Kejari Akui Tangani Kasus Kemenag Majalengka

Majalengka,(Sinarmedia).-
Setelah sekian lama bungkam akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka buka suara terkait masalah penanganan kasus dugaan adanya korupsi di kantor Kementrian agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka. Namun demikian kasus dugaan Korupsi di kantor Kemenag Majalengka yang mencuat setelah adanya pencopotan kepala kantor Kemenag Udin Saprudin itu saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Kepala Kejaksaan (Kajari) Negeri Majalengka M. Iwa Suwia Pribawa, membenarkan pihaknya kini tengah menangani indikasi kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang melilit sejumlah pejabat Kemenag Kabupaten Majalengka. Menurutnya ada 5 perkara yang tengah diusut dantaranya 3 perkara dugaan gratifikasi dan 2 lainya indikasi korupsi.
Menurut Kajari, pihaknya dari awal sangat serius untuk menangani kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kantor Kemenag Majalengka, hal ini bisa dibuktikan sejak dia menduduki jabatan sebagai Kajari Majalengka dua bulan lalu langsung memberikan perintah kepada Kasie Pidsus agar kasus ini diusut sampai tuntas. Bahkan menurutnya ia memerintahkan untuk segera menaikkan kasus tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
“Kami berjanji akan berupaya semaksimal mungkin dalam menangani kasus dugaan korupsi ditubuh Kemenag Majalengka ini dan segera menaikkannya ke tahap penyidikan,” katanya.
Dijelaskan, kasus dugaan korupsi di tubuh kantor Kemenag saat ini sudah memasuki tahap penyelidikan dan sedang ditangani oleh Bidang Pidana Khusus (pidsus) yang sebelumnya ditangani Kasi Intel dengan tahapan pengumpulan data dan keterangan.
“Kami mohon maaf jika sebelumnya kami belum bisa memberikan keterangan apapun kepada rekan media untuk dipublikasikan kepada masyarakat, mengingat masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan sehingga dikhawatirkan akan menghambat proses hukum kedepannya. Kami serius dalam menangani kasus ini dan tidak main-main,“ ungkapnya saat memberikan siaran pers dihadapan puluhan wartawan dalam acara pers gathering di aula Kejari belum lama ini.
Iwa didampingi Kasie Intel Noordin Kusumanegara menambahkan, proses penyelidikan sudah memasuki pengumpulan data-data dan bukti permulaan yang cukup dan menghitung kerugian negara yang ditimbulkan, jika itu sudah terpenuhi proses hukum akan dinaikkan ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan tersangkanya.

Istri Wabup
Kejari telah memeriksa 300 lebih pegawai di lingkungan Kemenang yang menjabat sebagai guru dan pejabat struktural bahkan diantara pegawai yang diperiksa untuk dimintai keterangan adalah Dra. H. Dedeh Nurhayati yang merupakan isteri dari Wakil Bupati (Wabup) Majalengka, H. Karna Sobahi.
Menurut Noerdin, Kapasitas Dedeh Nurhayati dimintai keterangan Kejari sebagai salah satu guru pengajar Agama Islam (PAI) di SMA PGRI I Majalengka. Kepada Hj. Dedeh disampaikan sekitar 10 pertanyaan lebih terkait kasus yang tengah ditangani Kejari saat ini.
“Sesuai intruksi Kajari, dalam kacamata hukum semua terperiksa sama tidak ada yang dibeda-bedakan, baik istri pejabat maupun pegawai golongan kecil yang kami mintai keterangan saat itu semuanya diperlakukan sama tidak ada yang diistimewakan,“ paparnya. (S.04).

1,173 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kejari-akui-tangani-kasus-kemenag-majalengka/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *