Komisi C DPRD Tinjau Lokasi Longsor Girimulya

Majalengka,(Sinarmedia).-
Komisi C DPRD Kabupaten Majalengka dipimpin ketuanya H. Liling Ali Mukti, S.Sos bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan melakukan peninjauan langsung ke SDN I Girimulya  Desa Girimulya Kecamatan Banjaran yang dilaporkan terancam longsor belum lama ini.
Turut serta dalam kunjungan itu sekretaris komisi C Sutrisno BE anggota komisi H.Deden Deni Rustandi SE.,Tanti Dwiyanti SIP.,Teten Rustandi, Juju Juanda, Ali Imron A.Md.,Aa Chandra SH,HM., Abdul Hadiyanto dan Asep Saefudin ST.
Hadir pula Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) H. Alimudin, Sekretaris BPBD, Kabid RR BPBD, Kasie Sapras Disdik, Kepala UPTD Pendidikan Kec. Banjaran, Kepala Sekolah SDN I Girimulya, Kades  Girimulya dan tokoh masyarakat setempat.
Longsor yang terjadi di Blok Garasiang Desa Girimulya Kecamatan Banjaran sudah terjadi sejak tahun 1993. Setiap musim hujan tanah yang ada di blok tersebut terus terkikis sehingga mengancam rumah penduduk dan gedung sekolah.
Penyebab longsor diperkirakan karena adanya tiga saluran menuju kelokasi tersebut yang penataannya tidak baik. Longsor tersebut mengancam keberadaan sekolah karena jarak antara lokasi sekolah dengan lokasi tanah longsor 5 meter lagi.
Sudah dua  rumah rusak akibat tanah longsor tersebut Sedangkan gedung sekolah yang paling dekat dengan lokasi adalah gedung perpustakaan yang baru dibangun tahun 2014 lalu.
Penanggulangan secara teknis diusulkan oleh BPBD ke Dinas terkait. BPBD akan berusaha mencari dukungan dana untuk penanggulangan yang disebut Dana Kontigensi, mengusulkan ke pemerintah pusat terkait normalisasi tanah. Diperkirakan panjang area 70 meter dengan kedalaman lebih dari 30 meter.
Komisi C DPRD Majalengka mengharapkan segera diambil solusi  penanganan  yang baik agar longsor tersebut bisa diatasi hingga tidak membahayakan keselamatan warga dan tidak merembet ke gedung sekolah.
Diharapkan agar segera dilakukan penataan saluran Irigasi (pembuangan yang menuju ke lokasi), pemasangan bronjong, normalisasi tanah dengan cara diurug. Untuk sementara komisi C meminta agar dipasang pagar misalnya dari bambu untuk menghindari bahaya apabila ada anak-anak yang bermain di tepi jurang.
Pemerintah desa juga diminta agar segera berkoordinasi dengan UPTD dinas teknis terkait dan mengajukan proposal ke Dinas BMCK, Dinas PSDA dan BPBD dalam upaya menanggulangi dan normalisasi tanah tersebut.
Sementra itu dalam kunjungan lanjutan yang dilakukan komisi C Selasa (6/10) lalu bersama BPBD dan Dinas PSDAPE dan Dinas BMCK ke Desa Girimulya Kecamatan Banjaran terkait lokasi sekolah yang terancam Longsor. Komisi C menemukan adanya perbaikan di sekitar tanah longsor.
Hadir Kabid RR BPBD,  Kabid Rumkim Dinas BMCK dan Kabid PSDA Dinas PSDA PE, Camat Banjaran, kepala Desa Girimulya.
Menurut Liling, di lokasi longsor saat ini sudah dilakukan  pemagaran yang terbuat dari  bambu sesuai dengan yang dianjurkan oleh komisi C  DPRD Majalengka pada kunjungan pertama.
Menurutnya, masalah longsor tersebut akan segera di koordinasikan dengan pihak BBWS Cimanuk-Cisangarung untuk di tindak lanjuti. Ia meminta dinas teknis menangani sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Sementara warga masyarakat siap melakukan gotong royong dalam menangani tanah longsor tersebut dengan arahan teknis dari dinas terkait. Penanganan sementara dengan dipasang bronjong, penataan saluran irigasi yang masuk area longsor. (Adv).

821 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/komisi-c-dprd-tinjau-lokasi-longsor-girimulya/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *