KDRT dan Kekerasan pada Anak di Majalengka Memprihatinkan

Majalengka,(Sinarmedia).-
Angka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Kekerasan terhadap anak di Kabupaten Majalengka bisa dibilang cukup memprihatinkan. Berdasarkan data yang diperoleh Sinarmedia dari Polres Majalengka sampai dengan bulan November tahun 2015 ini sedikitnya ada 15 kasus yang sudah ditangani dan ironisnya para pelakunya justru masih merupakan  keluarga dari korban.
Kapolres Majalengka, AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K melalui kanit PPA  Aiptu Saprudin, mengatakan, tingkat perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan anak pada tahun ini jika dilihat dari jumlah angka justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun setidaknya kasus KDRT dan anak tiap tahun masih terjadi di Majalengka.
“Pada tahun 2014 kami menangani kasus sebanyak 24 perkara dan tahun ini hingga bulan November perkara yang ditangani dibawah 20 dan 5 diantaranya mencabut perkara KDRT,“ papar orang yang mengaku aktif dalam kegiatan keagamaan itu.
Menurutnya penyebab maraknya terjadi KDRT dan kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur disebabkan lemahnya iman pelaku yang disibukan dengan urusan pekerjaannya dan tidak diimbangi dengan kebutuhan rohaninya sehingga kejiwaannya labil dan cenderung mengikuti emosionalnya.
Sebelumnya pihaknya juga pernah menangani kejahatan seksual terhadap anak berusia 12 tahun asal warga Desa Liangjulang Kecamatan Kadipaten dengan tersangka ED (50) yang merupakan kakek korban sendiri. Pelaku berhasil mengagahi korban sebanyak empat kali di waktu yang berbeda dan tempat yang sama yaitu di kamar tidur korban yang tinggal satu rumah dengan kakek dan neneknya.
Pelaku berhasil diamankan setelah dilaporkan istrinya Raenah (55) yang merupakan nenek korban saat tertangkap basah hendak mencabuli cucunya sendiri saat tertidur.
“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku akan dijerat pasal 81 jo 76 D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” ujarnya.
Di tempat terpisah H. Eman Suherman kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMDPKB) melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Titin Kustiningsih, mengaku sangat prihatin atas kejadian KDRT dan kekerasan seksual yang terjadi baru-baru ini di wilayah Majalengka bahkan di rumahnya sendiri belum tentu menjamin keamanan anak dari para pelaku kejahatan.
Untuk itu pihaknya mengapresiasi pihak yang melaporkan perkara KDRT maupun kejahatan seksual terhadap anak kepada pihak berwajib sehingga pelakunya bisa dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku dengan harapan bisa membuatnya jera dan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
“Saat ini masyarakat masih beranggapan kasus seperti itu merupakan aib yang harus ditutupi sehingga enggan untuk melaporkannya. Pola pemikiran seperti itu harus diubah jangan biarkan pelaku kejahatan tetap berkeliaran dengan bebas dan tetap melakukan perbuatan amoralnya,“ tegasnya.
Lebih lanjut kata Titin, umumnya korban kekerasan terhadap anak dialami oleh kedua orang tuanya yang sibuk bekerja sehingga anaknya dititipkan kepada orang lain atas dasar itu pihaknya membuat program dengan sasaran ibu rumah tangga (IRT) dengan memberikan bantuan ekonomi aktif sehingga bisa mempunyai penghasilan sendiri tanpa harus kerja full time dengan meninggalkan anak.
Sebagai upaya prepentif lainnya, pihaknya juga kerap melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah untuk memberikan pemahaman menjaga diri dari para pelaku kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak dan tindakan yang harus dilakukannya baik selaku korban maupun yang menyaksikan kejadian.
Terhadap korban pihaknya juga memberikan pelayanan konsultasi, penanganan medis, psikologis, pendampingan hukum, pelatihan, terapi dan pemulihan tanpa dipungut biaya.
“Jika anda melihat atau menjadi korban kekerasan jangan segan untuk segera melaporkanya kepada aparat desa setempat, polsek, unit PPA Polres atau kepada kami, ubah pola pikirnya jangan ditutupi disebabkan sebagai aib dengan membiarkan pelakunya bebas berkeliaran sehingga tidak menutup kemungkinan akan bermunculan korban baru,“ pungkasnya.(S.04)

720 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kdrt-dan-kekerasan-pada-anak-di-majalengka-memprihatinkan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *