Musim Hujan Pengusaha Ikan Majalengka Merugi

Panyingkiran,(Sinarmedia).-
Selama musim penghujan sejumlah pengusaha ikan tawar di kabupaten Majalengka merugi, pasalnya tingginya curah hujan berdampak pembalikan masa air (Up welling) dimana ikan air tawar khususnya ikan mas dikolam banyak terkena virus yang dibawa oleh derasnya air sungai yang masuk kekolam.
Seperti yang dialami salah satu pengusaha ikan, Ence (35) asal warga desa Panyingkiran mengaku, apabila musim penghujan stok ikan berkurang akibat  banyak ikan dalam kolamnya  mati karena terkena virus, sehingga tidak heran akibat  stok ikan yang terbatas menyebabkan harga ikan khususnya mas melambung tinggi.
“Untuk harga normal kami biasa menjual ikan mas Rp. 16.000 – Rp. 18.000 perkilonya, namun sekarang harganya sudah mencapai Rp. 28.000 perkilonya apabila beli borongan harganya bisa lebih murah yakni sekitar Rp. 26.000 perkilonya,” katanya.
Kenaikan harga ikan mas diprediksikan masih berlanjut hingga bulan Februari atau Maret mengingat musim hujan puncaknya terjadi pada bulan Februari. Dengan curah hujan semakin tinggi akan  berdampak pada buruknya hasil panen budidaya ikan mas, permasalahan harus segera diatasi oleh Dinas pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka.
Menurut Ence, kekosongan stok ikan mas juga tidak hanya terjadi di Kabupaten Majalengka saja, bahkan hingga di bandar besar seperti di waduk Jatiluhur kabupaten Purwakarta mengalami kekosongan. Karena umumnya para pembudidaya ikan disana juga banyak yang merugi karena ikan-ikan mendadak mati.
“Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari pembudidaya ikan tawar Jatiluhur,sekitar Januari tahun sebelumnya  ada sekitar 300 ton ikan yang mati di waduk Jatiluhur . Beberapa jenis ikan yang mati antara lain ikan mas, ikan nila dan ikan oscar dengan total kerugian mencapai Rp 4,5 miliar. Sedangkan di waduk Cirata, ikan yang mati mencapai 100 ton dengan kerugian sekitar Rp 1,5 miliar,” paparnya.
Kepala Seksi Perikanan Dinas Pertanian dan Perikanan, Yaya Sukria membenarkan hal itu.Menurutnya naiknya harga ikan mas dan nila dipasaran hal yang wajar mengingat selama musim penghujan ini ikan mas dan nila banyak yang mati, hal itu hampir semua terjadi di seluruh pembudidaya ikan. Hal ini diakibatkan meningkatnya kadar PH pada kandungan air dan luapan lumpur dari sungai disekitar kolam ikan ditambah perubahan kadar suhu semakin memperparah kondisi ikan.
“Kita tidak bisa melawan kondisi alam, intensitas curah hujan yang tinggi tidak cocok untuk budidaya ikan mas dan nila untuk itu kepada para pembudidaya ikan mas dan nila jangan terlalu memaksakannya, “ katanya.
Pihaknya kerap melakukan sosialisasi kepada kelompok pembudidaya ikan mas dan nila dengan menyarankan mengatur jadwal tanam benih sehingga bisa mengurangi resiko kematian dan kerugian yang diderita pembudidaya ikan mas dan nila.
Sebagai gantinya bisa beralih kebudidaya ikan lele yang relatif aman disaat musim hujan seperti saat ini bahkan untuk pemasaranya sendiri mudah.
“Banyak para pembudidaya ikan Lele Majalengka yang menjual hasilnya kewilayah pantura karena disana kebutuhan sangat tinggi, sementara untuk penjualan Lele di Majalengka sendiri masih kurang mengingat kebutuhan konsumen hanya untuk konsumsi rumahan saja,“ tandasnya.(S.04)

1,408 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/musim-hujan-pengusaha-ikan-majalengka-merugi/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *