Pembangunan Bandara

Keinginan pemerintah Propinsi Jawa barat untuk memiliki bandara  bertaraf internasional di Kertajati nampaknya akan segera terwujud.Kini proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang terletak di kecamatan Kertajati itu sudah mulai dikerjakan. Bahkan tidak tanggung- tanggung pemerintah provinsi Jawa Barat menargetkan pada tahun 2016 mendatang pembangunan bandara itu harus sudah rampung dan bisa dioperasikan.

Pembangunan BIJB Kertajati merupakan salah satu proyek nasional yang sudah masuk dalam pelaksanaan program Master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pembangunan BIJB di wilayah kabupaten Majalengka tentunya sangat strategis karena ditunjang proyek pembangunan nasional lainnya, seperti jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) dan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Keberadaan Bandara Kertajati dipastikan akan meningkatkan arus transportasi barang bagi usaha kargo dan transportasi manusia bagi sektor pariwisata. Begitu pula dengan keberadaan tol Cisumdawu yang akan menjadikan perjalanan darat menjadi lebih cepat, yakni hanya 40 menit dari Bandung ke Majalengka.

Dan yang paling terpenting pembangunan BIJB Kertajati yang dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pusat tentunya memiliki tujuan yang sangat baik yakni mengembangkan perekonomian nasional dan mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi bandara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta.

Tentunya kita harus menyambut positif dengan mega proyek  pembangunan BIJB di Kertajati ini, karena sudah barang tentu akan berdampak positif bagi perekonomian seluruh masyarakat Majalengka pada umumnya.

Seperti yang terjadi sekarang ini,sudah banyak investor dari luar yang menanamkan modal untuk mendirikan perusahaan dan pabrik di wilayah kabupaten Majalengka.Dengan banyak berdirinya industri pabrik – pabrik ini secara tidak langsung dapat menyerap ribuan tenaga kerja. Namun demikian pemerintah hendaknya jangan lupa akibat dari pembangunan bandara itu ada ribuan  warga yang harus merelakan rumah dan tanahnya dijadikan  pembangunan Bandara Internasional  itu.

Pembangunan Bandara Kertajati berpotensi menimbulkan dampak terhadap pola hidup atau kebiasaan masyarakat terutama yang tinggal disekitar lokasi pembangunan, untuk itu pemerintah harus memperhatikan kearifan lokal dalam proses pembangunnan bandara Kertajati ini. Mulai dari perencanaan, pembebasan lahan, proses pembangunan hingga pembangunan Bandara selesai, tentunya masyarakat yang berada dilokasi bandara jangan sampai dirugikan terutama dari aspek ekonomi.

Sudah menjadi kewajiban apabila pemerintah kabupaten Majalengka memperhatikan nasib masyarakatnya agar tidak menjadi korban akibat pembangunan Bandara Kertajati ini. Seperti yang terjadi pada  masyarakat desa Kertasari yang merupakan daerah paling dekat dengan lokasi bandara, kini masyarakatnya yang mayoritas berprofesi sebagai petani putus asa dan terancam menjadi pengangguran karena harus meninggalkan lahan pertanianya.

Selain itu masyarakat desa lainya masaih ada yang terancam tidak mempunyai tempat tinggal karena masyarakat harus meninggalkan rumah yang sudah bukan lagi menjadi miliknya mengingat telah dibayar oleh pemerintah. Namun yang menjadi masalah besar adalah masyarakat bingung dengan uang ganti yang diterimanya yang dianggap  tak memadai.

Seperti diberitakan oleh koran ini pada edisi sebelumnya , ada ratusan warga menangis dan bingung hendak pindah kemana karena uang ganti rugi yang dierimanya tidak cukup untuk pendah ke lokasi yang baru.Sebagai gambaran  tanah warga dihargai sebesar Rp.400-700 ribu perbata  sedangkan warga harus membeli tanah pengganti  yang ada di desa sekitar  sebesar Rp.1,5-Rp.2 juta  per bata.

Akibatnya , masih banyak warga yang masih bertahan walaupun tanahnya sudah dibebaskan. Bahkan sejumlah warga  nekat menanami tanah bandara walaupun dilarang dan diancam dikenakan sangsi berat.

Lain halnya yang terjadi pada masyarakat desa Sukamulya kecamatan Kertajati yang sampai saat ini “Keukeuh” mempertahankan tanah dan rumahnya agar tidak jadi dibebaskan oleh pemerintah. Penolakan warga Sukamulya tersebut memang sangatlah wajar mengingat mereka tidak menginginkan nasib masyarakat desa lainya  yang terkatung – katung juga akan menimpa mereka.

Tentu saja kita semua berharap agar contoh kasus diatas tidak terjadi, bagaimanapun tujuan utama pembangunan Bandara Kertajati dapat menyejahterakan seluruh masyarakat Majalengka dalam rangka mendongkrak percepatan pembangunan tanpa harus ada pihak atau masyarakat yang dirugikan apalagi  dikorbankan.

Betapa pentingnya perencanaan yang matang dalam sebuah pembangunan terutama berkaitan dengan aspek – aspek sosial ekonomi masyarakat, alangkah bijaksana apabila sebelum melakukan pembebasan lahan pemerintah terlebih dahulu mempersiapkan lahan relokasi terutama bagi masyarakat yang rumahnya terkena gusuran proyek pembangunan bandara Kertajati. Disamping juga mempersiapkan pembekalan bagi masyarakat program pelatihan ketenaga kerjaan, karena dengan SDM masyarakat disekitar lokasi pembangunan bandara yang notebene adalah petani tentu tidaklah mudah apabila harus beralih profesi tanpa ada pembekalan terlebih dahulu.

Namun  kita berharap  adanya pembangunan bandara Kertajati akan banyak dampak positif yang ditimbulkan  terutama dalam pemacu pertumbuhan ekonomi baik di kabupaten Majalengka secara khusus dan pemerintah Provinsi Jawa Barat secara umum. ****

1,075 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pembangunan-bandara/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *