Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Belum Dilaporkan

Majalengka,(Sinarmedia).-

Kasus pencemaran nama baik yang melibatkan bupati Majalengka, H. Sutrisno yang diisukan menerima suap dari pengusaha guna meloloskan proses perizinan PT. Tri Global Wisesa yang terletak di desa Paningkiran kecamatan Sumberjaya hingga kini belum ada penanganan serius.

Padahal berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia bahwa pihak PT. Tri Global Wisesa memang benar telah menyerahkan uang sebesar Rp. 2 Milyar lebih untuk bupati melalui pengusaha yang bernama Heru yang disebut-sebut merupakan orang kepercayaan dari mantan Camat Sumberjaya, Maman Suparman yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Mengambangnya penanganan dugaan kasus suap yang melibatkan orang nomor satu di Majalengka, membuat penasaran masyarakat, mereka menilai apakah memang benar pengusaha sudah memberikan uang dan telah diterima bupati. Karena apabila memang tidak benar seharusnya pemerintah melakukan upaya hukum untuk membuktikan kebenaran dari kasus tersebut.

“Seharusnya pemerintah secepatnya memberikan keterangan kepada publik bahwa memang benar bupati tidak menerima uang dari PT Tri Global Wisesa. Bila perlu pemerintah juga membawa kasus ini ke ranah hukum agar pihak – pihak yang terlibat dihukum karena telah mencemarkan nama baik dari bupati itu sendiri,” ungkap salah seorang warga desa Paningkiran, Didi (38) kepada Sinarmedia.

Sementara itu Kebala Bagian Hukum Setda Majalengka, Gun gun mengatakan, sejak kasus ini mencuat pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan kepada Polres Majalengka untuk ditindak lanjuti. Menurutnya kasus pencemaran nama baik bupati ini kini sudah menjadi kewenangan kepolisian untuk ditindak lanjuti.

“Kami sudah melayangkan surat pengaduan, dan sejak saat itu kasus tersebut kini bukan lagi menjadi kewenanganya karena mungkin sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” katanya.

Gun gun menambahkan, namun memang pihaknya juga belum mengetahui progres penanganan kasus tersebut. Saat dikonfirmasi siapa saja yang diadukan oleh pemerintah apakah selain Heru mantan camat Sumberjaya juga ikut diadukan, dirinya enggan berkomentar.

“Biarkan yang menangani ini dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu Polres Majalengka membantah telah menangani kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Majalengka Sutrisno terkait  suap sebesar Rp.2 Milyar dalam proses perizinan pembangunan perusahan PT.Sri Golden Wisesa di Desa Paningkiran Kecamatan Leuwimunding.

Kapolres Majalengka AKBP.Yudhi Sulistianto Wahid S.IK melalui Kanit tindak pidana korupsi (tipikor)  Jojo mengaku bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan pengaduan secara resmi dari pihak yang dirugikan bahkan pihaknya sudah menyarankan kepada pihak terkait untuk segera melaporkanya secara resmi.

Kejadian pencemaran nama baik tersebut dibenarkan oleh Jojo bahkan pelaku berinisial HR penerima uang dari PT Sri Golden Wisesa dikabarkan melarikan diri,pihaknya mengetahui hal tersebut berdasarkan dari surat Bupati yang diterimanya belum lama ini namun itu bukan laporan pengaduan.

“ Menerima laporan pengaduan saja tidak apalagi melakukan pemeriksaan,hingga saat ini kami belum menerima laporan pengaduan secara resmi dan belum ada yang kami pintai keterangan “ pungkasnya.(S.04)

826 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kasus-pencemaran-nama-baik-bupati-belum-dilaporkan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *