Mahalnya Tarif Parkir di Majalengka Semakin Meresahkan

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah warga mengeluhkan mahalnya biaya parkir di Majalengka, untuk kendaraan roda empat besarnya hingga mencapai Rp. 3.000,- dan roda dua atau motor sebesar Rp. 2.000, bahkan untuk mendapatkan untung lebih oknum juru parkir ini mencetak karcis parkir sendiri dan menentukan besaran tarif seenaknya.
“Saat saya memarkir mobil didepan pasar Cigasong saya dipungut retribusi parkir sebesar Rp. 3000, padahal biasanya hanya dipungut 1.500 atau 2.000. Dan yang lebih anehnya lagi karcis yang diberikan kepada saya bukan karcis resmi dari Dishubkominfo,” kata Toto (40) warga kelurahan Majalengka Kulon sambil memperlihatkan bukti karcis yang diberikan juru parkir.
Lain halnya dengan kasus yang menimpa Rizal (45) warga Cigasong, ia saat membeli makanan disekitar lokasi pasar Cigasong dipinta uang retribusi parkir sebesar Rp. 2.000. Padahal menurutnya motor yang ia kendarai tidak ditinggalkan ditempat parkir.
“Justru saya mah heran sama petugas parkir di Majalengka sekarang teh, masa saat saya membeli makanan padahal cuma sebentar dan motor saya yang kendaraai juga masih saya tunggangi eh tetap minta diminta uang parkir. Mungkin wajar apabila motor saya ditinggal kemudian dimintai uang parkir, lah kan ini mah motor saya masih saya tunggangi lagipula sebentar,” ungkapnya.
Rizal meminta kepada Dishubkominfo dan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian agar menertibkan oknum juru parkir yang memasang tarif parkir seenaknya. Karena menurutnya tindakan juru parkir di Majalengka  saat ini sudah sangat meresahkan dan seperti premanisme.
Sementara itu pengelola parkir pasar Cigasong, Ade Barzhi saat ditemui Sinarmedia mengaku tidak mengetahui ada anak buahnya yang nakal dengan membuat karcis sendiri atau illegal. Justru dirinya baru mengetahui ada petugasnya yang nakal setelah membaca Koran Sinarmedia dan pada waktu itu pihaknya langsung melakukan cek ke lapangan.
“Saya baru tahu dari koran Sinarmedia setelah dilakukan investigasi, dan memang benar ada petugas saya yang nakal dengan mengenakan tarif parkir sebesar 3.000.- dan petugas tersebut sudah saya tegur dengan memberikan surat peringatan,“ katanya.
Menurut Ade, pelaku melakukan pemalsuan karcis ini untuk mendapatkan keuntungan lebih mengingat adanya beban kenaikan PAD parkir sebesar 40 % sehingga secara tidak langsung kami para pengusaha parkir juga harus menggenjot pendapat di lapangan. Namun bukan berarti para petugas di lapangan bertindak seenaknya dalam menentukan tarif parkir apalagi tidak sesuai dengan Perda jelas itu tidak dibenarkan.
“Ya kalau sekiranya tidak mengguntungkan juru parkir lantas bukan berarti menaikan retribusi parkir seenaknya, saya sudah peringatkan untuk tidak mengulanginya lagi.  Jika tetap membandel saya akan memberhentikannya dan mengganti dengan juru parkir baru,” tambahnya.
Selain menaikan beban retribusi PAD parkir sebesar 40% menurut Ade, Pemkab Majalengka juga berencana akan menaikannya lagi hingga 32% pada bulan Ramadhan nanti. Itu artinya pada tahun ini kenaikan beban retribusai PAD yang harus disetorkan para pengusaha parkir ke pemerintah ada kenaikan mencapai 72 %.
Bukan hanya di Majalengka dan Cigasong mahalnya tarif parkir juga terjadi di sejumlah titik parkir lainyna seperti  di Jatiwangi dan di RSUD Cideres. Tarif parkir yang dikenakan terhadap pengendara kendaraan bermotor melebihi ketentuan seperti yang diatur dalam Peraturan daerah (Perda) nomor 10 tahun 2010 tentang retribusi parkir di tepi jalan umum dan retribusi tempat khusus parkir di Kabupaten Majalengka.(S.02/04).

658 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/mahalnya-tarif-parkir-di-majalengka-semakin-meresahkan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *