Oknum Wartawan Gentayangan ke Kantor Desa

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah kepala desa di Kabupaten Majalengka mengaku resah oleh kedatangan sejumlah oknum yang mengaku wartawan yang meminta jatah uang setelah pencairan dana desa. Para oknum wartawan yang sering datang secara bergerombol itu secara terang-terangan meminta jatah uang dari dana desa dan sama sekali tidak melakukan peliputan berita yang menjadi tugas seorang wartawan.
Beberapa diantaranya para “wartawan muntaber” alias muncul tanpa berita itu berani mencatut nama organisasi kewartawanan atau mengatasnamakan wartawan dari koran ternama untuk mengelabui para kepala desa. Untuk memuluskan aksinya mereka bersikap seperti wartawan sungguhan dengan menenteng kamera lengkap dengan memperlihatkan “id card” (kartu pengenal)  hingga banyak kepala desa yang terkecoh hingga terpaksa mengeluarkan uang.
Modus meminta uang mereka cukup beragam ada yang meminta secara terang-terangan, dengan dalih  meminta sumbangan atau menjual barang. Tidak hanya datang ke kantor desa, para wartawan gadungan itu datang hingga ke rumah kepala desa dengan tidak mengenal waktu bisa sampai malam hari hingga sangat mengganggu privasi kepala desa.
Selain telah meresahkan sejumlah pihak, perilaku para oknum wartawan itu telah merusak citra wartawan hingga diharapkan sejumlah pihak segera menyikapi masalah ini. Saat ini terdapat ratusan orang di Kabupaten Majalengka yang mengaku sebagai wartawan namun dalam kesehariannya mereka bukan mencari berita tapi meminta-minta uang ke sejumlah pihak termasuk kepada kepala desa.
Menurut pengakuan sejumlah kepala desa kepada Sinarmedia, oknum yang mengaku-ngaku wartawan ini seperti sudah menjadi kebiasaan setiap  pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) mulai dari tahap ke 1, 2 dan 3 selalu  datang ke kantor desa dengan cara bergerombol dan menanyakan detail teknis pekerjaan layaknya aparat penegak hukum, namun ujung-ujungnya mereka meminta uang.
“Tentu saja cara-cara yang dilakukan oknum wartawan ini membuat kami yang ada di desa merasa tidak nyaman, sebenarnya apabila mereka melakukan publikasi atas pembangunan tentunya kami tak keberatan,” katanya.
Ditegaskan, para kepala desa sebenarnya tidak alergi dengan profesi wartawan ini dan dapat memahami tugas wartawan yang mempunyai fungsi “kontrol sosial” dan itu sangat dibutuhkan guna terwujudnya pembangunan yang maksimal di desa-desa. Namun sayangnya para oknum wartawan ini sengaja datang untuk sekedar menakut-nakuti  para kepala desa dengan mencari-cari kesalahan program pembangunan ADD.
“Mereka datang hanya untuk menakuit-nakuti aparat desa dengan mencari kesalahan terkait realisasi pembangunan, eh tapi ujung-ujungnya mereka meminta uang. Dan yang lebih parah mereka datang ke rumah sore bahkan malam hari saat kami sedang beristirahat,” katanya.
Para kepala desa sangat menyayangkan banyaknya oknum wartawan itu karena  selain telah menggangu kinerja aparat desa juga telah mencoreng nama baik wartawan dan lembaga kewartawanan secara keseluruhan. Untuk itu para kepala desa meminta organisasi kewartawanan dan aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap para oknum dan wartawan gadungan itu .(S.05).

933 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/oknum-wartawan-gentayangan-ke-kantor-desa/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *