusan juta rupiah itupun dari satu item,“ bebernya.
Diakuinya tahun ini pihaknya harus menyelesaikan beberapa kasus dugaan korupsi, diantaranya limpahan dari Polres Majalengka yang melibatkan sejumlah kepala desa (kades) dan dua diantaranya segera akan disidangkan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Barat (Jabar), dan empat kasus lainnya hasil produk Kejari dengan melibatkan dua kades, wakil ketua DPRD dan Kemenag sehingga pihaknya harus bekerja ekstra untuk menyelesaikannya agar segera bisa disidangkan ke pengadilan tipikor jabar.
Seperti diberitakan sebelumnya kepala kantor kemenag Majalengka Drs. HUS. dicopot dari jabatannya karena diduga melakukan pelanggaran disiplin menyalahgunakan wewenang karena menerima hadiah berupa uang dari pungutan-pungutan yang terjadi pada seksi Bimas Islam, seksi pendidikan madrasah yang berhubungan dengan jabatannya. Selain itu Drs. HUS juga dianggap melanggar aturan karena melakukan mutasi kepala KUA tanpa melalui prosedur sidang Baperjakat.
Akibat perbuatannya itu Drs. HUS diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri karena melanggar ketentuan seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
Selain kepala kantor kemenag ,kasubag TU Drs. H. Uyun Saeful Uyun, M.M.Pd. juga senasib dengan kepala kantor Kemenag diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. Sementara  beberapa pejabat Kemenag lainnya seperti Drs.H. Cecep Rahmatulah mendapat sanksi berupa penurunan pangkat dari pembina golongan IV/a menjadi penata Tk. I golongan III/a.
Berdasarkan informasi  yang diperoleh, Cecep dikenai sanksi karena menerima hadiah berupa uang yang berhubungan dengan jabatannya dari penerbitan SK. Kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, SK jabatan fungsional umum serta urusan kepegawaian lainnya. Selain itu  ia juga dianggap bersalah karena memproses serta mengajukan data tenaga honorer K2 yang tidak memenuhi kriteria atas arahan pimpinannya.
Selain itu ada beberapa kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang juga diberikan sanksi diantaranya adalah kepala KUA Kecamatan Ligung Drs. Eddy Jubaedi Abdilah. Ia diberi sanksi berupa penurunan pangkat dari pembina golongan IV/a menjadi Penata golongan III/d. ( S.04).

731 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kasus-kemenag-majalengka-berlanjut/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *