Lagi, Pemkab Majalengka Bikin Taman 1,4 Milyar

Majalengka,(Sinarmedia).-
Pemerintah kabupaten Majalengka nampaknya tengah senang membuat taman air mancur, setelah Bundaran Munjul , alun-alun  dan halaman pendopo kini Pemkab Majalengka tengah membuat taman kota yang dilengkapi air mancur di pintu masuk jalan lingkar utara dengan nilai proyek yang fantastis dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp.1,4 Milyar.
Wajar saja proyek pembanguan taman  kota tersebut mendapat sorotan tajam dari masyarakat bahkan banyak juga yang mengkritik besarnya anggaran untuk membuat taman yang dilengkapi air mancur tersebut. Sebelumnya pembangunan air mancur alun-alun kabuapten Majalengka yang  menelan biaya hampir 1 milyar juga mendapat kritikan dari masyarakat karena hasilnya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dari APBD.
Pembangunan taman kota di pintu masuk jalan lingkar di Desa Jatipamor Kecamatan Panyingkiran itu juga terkesan tidak transparan karena tidak dipasangnya papan nama proyek. Tidak dipasangnya papan nama proyek tersebut mengakibatkan masyarakat tidak tahu besarnya anggaran proyek tersebut dan tidak tahu kapan proyek tersebut harus selesai hingga masyarakat tidak bisa mengontrol pelaksanaan proyek itu.
“Pihak Rekanan atau pemborong proyek pembuatan taman jalan lingkar ini seolah sengaja tidak memasang papan pengumuman proyek, karena berdasarkan informasi anggaran cukup besar hingga mencapai milyaran hanya untuk sebuah taman,” kata Yana (45) warga asal Cigasong kepada Sinarmedia.
Menurut Yana tidak dipasangnya papan nama proyek merupakan strategi dan sudah biasa yang dilakukan oleh pihak rekanan atau pemborong untuk mengelabui publik. Karena dengan tidak dipasang papan nama proyek pubik tidak akan bisa berfartisipasi untuk turut mengawasi pelaksanaan  proyek yang didanai dari  uang rakyat itu.
“Dengan tidak adanya plang proyek ini otomatis publik tidak tau siapa pelaksananya, dan berapa besarnya anggaran yang digunakan serta darimana sumber dana itu, volumenya  berapa serta batas waktu pekerjaan proyeknya kapan,” katanya.
Hal senada juga disampaikan aktivis pemuda Majalengka, Didin Saepudin S.Sos. Menurutnya, pihak Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Majalengka H. Sutrisno yang mendapat julukan dari beberapa kalangan sebagai bapak pembangunan harus mempunyai skala prioritas dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Majalengka.
Dikatakan Didin, memang pembanguan taman jalan lingkar dan air mancur tersebut dimaksudkan untuk mempercantik wajah kota Majalengka, namun  di luar itu masih banyak pembangunan yang lebih penting yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan.
Contohnya masih banyak sektor lain ketimbang mempercantik taman air mancur di jalan lingkar atau taman air mancur yang didepan pendopo, karena masih banyak sekolah yang rusak, jalan-jalan di pedesaan yang rusak parah dan belum pernah tersentuh oleh perbaikan, masih banyak warga miskin yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.
“Program untuk pengentasan kemiskinan saat ini masih belum maksimal hal itu bisa dilihat dari masih banyak rumah warga yang tidak layak huni di pedesaan yang belum tersentuh oleh program rutilahu, masih banyak warga miskin yang belum punya listrik sendri, bahkan masih banyak warga kurang mampu yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” kata Didin.
Sementara Kepala Badan Pengelolaan  Lingkungan Hidup (BPLH) H. Alimudin melalui Kasi Lingkungan Kebersihan dan Pertamanan sekaligus PPTK dalam proyek tersebut, Maman ketika dikomfirmasi oleh Sinarmedia membenarkan pembangunan taman air mancur yang sedang dilaksanakan di dua titik jalan lingkar yakni di Panglayungan dan Baribis ini masih dalam tahap pengerjaan.
Pembanguan taman air mancur itu dengan anggaran sebesar Rp 1,4 Milyar yang dikerjakan oleh rekanan  yaitu CV. Dewi Putra Mandiri pengusaha berasal dari kabupaten Kuningan. Menurut Maman pihaknya tidak mengetahui apabila pihak rekanan tidak memasang papan nama proyek di lokasi pembangunan.
“Saya berjanji nanti akan menegur sekaligus menyuruh pihak rekanan memasang plang pengumuman proyek di lokasi pembangunan taman,” katanya.
Namun Maman tidak menampik untuk pembangunan taman air mancur itu akan memerlukan waktu lama, salah satu alasannya yakni untuk pembelian bola buat di atas air mancur harus pesan terlebih dahulu di Bandung atau Jakarta. Karena di Majalengka atau di Cirebon barang tersebut tidak ada.
“Namun apapun alasannya pihaknya berharap kepada pihak rekanan agar pembanguan taman air mancur itu dapat selesai pada waktu yang telah ditentukan. Dan kami tidak mengharapkan dalam proyek itu jangan ada Adendum karena itu adalah proyek normal,” pungkasnya. (S.09)

670 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/lagi-pemkab-majalengka-bikin-taman-14-milyar/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *