KIS Tidak Tepat Sasaran Desa Tidak Berani Membagikan

Majalengka,(Sinarmedia).-
Pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Majalengka tidak tepat sasaran. Pasalnya, di sejumlah desa masih dijumpai banyak penerima KIS yang merupakan program presiden Jokowi itu adalah warga yang masuk dalam kategori mampu sedangkan masyarakat miskin justru tidak terdaftar sebagai penerima.
Kondisi tersebut cukup membingungkan para kepala desa hingga beberapa kepala desa terpaksa menahan KIS untuk tidak dibagikan terlebih dahulu. Para kepala desa khawatir apabila dibagikan akan menimbulkan kecemburuan dari warga tidak mampu yang tidak terdaftar menerima KIS.
Ketidakberesan terkait pembagian KIS tersebut dikeluhkan oleh sejumlah kepala desa yang ada di Kecamatan Dawuan kepada Sinarmedia. Menurut mereka, pihak desa tidak berani membagikan KIS tersebut kepada warga karena khawatir akan menimbulkan gejolak akibat kecemburuan sosial, karena warga yang yang tergolong mampu memperoleh KIS sementara warga yang tergolong miskin tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.
“Kami tidak berani membagikan KIS karena ketika melihat data-data penerima pemegang kartu KIS itu kebanyakan warga yang mampu, sedangkan warga yang benar-benar tidak mampu sebaliknya justru tidak terdata. Makanya kami selaku kepala desa takut untuk membagikanya kepada warga sebab pasti ada protes dari warga yang tidak mampu yang tidak  kebagian  KIS kami yang akan jadi sasaran kemarahan warga,” kata Kepala Desa Salawana Iwan diiyakan kepala desa lainnya.
Iwan menambahkan, pendistribusian KIS dari kementerian melalui jasa kantor pos kepada pihak pemerintah desa sudah berikut daftar nama-nama penerima KIS. Sementara sebelumnya pihak pemerintah desa tidak pernah diajak untuk mendata ulang, sehingga membingungkan pihak pemerintah desa.
“Padahal sebelum dibagikan alangkah baiknya memferifikasi ulang data penerimanya, agar tepat sasaran  karena tidak sedikit warga yang sudah meninggal juga masih terdata dalam KIS,” katanya.
Sementara TKSK Kecamatan Dawuan Alis ketika dikonfirmasi Sinarmedia membenarkan, bahwa pembagian kartu KIS masih banyak yang tidak sesuai dengan data yang diajukan. Di dalam pembagian kartu KIS itu banyak kartu yang sudah tidak  berlaku dan sudah di coret oleh pihak kementerian. Ada juga kartu KIS orang nya sudah meninggal dunia malah masih tercatat dan mendapatkan kartu KIS.
“Namun terkait adanya pembagian kartu KIS yang tidak tepat sasaran itu kami tidak tau menahu itu urusan pihak kementerian karena kartu KIS itu diperkirakan masih menggunakan data sensus tahun 2011,” ungkapnya.
Namun untuk kedepannya bagi warga yang tidak mampu masih bisa mengajukan untuk mendapatkan kartu KIS tersebut dengan waktu enam bulan setelah pembagian kartu KIS sekarang, dan setelah enam bulan pembagian kartu KIS dari sekarang akan ada evaluasi dari pihak pemerintah, apabila kartu KIS itu tenyata yang mendapatkan orang mampu bisa saja kartu KIS itu dicoret.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Ahmad Suswanto melalaui Kabid Sosial Dedi ketika dikonfirmasi Sinarmedia membenarkan bahwa pembagian KIS yang diluncurkan oleh presiden Jokowi banyak masukan dari para kepala desa banyak yang  tidak tepat sasaran.
Namun pihaknya mengingatkan kepada semua kepala desa terkait kartu KIS yang sekarang sudah di bagikan setiap enam bulan sekali ada verifikasi.
“Jadi yang tahap pertama sekarang banyak warga yang mampu mendapatkanya namun dijamin setelah enam bulan datanya bisa di coret, dan pihak desa bisa mengajukan lagi ,” tegasnya.(S.05)

691 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/kis-tidak-tepat-sasaran-desa-tidak-berani-membagikan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *