Memasuki Musim Hujan Peredaran Pupuk Diawasi

Majalengka,(Sinarmedia).-
Akibat musim kemarau panjang  pada tahun 2015, stok pupuk di Kabupaten Majalengka mengalami   penumpukan. Berdasarkan pengawasan barang beredar menjelang akhir tahun 2015 yang    dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (KUKM Perindag ), para agen dan pengecer pupuk di Kabupaten Majalengka mengalami kelebihan stok pupuk hingga ribuan ton.
Kepala Bidang Perdagangan KUKMPerindag Dudi Darajat menjelaskan, menjelang akhir tahun pihaknya membentuk tiga tim untuk melaksanakan pengawasan barang beredar meliputi kebutuhan pokok yang beredar di pasar tradisional dan toserba begitu pula dengan peredaran pupuk di sejumlah agen.
“Memasuki musim penghujan para petani mulai bercocok tanam sehingga tidak menutup kemungkinan permintaan pupuk meningkat maka dari itu peredaran pupuk juga tidak luput dari pengawasan kami,“paparnya.
Diantaranya seperti agen pupuk urea Subsidi CV. Tani Mukti yang berlokasi di Desa Sukaraja Kecamatan Jatiwangi dengan membawahi 14 pengecer yang tersebar di empat kecamatan, 6 pengecer di wilayah Kecamatan Jatiwangi, 1di  Kecamatan Kadipaten, 6 di Kecamatan Kasokandel dan 1 pengecer lainnya di wilayah Kecamatan Sindang.
“Dari stok 3.553 ton yang tersalurkan ke pengecer mencapai 2045 ton dan dari pengecer ke petani 1.917 ton pupuk selisih stok pupuk yang belum tersalurkan dari agen mencapai hingga seribu ton lebih. Selama musim kemarau panjang yang berlangsung hingga 7 bulan mengakibatkan permintaan pupuk berkurang sehingga stok pupuk masih menumpuk, “ ujarnya.
Hal serupa juga alami sejumlah agen pupuk lainnya seperti CV. Sri Mukti Desa Ciborelang yang membawahi 18 pengecer yang tersebar di Kecamatan Cigasong, Argapura, Sukahaji, Palasah dan Kecamatan Sindang kelebihan stok pupuk jenis Za 40 ton, Sp36 25 ton, NPK Ponska 25 ton, petroganik 4 ton.
“Cuaca selalu berubah dan berbeda setiap waktu dan di setiap tempat. Perubahan tersebut ada yang tidak beraturan dan ada yang beraturan, meskipun dengan ilmu dan teknologi canggih yang digunakan tidak mampu mengendalikan kecuali dalam skala yang terbatas sehingga berdampak pada prediksi tingkat kebutuhan pupuk tidak sesuai perencanaan awal,“ tandasnya.(S.04)

470 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/memasuki-musim-hujan-peredaran-pupuk-diawasi/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *