Pembangunan Air Mancur Depan Pendopo Jadi Sorotan

Majalengka, (Sinarmedia),-
Lagi-lagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka membuat program yang dianggap tidak pro rakyat dan hanya bersifat pemborosan anggaran padahal  beban utang ke PT. Askes saja kini sudah mencapai Rp.70 milyar. Kebijakan pemkab yang dinilai beberapa kalangan merupakan penghamburan anggaran itu adalah pembangunan air mancur di depan gedung pendopo Kabupaten Majalengka.
Seperti diketahui dalam pekan ini  Pemkab Majalengka tengah membongkar taman kecil yang ada di depan pendopo Kabupaten Majalengka. Informasi yang diperoleh taman kecil yang juga ada air mancurnya itu dibongkar karena akan dibangun taman air mancur yang nilainya mencapai ratusan juta  rupiah.
Pembangunan air mancur tersebut mendapat sorotan dan kritikan dari sejumlah warga karena pembangunan tersebut dianggap tidak tepat karena masih banyak yang lebih penting seperti perbaikan jalan-jalan desa yang kini masih banyak yang mengalami kerusakan.
Seperti dikemukakan salah seroang aktifis pemuda Didin Saefudin. Menurut Didin seharusnya pihak Pemerintah  dalam hal ini Bupati Majalengka H. Sutrisno yang mendapat julukan dari beberapa kalangan masyarakat  sebagai  Bapak Pembangunan harus mempunyai program skala prioritas dalam pembangunan di Kabupaten Majalengka.
Dikatakan Didin, Memang  pembangunan air mancur yang ada di depan gedung Pendopo Majalengka itu merupakan program dalam rangka menambah estetika taman gedung pendopo, tetapi di luar itu masih banyak pembangunan yang lebih penting  yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan.
Contohnya masih banyak sektor lain ketimbang mempercantik air mancur di depan pendopo seperti, banyak sekolah yang rusak, jalan-jalan di pedesaan yang rusak parah dan belum pernah tersentuh perbaikan, masih banyak warga miskin  yang menunggu uluran tangan pemerintah .
Program untuk pengentasan kemiskinan saat ini masih belum maksimal  hal itu bissa dilihat dari  masih banyak rumah warga yang tidak layak huni di pedesaan yang belum tersentuh oleh program Rutilahu, masih banyak warga miskin yang belum mempunyai listrik sendiri,bahkan masih banyak warga kurang mampu yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.
Masalah pembangunan yang kurang  perlu seperti pembangunan air mancur  di alun-alun dan bunderan Munjul sempat mendapat kritikan dari anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa yang juga pimpinan pondok pesantren Almizan Jatiwangi KH.Maman Imanulhaq. Menurut Maman  dari pada  membangun hal yangtidak perlu seperti tugu-tugu lebih baik membayar tunggakan kepada Askes yang sering menjadi sorotan di tingkat pusat hingga memalukan nama Majalengka.
Sementara itu Kepala Bagian Sarana dan Keuangan Setda Majalengka Drs. Ono Haryono ketika dikonfirmasi Sinarmedia  membenarkan adanya pembangunan air mancur yang kini  sedang tahap pelaksanaan di depan kantor Bupati Majalengka.
Ono menolak berkomentar lebih jauh terkait pembangunan air mancur tersebut namun ia menjelaskan anggaran pembangunan air mancur itu sebesar Rp. 200 juta lebih.(S.09)

887 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pembangunan-air-mancur-depan-pendopo-jadi-sorotan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *