Oknum PNS Calo KTP Ditangkap Tim Saber Pungli

Majalengka,(sinarmedia).-

Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sehari-hari berdinas di kantor Kecamatan Rajagaluh ditangkap tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) karena kedapatan melakukan pungli sebesar Rp20 ribu terhadap warga yang akan membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

Aksi pungli ini terungkap atas pengaduan Eti Suhaeti seorang warga Desa Cipinang Kecamatan Rajagaluh saat akan membuat e-KTP di kantor Kecamatan Rajagaluh. Korban dimintai uang untuk proses pembuatan e-KTP padahal pembuatan e-KTP tidak dipungut biaya alias gratis.

Permintaan uang itu berawal ketika proses pembuatan e-KTP tidak kunjung selesai walaupun telah berhari-hari. Berdasarkan petunjuk salah seorang temannya, korban disarankan untuk memberikan sejumlah uang pelicin agar proses pembuatan e-KTP cepat selesai. Kecewa terhadap pelayanan petugas, korban melapor ke tim saber pungli.

Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli Majalengka, Komisaris Polisi Bobby Indra P. SH. S.I.K. didampingi anggota tim Saber pungli IPDA Jojo Sutarjo yang juga kanit Tipikor, membenarkan adanya oknum PNS yang diciduk tim Saber Pungli. Menurutnya, Tim Saber Pungli serius dalam menindak segala bentuk pungutan liar (pungli).

“Para pelaku pungli ini kami tangkap dan dibina selanjutnya diserahkan kepada instansi terkait untuk ditindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku tentang disipliner ASN. Adapun sanksinya tergantung mereka apakah administratif, dipindahkan atau mungkin dipecat, terkecuali perkara yang memenuhi unsur pidana maka akan diproses secara hukum pidana,“ katanya.

Menurut Boby peran serta masyarakat dalam mendukung pemberantasan pungli sangat dibutuhkan. Diakuinya, peran masyarakat masih kurang karena laporan yang diterima pihaknya kebanyakan hanya berupa surat kaleng, alias tidak jelas pelapornya.

Selain itu laporan yang masukpun kebanyakan tidak objektif tapi berdasarkan latar belakang dendam pribadinya dan terkesan mencari-cari kesalahan orang yang tidak disukainya, karena saat dilakukan pemeriksaan seringkali ternyata tidak terbukti melakukan pungli.

“Misalnya seperti ada yang melaporkan sekolah yang diduga melakukan pungli dengan memungut biaya untuk suatu keperluan kegiatan sekolah setelah kami periksa ternyata sudah disepakati orang tua murid, sekolah dan komite,“ ujarnya.

Berdasarkan pengamatannya sekisar 70% pungli terjadi di lingkungan masyarakat seperti parkir, pasar dan angkutan umum misalnya retribusi parkir dipungut melebihi tarif, dugaan pungli terhadap pedagang emprakan di lingkungan pasar dan dugaan pungli angkutan umum oleh salah satu koperasi berinisial OD di sejumlah ruas jalan. Dan saat ini Tim saber pungli sudah mengantongi datanya dan tinggal menunggu momen untuk menangkapnya.

“Secara umum perkara ini bersifat delik aduan kalau tidak ada laporan dari korban yang dirugikan mau bagaimana menindaknya untuk itu dibutuhkan kerjasama peran serta masyarakat dalam memberantas pungli. Kami tidak main-main dalam hal ini,“ tegasnya.

Lebih lanjut kata Boby, sampai saat ini pihaknya sudah mengamankan dua orang yang melakukan pemerasan terhadap warga Kecamatan Rajagaluh, diluruskannya kedua orang tersebut bukan anggota POLRI seperti disebutkan sebelumnya oleh Sekretaris Tim Saber Pungli Aeron Randi di media massa tapi polisi gadungan yang berpakaian lengkap layaknya polisi untuk menakuti korbannya dengan menggunakan modus sebagai anggota Polri. (S.04).

 

168 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/oknum-pns-calo-ktp-ditangkap-tim-saber-pungli/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *