Mutasi Pejabat Dinilai Tidak Profesional Alasan Penyegaran Dipertanyakan

Majalengka,(Sinarmedia).-
Mutasi pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka yang digelar Bupati Majalengka H. Sutrisno akhir Februari lalu kembali dikritisi sejumlah kalangan. Mutasi pejabat eselon II,III dan IV itu masih dinilai tidak profesional karena masih ada pejabat yang ditempatkan tidak sesuai dengan latar belakang ilmu yang dimilikinya.
Alasan yang disampaikan Bupati H. Sutrisno bahwa mutasi untuk penyegaran seperti yang sering ia katakan dalam setiap pelaksanaan mutasi nampaknya perlu dipertanyakan, pasalnya banyak pejabat yang dimutasi justru belum lama bahkan baru beberapa bulan saja menduduki jabatan itu sudah dipindahkan. Seperti mutasi yang menimpa Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) H. Abdul Gani. Ia baru sekitar empat bulan menduduki jabatan itu namun kini sudah dimutasikan lagi ke Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan).
Salah seorang pengamat kebijakan publik Endin, menyayangkan kebijakan mutasi yang dilakukan Bupati yang tidak mengedepankan profesionalisme  dan terkesan like and dislike (suka dan tidak suka). Ia masih melihat adanya pejabat yang diberikan jabatan namun tidak sesuai dengan latar belakang keilmuannya hingga dikhawatirkan pejabat tersebut tidak akan bisa memahami dan melaksanakan tugasnya dengan baik.
Seperti yang terjadi pada mutasi sebelumnya, Drs. H. Rieswan Graha, M.MPd. yang nyata-nyata berlatar belakang keilmuannya di bidang pendidikan ditempatkan di Dinas Kesehatan, H. Udin Abidin, SH yang berlatar belakang ilmu hukum ditempatkan di badan yang mengurusi masalah penyuluh pertanian dan H. Alimudin, S.Sos, M.M.Kes. yang berlatar belakang kesehatan malah ditempatkan di Badan yang mengurusi kebersihan dan persampahan. Karena jabatan yang didudukinya tidak sesuai dengan gelar kesarjanaan yang disandangnya seringkali pejabat tersebut menjadi bahan olok-olok dari pejabat lainnya.
Kekacauan dalam pelaksanaan mutasi juga terjadi dalam mutasi pejabat  akhir Feburari lalu, selain masih ada pejabat yang baru beberapa bulan dimutasi sudah dialih tugaskan lagi juga masih ada pejabat yang ditempatkan bukan dibidangnya atau sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Terlalu cepatnya pejabat dimutasikan akan menimbulkan ketidak tenangan dalam bekerja bagi pejabat itu sendiri, selain itu pejabat yang bersangkutan tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kinerjanya .
“Kapan pejabat itu mau menunjukkan kinerjanya, kalau baru beberapa bulan saja menjabat sudah dipindahkan lagi, selain itu akan menimbulkan dampak psikologis bagi pejabat lainnya yang akan menyebabkan pejabat tersebut tidak tenang dalam bekerja,” papar Endin.
Mestinya, tambah Endin, kalaupun ada pejabat yang belum lama menduduki jabatan kemudian dipindahkan lagi  hal itu dikarenakan pejabat tersebut tersandung masalah atau kasus. Ia menduga ketidak beresan dalam setiap mutasi dikarenakan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) tidak difungsikan.
Bupati Majalengka H. Sutrisno menegaskan mutasi jabatan selain untuk mengisi kekosongan jabatan adalah dalam rangka penyegaran agar tidak jenuh dalam bekerja. Pegawai yang dimutasikan dapat meningkatkan kinerjanya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Tentunya mutasi ini dalam rangka mengisi kekosongan jabatan agar roda pemerintah dapat berjalan efektif, sekaligus meningkatkan kinerja pegawai pemerintah dalam melayani masyarakat. Dan tujuan mutasi ini juga sekaligus sebagai penyegaran kepada para pegawai agar tidak jenuh bekerja,” kata bupati kepada wartawan digedung Yudha Abdi Negara, Jum’at (27/2).
Menurut bupati, saat ini Pemkab Majalengka tengah mengenjot pembangunan di berbagai sektor salah satunya melaksanakan kedaulatan pangan dan membentuk tim inflasi daerah sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Dimana tim ini memiliki tugas melakukan pemantauan, pengawasan serta memberikan solusi apabila terjadi lonjakan harga hasil pertanian di pasaran.
Empat pejabat eselon II yang dimutasi itu adalah Dr. Ir. H. Sadili, M.Si yang semula menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan (Dishutbunak) kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda), Ir. H. Wawan Suwandi MP. yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) kini menjabat Kepala Dishutbunak, Drs. H. Abdul Gani, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kini menjabat sebagai kepala Distankan, dan Drs. H. Yayan Sumantri, M.Si yang sebelumnya menjabat kepala Bapeda kini menjabat kepala Dinsosnakertrans.
Sementara pejabat eselon III yang terkena mutasi adalah Drs. Ono Haryono, M.P. menjadi Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Abdul Ajid, S.Sos., menjadi Kabag Keuangan dan Sarana Setda, Drs. Rahmat Susanto, M.H., menjadi Sekretaris Dinas PSDAPE, Drs.Maman Komarudin menjadi Camat Maja, H. Iding Solehudin, S.Sos., M.P. menjadi Camat Malausma, Durahman, S.Ag.MM. menjadi Sekretaris Dinas Porabudpar, Drs. Uwo Juhro menjadi Camat Sindang, Wawan Anwar Sutisna, S.Sos. menjadi Sekretaris Kecamatan Majalengka dan Yuhartono yang sebelumnya menjadi Lurah Majalengka Wetan  mendapat promosi menjadi Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP.
Selain merotasi 4 kepala dinasnya, bupati juga merotasi sejumlah pegawainya yang berasal dari eselon III dan IV. Rotasi juga dilakukan pada 99 kepala sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) yang telah memasuki pensiun dan telah habis periodisasi jabatan kepala sekolah.
Dalam mutasi jabatan ini Bupati Majalengka diduga tidak melibatkan tim Baperjakat yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Drs. H. Ade Rachmat Ali, M.Si. Berdasarkan  informasi yang diperoleh Sinarmedia, penentuan jabatan dalam proses mutasi sebagian besar atas kehendak dari Bupati tanpa melibatkan tim Baperjakat.
Sehingga tak aneh apabila pejabat yang terkena mutasi merupakan orang terdekat bupati, selain itu tidak sedikit dari pejabat yang dirotasi ini tidak sesuai dengan basic keilmuan yang dimilikinya. Salah satu contoh lurah Majalengka Wetan Yuhartono yang dikenal sebagai orang dekat dengan Bupati ini kini mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Pak Sekda selaku ketua Baperjakat menurut informasi hanya disodorkan draf daftar mutasi jabatan yang sudah jadi sehingga tidak diberi kesempatan untuk melakukan pembahasan,” kata Sumber Sinarmedia yang minta namanya dirahasiakan.
Sementara saat Sinarmedia mencoba menghubungi Sekda Majalengka, Ade Rachmat Ali yang bersangkutan tidak ada diruangannya. Menurut salah seorang stafnya, Sekda sedang keluar. Bahkan saat dihubungi melalui telelpon genggamnya, hand phone-nya pun sulit dihubungi bahkan pesan singkat pun tidak pernah dibalas.
Di tempat terpisah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Majalengka, H. Ahmad Sodikin membantah bahwa proses mutasi tidak melalui tim Baperjakat. Menurutnya draf ajuan pejabat yang akan dimutasi sudah melalui hasil kajian dari tim Baperjakat, kemudian baru di serahkan kepada bupati untuk di evaluasi kembali.
“Dalam proses mutasi, bupati mempunyai hak prerogratif dan penilaian data potensi para pegawai eselon II sendiri, namun walau demikian segala prosesnya sudah melalui mekanisme yang berlaku dimana draf daftar pejabat atau pegawai yang akan dimutasi sebelumnya dikaji dahulu oleh tim Baperjakat yang pada waktu itu juga langsung dihadiri oleh Sekda dan wakil bupati Majalengka, H. Karna Sobahi,” kata pria yang akrab dipanggil Diki saat ditemui Sinarmedia di ruang kerjanya.
Menurut Diki, rotasi jabatan atau mutasi merupakan hal yang biasa di dalam sebuah pemerintahan, karena ada kekosongan jabatan, untuk peningkatan kinerja pegawai serta sebagai penyegaran bagi pegawai tersebut.(S.02).

656 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/mutasi-pejabat-dinilai-tidak-profesional-alasan-penyegaran-dipertanyakan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *