Pembangunan Kios Pasar Prapatan Dikeluhkan

Sumberjaya,(Sinarmedia).-
Proyek rehabilitasi auning (revitalisasi  pasar tradisional) pasar  Prapatan yang terletak di Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya dikeluhkan sejumlah warga mulai dari pengunjung, pemilik toko, pengendara bermotor hingga petugas parkir, pasalnya akibat pembangunan kios-kios baru di halaman pasar dianggap mengganggu karena kini areal halaman pasar menjadi sempit dan kumuh.
Pembangunan kios-kios baru oleh Dinas KUKMPERINDAG ini disayangkan oleh sejumlah warga karena terkesan dipaksakan, pemerintah seharusnya merencanakan lebih matang sebelum membangun kios-kios baru ini yakni agar ditempatkan di belakang pasar bukan di depan pasar. Selain itu dengan anggaran yang mencapai Rp.2,4 milyar dianggap tidak sebanding dengan hasil pekerjaan yang terkesan asal-asalan.
Saat ditemui Sinarmedia sejumlah pedagang pasar umumnya mengeluhkan dengan adanya pembangunan kios-kios baru di halaman pasar tersebut, menurut Ocik salah seorang pedagang pakaian mengaku dengan adanya pembangunan kios pasar kini menjadi sepi karena kondisi pasar menjadi sempit dan kumuh.
“Sudah sebulan terakhir omzet penjualan dagangan menurun, hal ini diakibatkan pasar sepi pengunjung karena ada pembangunan kios-kios baru di halaman pasar. Sehingga para pengunjung enggan datang ke pasar, walaupun pada hari pasaran Senin dan Kamis pengunjung relatif sepi,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Iip (32) warga Desa Parungjaya Kecamatan Leuwimunding, ia mengaku rutin ke pasar setiap harinya untuk membeli sayuran dan kebutuhan lainnya, namun sejak adanya proyek pembangunan kios-kios baru di halaman pasar ia menjadi malas untuk datang ke pasar mengingat kini lokasi pasar menjadi sempit tidak ada lahan untuk parkir kendaraan bermotor.
“Saya menjadi malas datang ke Pasar Prapatan, karena dengan adanya kios-kios baru akses jalan menjadi sempit selain itu Pasar Prapatan kini tidak memiliki halaman, jadi saya kesulitan apabila membawa kendaraan sekarang lebih memilih belanja ke Pasar Leuwimunding,” kata ibu rumah tangga ini.
Sementara keluhan juga datang dari para petugas parkir yang berada di halaman Pasar Prapatan. Menurut Wawan salah seorang petugas parkir mengaku kini omzet yang diperolehnya menurun drastis. Menurutnya dengan adanya pembangunan kios baru di halaman pasar otomatis lahan parkir kendaraan bermotor kini menjadi sempit dan para pengunjung malas untuk datang ke Pasar Prapatan.
“Para pengunjung Pasar Prapatan kini menjadi sepi, karena para pengunjung yang biasa membawa kendaraan bermotor ke pasar kini sulit karena akses jalan menjadi sempit dan halamannya pun sedikit. Otomatis pengahasilan kami sebagai tukang parkir pun menjadi sepi,” keluh Wawan sambil memperlihatkan penghasilannya yang dalam sehari hanya mendapatkan Rp.40 ribu padahal sebelumnya bisa mendapatkan Rp.50 – 70 ribu per harinya.
Malasah lainnya dengan adanya pembangunan kios-kios di halaman Pasar Prapatan ini adalah kemacetan kendaraan roda empat yang melintas pasar, dengan kondisi ini kini pasar menjadi sempit karena tidak memiliki halaman bahkan jarak antara kios pasar dengan jalan raya Cirebon–Bandung hanya menyisakan 4 meter saja. Tentu kondisi ini akan menimbulkan masalah baru seperti kemacetan.
Setiap harinya kendaraan seperti mobil box yang mengisi produk ke kios-kios di pasar Prapatan memarkir kendaraannya tepat di bahu jalan raya karena kini pasar tidak lagi memiliki halaman. Akibatnya arus kendaraan menjadi macet terutama pada pagi hari.
“Seharusnya pemerintah memikirkan dampaknya sebelum membangun kios baru di halaman pasar karena apabila halaman pasar dibangun kios otomatis kendaraan khususnya roda empat tidak bisa masuk kepasar, sehingga mobil – mobil berjejer dipinggir jalan dan menimbulkan kemacetan,” kata Arif (27) salah seorang warga desa Rancputat saat ditemui Sinarmedia.
Sementara itu, ditemui terpisah Kepala Seksi Pasar Dinas koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Majalengka, Arya yang sekaligus menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pembangunan tersebut mengatakan pembangunan kios-kios pasar sudah dimusyawarahkan terlebih dulu dengan para pedagang setempat.
Setelah melalui proses yang cukup alot akhirnya tokoh pedagang setempat menyetujui untuk dilaksanakannya pembangunan namun hal itu disampaikannya secara lisan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi terlebih dulu dan itu sudah dilakukan selama berbulan-bulan lamanya, pembangunan ini juga sudah kami rencanakan secara matang dengan menimbang dari berbagai aspek dan bukan semata untuk kepentingan kami,“ papar Arya saat ditemui di kantornya.
Menurut Arya, dilakukannya pembangunan itu diantaranya bertujuan untuk mensejahterakan dan meningkatkan pendapatan pedagang sehingga tidak harus berjualan dadakan atau disebut pasar tumpah yang kerap menimbulkan kemacetan.
“Proyek pembangunan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp.2,4 milyar untuk 72 unit toko yang dikerjakan oleh CV. Manunggal,“ pungkasnya.

Diduga Ada Unsur KKN
Proyek dengan judul kegiatan rehabilitasi auning (revitalisasi pasar tradisional) pasar Prapatan dengan anggaran Rp.2,4 milyar menimbulkan tudingan adanya unsur Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) dalam pelaksanaannya pasalnya perusahaan pemenang tender proyek tersebut adalah orang dekat pegawai dinas KUKMperindag. Selain itu oknum pegawai KUKM perindag itu kerapkali meninjau lokasi pembangunan proyek rehabilitasi proyek pasar tersebut dan terlihat tengah mengatur.
Sejumlah pengusaha menduga, perusahaan CV. Manunggal diduga hanya dipinjam saja oleh oknum pegawai dinas KUKMperindag  yang selama ini dikenal selalu bermain proyek. Diharapkan aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan KKN pada proyek tersebut.(S.06)

516 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pembangunan-kios-pasar-prapatan-dikeluhkan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *