Lelang Mobil Dinas Diduga Rekayasa

Majalengka,(Sinarmedia).-

Proses lelang mobil dinas (Mobdin) dilingkungan pemerintah Kabupaten Majalengka diduga kuat syarat dengan permainan dan rekayasa.Dugaan adanya rekayasa dalam proses lelang mobil berplat merah itu semakin menguat setelah pemenang lelang diketahui ternyata seorang pengusaha Jasa Konstruksi (Jakon) yang juga ketua Pengurus Anak Cabang ( PAC) Kecamatan Ligung Ir. Sunandi Azid atau dikenal dengan nama Dandit.

Ketua komisi I DPRD kabupaten Majalengka, Dede Aif Musoffa menilai dugaan tidak “fairnya” proses lelang mobdin ini bukan tanpa alasan, mengingat sudah dari awal proses lelang mobdin tidak transparan. Apalagi bagian Sarana Setda Majalengka terbukti sudah meminta uang terlebih dahulu kepada PNS pemegang mobil sebelum proses lelang dilakukan. Itu artinya uang untuk pembayaran mobdin yang dilelang sebenarnya sudah terkumpul dibagian sarana dan pemenang lelang dalam hal ini Ir. Sunandi Azid tidak perlu mengeluarkan modal untuk membayar ke kantor pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Cirebon.

“Diduga proses penunjukan proses lelang mobdin ini ada permainan, karena saya kira apabila proses lelang ini tidak ada pengkondisian atau fair pastinya ada banyak peminat dari luar daerah yang mendaftar ke kantor lelang, namun ini justru tidak ada seolah pemenang lelangnya tunggal,” kata Dede.

Berdasarkan hasil penelusuran ternyata Ir. Sunandi Azid yang beralamat di blok Sabtu Rt/ Rw 012/006 desa Bantarwaru Kecamatan Ligung memang sebagai pemenang lelang mobdin pemerintah kabupaten Majalengka. Yang bersangkutan telah mengajukan penawaran terhadap mobdin yang dilelang sebanyak 79 unit dalam keadaan rusak dengan angka penawaran mencapai Rp. 3.528.000.000, dan nilai tersebut sudah memenuhi dan melampaui harga limit yang diajukan oleh penjual yakni Rp. 3.527.000.000.

Politisi PPP ini menambahkan, dari awal ia mencium adanya ketidak beresan dalam proses lelang mobdin ini sehingga ia tidaklah merasa kaget apabila pemenang lelang sudah dikondisikan yang notabene adalah perorangan bukan perusahaan berbadan hukum.

Padahal berdasarkan kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 19 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah menyebutkan bahwa proses lelang kendaraan dinas milik pemerintah harus dilakukan melalui lelang terbuka dan melibatkan pihak ketiga. Dimana setiap pelelangan asset daerah harus melalui kantor lelang dan yang berhak mengikuti lelang adalah perusahaan berbadan hukum bukan perorangan.

“Justru pemenang lelang bukan oleh perusahaan melainkan perorangan, tentu saja apabila berdasarkan aturan ini kan sudah jelas melanggar,” tambahnya.

Sebanyak 79 unit mobil berplat merah yang dilelang berbagai merk mulai dari Toyota Altis, Inova, Rush, Daihatsu Terios, Mitsubishi Maven, dan Suzuki APV merupakan kendaraan dinas yang dibeli pada tahun 2005 lalu. Dan hampir seluruh mobdin yang dilelang sudah dibayarkan oleh pejabat pemegang mobil kepada bagian Sarana Setda Majalengka yang dikoordinir melalui salah seorang Kasubag .

Padahal seharusnya pembayaran dilakukan oleh pemegang mobil kepada pihak ketiga yang dinyatakan sebagai pemenang lelang oleh kantor lelang dalam hal ini Sunandi Azid bukan kepada bagian Sarana Setda Majalengka. Namun kabarnya para calon pemegang mobil akan dipungut biaya lagi oleh pemenang lelang sebesar 2 % untuk biaya pembayaran jasa risalah pembebasan mobil.

Hal tersebut dibenarkan oleh sejumlah calon pemegang mobil saat ditemui Sinarmedia, umumnya mereka juga mengeluhkan terkait kabar akan adanya lagi pembayaran kepada pihak ketiga dalam hal ini pemenang lelang untuk biaya pembebasan risalah lelang kendaraan namun besaranya belum ditentukan.

“Betul, kami memang akan dimintai lagi uang lagi oleh pihak ketiga, namun sampai saat ini besaran belum pasti. Dan yang menjadi pertanyaan kami adalah apakah pembayaran biaya risalah ini wajib atau tidak,” kata salah seorang PNS yang mendapatkan jatah mobil dinas dan namanya minta dirahasiakan.

Sementara itu, Sunandi Azid kepada Sinarmedia membenarkan bahwa ia sebagai pemenang lelang mobil dinas yang diadakan oleh kantor pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Cirebon sejak pada tanggal 21 Februari lalu. Namun saat Sinarmedia mencoba mengkorfimasi terkait adanya pengkondisian dalam proses lelang mobdin, ia tidak mau berkomentar.

“Memang benar saya ditetapkan sebagai pemenang lelang mobdin sebanyak 79 unit dengan nilai mencapai Rp. 3,5 milyar lebih,” katanya singkat.

Ditempat terpisah Kepala Bagian Sarana Setda Majalengka, Abdul Azid didampingi Kasubag Nana Rukmana lagi-lagi masih puasa bicara kepada media. “Mohon Maaf untuk masalah lelang ini konfirmasikan saja langsung ke pa Asda III, Udin Abidin, SH,” katanya singkat.

Asisten Daerah (Asda) III Setda Majalengka, H. Udin Abidin saat Sinarmedia mencoba ingin bertemu yang bersangkutan jarang ada diruanganya karena sedang acara diluar. Namun saat dihubungi melalui telepon genggamnya Udin mengaku tidak mau berkomentar. “Mohon maaf nanti saja apabila ketemu, soalnya saya tidak mau bicara ditelepon takut salah lagi,” pungkasnya.(S.02).

337 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/lelang-mobil-dinas-diduga-rekayasa/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *