Kebun Teh Cipasung “Lembangnya” Majalengka

Lemahsugih,(Sinarmedia).-

Wilayah Kecamatan Lemahsugih ternyata menyimpan segudang potensi objek wisata alam yang indah dan menjanjikan namun sayang hingga kini belum diberdayakan secara maksimal. Selain terkendala jalur transportasi yang belum memadai, pengelolaan obyek wisata masih belum dilakukan secara profesional.

Camat lemahsugih, Deden Supriyatna mengungkapkan, salah satu objek wisata yang cukup digandrungi oleh wisatawan adalah kebun teh Cipasung yang berada di kawasan Desa Cipasung. Kebun teh Cipasung memiliki panorama keindahan alam bahkan kini masyarakat menyebutnya sebagai lembangnya Majalengka.

“Kebun Teh Cipasung selain memiliki hamparan kebun teh yang luas dan  udaranya  masih sejuk sehingga tidak kalah indahnya dengan kebun teh di Lembang Bandung maupun Puncak Bogor menjadi salah satu daya tarik para wisatawan baik lokal maupun dari luar kota bahkan sekarang masyarakat menyebutkan sebagai lembangnya Majalengka,“ kata pria yang merupakan asli putra daerah Kecamatan Lemahsugih.

kebun teh cipasung lemahsugihTidak hanya itu, menurut Deden masih banyak destinasi objek wisata yang berada di kawasan Kecamatan Lemahsugih namun belum diberdayakan secara maksimal diantaranya situs Gunung Ageung yang berlokasi di kawasan Desa Cipasung tepatnya terletak di sebuah hutan lindung  seluas 64 hektar dengan ketinggian sekitar 1.000 mdpl di kaki Gunung Cakrabuana. Di dalam hutan lindung inilah terdapat 5 situs purbakala masa megalitik yang masih terjaga berkat juru pelihara atau kuncen yang merawatnya.

Situs Gunung Ageung merupakan 1 dari 4 situs yang ada di Majalengka dan berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, dan situs-situs yang berada di bawah BP3 Serang merupakan situs sejarah yang berskala nasional, bukan lokal atau regional.

Di situs ini juga terdapat sebuah tradisi, yaitu tradisi upacara ‘Ngalaksa’ yaitu sebuah upacara mensyukuri hasil pertanian atau juga menjadi pertanda musim tanam. Upacara ini biasa dilaksanakan antara bulan Juni-Juli setiap tahunnya. Upacara ngalaksa dilaksanakan di sebuah situ (danau) di dekat situs megalitik Gunung Ageung

“Bagi warga yang berminat ingin belajar dan mengetahui peninggalan megalitik tak perlu jauh-jauh ke luar daerah tinggal kunjungi Situs Gunung Ageung,“ paparnya

Selain itu, ada juga Curug Ciwanda yang terletak di Desa Margajaya, curug ini memiliki ketinggian sekitar 8 meter  dan kini mulai dikenal wisatawan. Namun disayangkan umumnya jalur ke lokasi objek wisata yang berada di wilayah Kecamatan Lemahsugih masih belum memadai seperti jalan sempit dan masih belum diaspal.

Lebih lanjut kata Deden, destinasi wisata berikutnya yang kini baru dibuka adalah sirkuit motor cross cakra 13 yang berlokasi di desa Lemahputih dan direncanakan bulan depan akan diadakan perlombaan motor cross tingkat Kejurda yang melibatkan semua komunitas pecinta motor cross.

Ditambahkannya, selain kaya potensi objek wisata wilayah Kecamatan Lemahsugih juga merupakan penghasil hasil pertanian dan perkebunan dengan kualitas baik diantaranya seperti sayuran, beras, cengkeh dan tembakau.

Namun sayang saat ini hasil bumi itu banyak ditampung oleh para tengkulak dari luar kabupaten sehingga tidak sedikit hasil bumi diw ilayahnya itu dijadikan hak paten kabupaten tetangga salah satunya hasil bumi tembakau.

“Direncanakan kedepan wilayah Kecamatan Lemahsugih akan menjadi salah satu kawasan agropolitan yang harus dipersiapkan sejak dini dan semoga hal itu bisa memberikan kesejahteraan bagi warga Lemahsugih dan Kabupaten Majalengka “ tandasnya. (S.04)

1,171 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kebun-teh-cipasung-lembangnya-majalengka/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *