Kehadiran Alfa Mart Dikeluhkan Pedagang Kecil

Dawuan,(Sinarmedia).-
Kabupaten Majalengka memang benar-benar dikepung mini market , bukan hanya di perkotaan kini mini market sudah merambah hingga pedesaan.Kehadiran mini market-mini market di pedesaan banyak dikeluhkan oleh masyarakat terutama para pedagang kecil. Sejumlah toko yang berada di pedesaan terpaksa gulung tikar (bangkrut-red) karena tidak mampu bersaing dengan mini market.
Maraknya pembangunan mini market tersebut diduga karena hingga saat ini Kabupaten Majalengka tidak mempunyai peraturan  terkait dengan toko moderen karena Peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan pasar tradisional dan pengaturan terkait toko modern hingga kini belum ditetapkan karena tidak ada kesepakatan antara Legislatif (DPRD) dan Eksekutif (Pemkab Majalengka).
Keresahan terkait adanya pembangunan mini market belum lama ini dirasakan oleh warga kelurahan Majalengka wetan dan warga desa Balida kecamatan Dawuan. Di dua tempat ini baru saja dilakukan pembangunan Alfa Mart. Walaupun sempat mendapat protes dari warga pembangunan mini market tersebut terus berjalan.
Seperti yang terjadi di desa Balida kecamatan Dawuan misalnya ,sejumlah warga desa Balida menyesalkan pemerintah maupun  Alfamart yang tidak melakukan dialog  terlebih dahulu dengan para pedagang kelontongan yang ada di wilayah tersebut  sebelum pembangunan dilaksanakan .Pihak Alfa hanya melakukan musyawarah dengan sejumlah warga tertentu yang dipilih  dengan difasilitasi oleh pemerintah.
“Mereka yang diundang rapat hanya orang tertentu saja, dan setelah rapat selesai warga dikasih amplop yang berisi uang sebesar Rp. 50 ribu tapi  ada juga yang diberi Rp. 100 ribu. Pertemuan tersebut langsung difasilitasi oleh pemerintah  .” Ucap warga.
Warga menyesalkan sikap pemerintah yang tidak melindungi rakyat dalam hal ini para pedagang kecil yang ada di desa tersebut. Namun demikian para pedagang hanya bisa pasrah dan siap-siap untuk segera menutup usaha dagangnya.
Keterlibatan pemerintahan  dalam menfalisitasi keberadaan Alfa Mart di desa Balida menurut warga diduga karena pemilik bangunan Alfa Mart adalah milik orang penting di kabupaten Majalengka,namun warga enggan menyebut siapa orang penting tersebut.
Sesuai prediksi sejak dibukanya Alfa Mart  pekan lalu pendapatan  para pedagang kelontong di desa Balida  menurun drastis karena masyarakat lebih memilih berbelanja ke Alfa Mart.
“Seharusnya pihak pemerintah melindungi pedagang kecil, bukan sebaliknya akan mematikan kami pedagang kecil yang hanya mengandalkan kebutuhan makan dan biaya anak-anak sekolah dari hasil jualan kecil-kecilan ini. Kalau begini mana janji pemerintah khususnya bupati H. Sutrisno yang pro terhadap masyarakat kecil waktu kampanyenya,” kata salah seorang pedagang.
Berdasarkan pantauan Sinarmedia di lapangan pembangunan Alfa Mart itu berdekatan dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Balida, serta sangat berdekatan dengan warung-warung milik  warga desa setempat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari usaha dagang.
Sementara itu Badan Pelayanan Perizinan terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Majalengka melalui KabidPerijinan Agus Suratman mengaku pihaknya banyak menolak pengajuan izin pembangunan Minimarket seperti Indomaret dan Alfamart karena belum memenuhi persyaratan salah satunya izin dari warga setempat.
Menuerut Agus, untuk mengeluarkan izin pembangunan mini market baik Indomaret maupun Alfamart tentu melalui proses yang sangat panjang dengan pengkajian yang sangat ketat baik dari segi lingkungan maupun persetujuan dari warga setempat.
Seperti  Alfamart yang berlokasi di Desa Balida Kecamatan Dawuan sudah sesuai prosedur dan memenuhi persyaratan salah satunya sudah mendapatkan izin dari warga setempat.
“Pembangunan Alfamart yang berada di desa Balida sudah diajukan sejak lama namun akan tetapi tidak dikeluarkan izinnya karena belum mendapat persetujuan dari warga. Namun apabila sudah mengantongi izin dari warga dan telah memenuhi persyaratan lainya baru kita terbitkan izinya,”  paparnya.
Setelah melakukan mediasi dengan warga sekitar khususnya para tokoh setempat akhirnya menyetujui untuk dibangun Alfamart di desanya sehingga izinnya bisa dikeluarkan. Hal serupa juga terjadi pada Alfamart yang berada disekitar Jalan Kartini Kelurahan Majalengka Wetan yang saat ini masih dalam proses pembangunan padahal pengajuan izinnya sudah diajukan dua tahun lalu namun baru sekarang bisa dikeluarkan izinnya.
“Banyak pengajuan izin mini market yang masuk ke BPPTPM namun sebagian besarnya kami tolak karena belum memenuhi unsur persyaratan. Izin yang keluar lebih sedikit ketimbang pengajuan izin yang kami terima,” pungkasnya.(S.06/09)

757 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kehadiran-alfa-mart-dikeluhkan-pedagang-kecil/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *