Majalengka Daerah Rawan Bencana

Majalengka,(Sinarmedia).-
Dari 497 kabupaten/kota se-Indonesia, Kabupaten Majalengka dinyatakan sebagai salah satu daerah rawan bencana alam dengan urutan ke 16 untuk tingkat Nasional sementara untuk tingkat provinsi Jawa Barat berada diurutan ke 7.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi saat menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam di Blok Tegalsari desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi. Menurutnya masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
“Berdasarkan hasil riset ahli geologi setiap terjadi bencana alam,daerah selatan akan terkena imbasnya dengan merasakan getaran bencana alam,” katanya.
Adapun kecamatan yang termasuk kategori rawan bencana diantaranya: Sindang, Sindangwangi Argapura, Maja, Talaga, Cikijing, Cingambul, Bantarujeg, Lemahsugih dan Kecamatan Malausma.
“Bagi masyarakat yang hendak membangun rumah atau perkampungan khususnya diwilayah selatan lebih baik dikonsultasikan lebih dulu dengan ahli geologi agar mengetahui apakah tanah yang akan digunakanya aman atau tidak dari bencana alam sehingga rumah yang dibangunya tidak mubazir mengingat daerah Majalengka merupakan daerah rawan bencana alam,” paparnya.
Sebagai langkah utama yang dilakukan pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menanggulanginya yaitu dengan memantapkan sebuah lembaga atau Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD). Orang nomor duadi Majalengka ini juga berharap BPBD harus lebih tajam mata dan telinga dalam memantau kondisi di Kabupaten Majalengka.
“Kepada seluruh jajaran pemerintah mulai dari kepala desa jika terjadi bencana alam segera melaporkannya jika terkendala jarak bisa melaporkannya melalui sms singkat ke nomor Hp ajudan bupati maupun ajudan wabup sehingga akan lebih mudah memberikan instruksi untuk segera mengambil tindakan,” jelasnya.

Terima Bantuan
Sementara itu sebanyak 36 unit rumah warga asal Blok Manis Desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi yang menjadi korban bencana alam pergerakan tanah menerima bantuan stimulan sebesar Rp.196 juta dari pemerintah daerah (pemda) melalui Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) yang diserahkan secara simbolis oleh Wabupkepada ketua kelompok masyarakat (pokmas).
Bantuan yang diberikan berupa bahan material yang bisa digunakan untuk memperbaiki rumah warga yang rusak disebabkan bencana alam pergeseran tanah pada 22 Januari sampai 14 Februari lalu.
“Uang sudah masuk ke bank, silahkan dimusyawarahkan dengan baik antara Desa, pokmas dan masyarakat karena kita tidak akan membagi uang tapi berupa barang yang akan diatur oleh pokmas,“ ujarnya.
Diakuinya dana bantuan yang diberikan Pemda tidak mencukupi untuk mengganti secara utuh atas kerugian yang diderita korban bencana alam pergeseran tanah Blok Manis oleh karena itu pihaknya berharap semua lapisan bergotong royong untuk membantu warga korban bencana alam.
Kepala BPBD Tatang Rahmat memaparkan, sebagai upaya agar tidak terjadi bencana alam pergeseran tanah susulan yang lebih besar, berdasarkan hasil riset ahli geologi untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana alam susulan menyarankan untuk mengeringkan kolam yang berada disekitar lokasi kejadian.
Total rumah yang rusak mencapai 36,berdasarkan kajian BMCK terdiri dari 7 unit rusak berat,3 roboh,18 rusak ringan dan 11 unit rumah lainya rusak sedang.
“Bantuan stimulan berupa material yang diberikan disesuaikan dengan kerusakan yang diderita korban bencana alam, kami juga berharap warga dapat menghimpun swadayanya berupa tenaga dan bila memungkinkan dapat memberikan swadaya lainya berupa bantuan material tambahan, “ pungkasnya.(S.06)

434 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/majalengka-daerah-rawan-bencana/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *