Pasien Puskesmas Leuwimunding Terbengkalai

Majalengka,(Sinarmedia).-

Sejumlah warga mengeluhkan pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Leuwimunding yang dinilai lamban dan kurang peduli terhadap pasien yang hendak berobat karena dokternya lebih memilih  bekerja ditempat praktek sendiri ketimbang di Puskesmas.

“Baik petugas maupun dokter tidak langsung menangani pasien, dan itu dialami oleh saya saat isteri saya menjadi korban kecelakaan dan sangat membutuhkan pertolongan pertama namun dibiarkan saja karena dokternya belum datang masih prakter dirumahnya,” kata Taufik kepada Sinarmedia.

Menurut Taufik, ia datang ke puskesmas Leuwimunding sekitar pukul 8.00 WIB, namun pasien yang terluka akibat kecelakaan dibiarkan selama 45 menit tanpa ada tindakan yang dilakukan oleh petugas jaga. Alasan mereka menunggu tindakan dan arahan dari dokter, sementara dokter puskesmas, Asep belum datang karena masih praktek di rumahnya.

Selain dirinya yang menunggu dokter juga banyak pasien laiNnya yang sejak pagi menunggu dokter, padahal puskesmas ini menjadi andalan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun apa jadinya apabila warga yang sakit harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan medis dari dokter, namun ironisnya dokter di puskesmas justru lebih mementingkan pemeriksaan di rumahnya yang sekaligus dijadikan tempat prakteknya. Padahal dokter tersebut tercatat sebagai PNS yang sudah seharusnya bekerja totalitas di puskesmas bukan di rumahnya demi mendapatkan keuntungan pribadi.

“Kami meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan agar memberikan teguran terhadap dokter di puskesmas agar tidak hanya mementingkan praktek pribadinya melainkan harus totalitas bekerja di puskesmas memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Hendra (43) warga desa Leuwimunding, menurutnya dokter puskesmas Leuwimunding yang bernama Asep sering mengabaikan tugasnya sebagai PNS yang bekerja menjadi dokter di puskesmas Leuwimunding. Dan ia terkesan mengutamakan praktek di rumahnya yang dibukanya sejak pukul 06.00 – 07.00 WIB, namun dalam kenyataannya ia masih melayani pasien di rumahnya hingga pukul 09.00 WIB lebih dan setelah itu yang bersangkutan baru berangkat ke Puskesmas.

“Memang saya setuju apabibla kepala dinas kesehatan menindak tegas dengan memberikan sanksi kepada dokter-dokter yang membandel ini, bagaimanapun dengan ia menjadi PNS tentunya ia telah bersumpah akan bekerja dan mengabdi kepada negara bukanya asyik bekerja untuk memperkaya diri sendiri saja sementara tugas utamanya ia abaikan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Dr. H. Gandana Purwana, MARS melalui Kepala bidang pelayanan kesehatan, Dr. H. Jajang mengatakan saat ini pihaknya justru tengah gencar melakukan pembinaan terhadap dokter-dokter yang membuka praktek terutama yang berada di daerah.

Menurut Jajang, persoalannya yang terjadi di tiap daerah hampir sama yakni dokter membuka tempat praktek di rumahnya pada pagi hari yang melebihi jam kerja yakni jam 07.00 WIB. Namun pada kenyataannya banyak dokter ini masih saja melayani pasien hingga melebihi jam 07.000 akibatnya ia terlambat datang ke kantor sehingga pelayanan di Puskesmas pun menjadi terhambat.

“Saat ini kami dari dinas yang dipimpin langsung pak Kadinkes memang tengah gencar melakukan pembinaan terhadap dokter-dokter yang membuka praktek di rumah khususnya pagi hari, karena seringkali mereka praktek melayani pasien hingga jam 08.00 WIB. Padahal batas waktu praktek di rumah tidak boleh melebihi jam 07.00 WIB,” katanya.

“Sampai sejauh ini ada beberapa dokter yang terkena teguran atau peringatan dari dinas, dan saya ucapkan terimakasih atas informasinya mengenai dokter di Puskesmas Leuwimunding pihaknya secepatnya akan ditindak lanjuti dengan memanggil yang bersangkutan beserta kepala Puskesmasnya,” tambahnya.

Pria berkacamata dan berkumis tebal ini juga menambahkan, bagi dokter yang terbukti membuka praktek pagi hari hingga jam 08.00 WIB akan dikenakan teguran dari dinas. Teguran ini akan dilakukan selama 3 kali, dan apabila teguran sudah tiga kali baru kami akan berikan sanksi yang berat bisa saja pencabutan izin praktek.

“Sejauh ada beberapa dokter yang mendapat teguran, kebanyakan dari mereka memang dokter-dokter yang bertugas di wilayah utara,” tuturnya.

Dinas Kesehatan sendiri sebenarnya tidak melarang dokter untuk membuka praktek di pagi hari, asalkan sesuai aturan yang berlaku salah satu jam kerjanya. Karena dokter sebagai Pegawai Negeri Sipil memang sudah seharusnya mendahulukan tugasnya memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien di puskesmas.

“Untuk menekan dokter-dokter yang membandel ini, dinas kesehatan sendiri telah menyediakan kepada masyarakat berupa survei kepuasan terhadap pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas. Masyarakat apabila tidak puas bisa langsung menyampaikannya langsung melalui survei tersebut,” paparnya.(S.02).

522 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pasien-puskesmas-leuwimunding-terbengkalai/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *