Pemkab Majalengka Dianggap Tidak Peduli Olahraga

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah kalangan pengurus olahraga di kabupaten Majalengka menyesalkan kebijakan Pemkab Majalengka yang dinilai tidak peduli lagi terhadap dunia olah raga di kabupaten Majalengka. Hal itu karena Pemkab tidak mengalokasikan  anggaran dana  untuk pembinaan olah raga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015.
Kekecewaan terhadap kebijakan Pemkab Majalengka yang tidak mengakomodir anggaran untuk pembinaan olahraga tersebut disampaikan oleh seluruh Pengurus  cabang  (Pengcab) olahraga  kepada komisi D DPRD Kabupaten Majalengka belum lama ini.
“Pemerintah daerah berkewajiban memberikan pelayanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya kegiatan olahraga bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi sesuai pasal 11 ayat 2 UU Nomor 3 tahun 2005. Dengan tidak memasukan anggaran untuk olahraga jelas Pemkab Majalengka melanggar amanat dari UU,” kata Ridwan Efendi ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kab. Majalengka saat menyampaikan keluhannya ke komisi D DPRD Kab. Majalengka.
Menurut Ridwan, pihaknya sangat prihatin sekali terhadap kebijakan Pemkab Majalengka khususnya Bupati Sutrisno yang tidak menganggarkan dana hibah untuk pembinaan atlet-atlet pada APBD tahun 2015 ini. Padahal selama ini Bupati Surisno selalu menekankan bahwa setiap tahunnya atlet Majalengka harus bisa berprestasi agar bisa mengangkat dan mengharumkan nama Majalengka.
“Tapi ini malah sebaliknya justru pihak pemkab Majalengka tidak memperhatikan dan tidak memberikan dana bantuan kepada pengcab-pengcab olahraga, padahal untuk mendapatkan prestasi itu harus ditunjang dengan dana,” katanya.
Sangat wajar apabila atlet-atlet Majalengka selama ini tidak berprestasi, sebab pemerintah sendiri tidak mau memperhatikannya. Padahal di kabupaten lain, seperti Kabupaten Kuningan, dan Indramayu menganggarkan bantuan untuk pembinaan para atlet sejak dini itu dengan jumlah sangat besar sekali hingga mencapai Rp.2 – 3 milyar setiap tahunnya.
“Jadi sangat wajar apabila ada atlet yang bagus dan berpotensi asal Majalengka ini lebih memilih berkiprah kabupaten lain, sebab di kabupaten lain perhatian  dan pembinaannya jelas,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Sulaeman Gozali dari Pengcab Percasi. Menurutnya, dengan tidak dianggarkannya dana olahraga permasalahannya sekarang pengcab-pengcab dihadapkan pada posisi dilematis. Disatu sisi mengharapkan calon atlet junior berbakat dan potensial, sebagai output kompetisi olahraga jalur pendidikan yang harus didukung fasilitias dari pengcab, namun di lain sisi pengcab justru tidak memperoleh pagu anggaran pembinaan bagi para atlet.
Untuk itu Sulaeman Gozali berharap kepada para anggota DPRD dari komisi D untuk memperjuangkan dengan kewenangan hak budget yang dimiliki dewan agar ada anggaran dana hibah untuk para Pengcab untuk pembinaan para atlet melalui Konida.
“Saya memohon kepada anggota dewan yang terhormat  agar bisa memperjuangkan menggunakan hak budgetnya dalam bentuk nota rekomendasi dewan untuk pemerintah Daerah Majalengka agar menganggarkan dana hibah untuk pengcab melalui Koninda,” kata Sulaiman
Sementara itu, ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Kab. Majalengka Dodi  M mengatakan, pemerintah terkesan tidak peduli terhadap pembinaan olahraga khususnya bagi para atlet, pasalnya pada tahun 2015 ini tidak menganggarkan dana hibah untuk pengcab. Bahkan sebelumnya pada tahun 2014 lalu juga pengcab tidak bisa mencairkan anggaran untuk pembinaan atlet sebesar Rp. 1 milyar yang diperuntukkan bagi 24 pengcab.
Sehingga dengan tidak ada anggaran pada tahun 2014 dan 2015 ini kami selaku pengcab-pengcab, kata Dodi, tidak bisa melakukan pembinaan pada atlet junior. Bahkan pada tahun 2014 ketika akan melaksanakan Porda terpaksa harus mencari uang sendiri dengan cara mencari bapak angkat agar atlet asal Majalengka ini bisa ikut dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda).
“Bahkan kami-kami ini harus rela tidur di jalan-jalan akibat tidak ada anggaran. Dan pantas saja pretasi atlet Majalengka selalu ada di bawah dan jeblok, berbeda dengan Kabupaten Bogor pemerintah Daerah memberikan anggaran hibah untuk pembinan atlet dan Porda mencapai angka Rp.45 milyar sehingga wajar apabila pretasinya bagus,” paparnya.
Anggota komisi D DPRD Kab. Majalengka, Multajam mengaku prihatin atas sikap pemkab Majalengka yang tidak menganggarkan dana hibah untuk pembinaan atlet ini. Politisi Partai Gerindra ini mengaku dewan tidak bisa berbuat apa-apa pasalnya selama ini dewan di Majalengka lemah dan tidak frontal dalam menyikapi tentang anggaran.
“Kami atas nama dewan sangat menyayangkan karena pihak eksekutif khususnya Dinas Porabudpar yang tidak mengajukan anggaran pada tahun 2015 untuk pembinaan atlet. Apabila pihak Disporabudpar mengajukan anggaran pasti kami akan menyetujuinya, namun ini jelas kesalahan Disporabudpar karena tidak menganggarkannya,” katanya.
Padahal menurut Multajam komisi D sudah mengingatkan kepada Bupati Sutrisno agar supaya memperhatikan olahraga serta para pengurus pengcab-pengcab, bahkan dirinya setuju  sekali akan mengusulkan anggaran kepada Bupati untuk menganggarkan dana pembinaan atlet sebesar Rp. 2-3 Milyar.
“Saya sangat setuju anggaran untuk pengcab ini sebesar Rp.2 atau 3 Milyar pertahunnya guna pembinaan atlet, apalagi itu uang rakyat,” tambahnya.
Multajam menambahkan, pihaknya  juga sangat menyanyangkan karena tidak hadirnya ketua Koni Majalengka, dengan tidak hadirnya ketua Koni Majalengka ini menandakan pembinan Koni terhadap Pengcab olahraga tidak ada. Untuk itu kata Mulatajam pihaknya meminta kedepanya Koni itu seharusnya dibentuk oleh pengcab bukan oleh Bupati. Karena sudah sudah jelas Koni Majalengka saat ini tidak ada perannya sama sekali terhadap dunia olahraga.
Sementara itu, hal yang sama disampaikan Sudibyo anggota komisi D DPRD Majalengka, menurutnya  akar permasalahan tidak ada anggaran pembinaan atlet dari pemerintah terletak pada ketua Koni, karena tidak mengajukan alokasi anggaran kepada Disporabudpar.
“Saya meminta agar kepengurusan Koni segera dibenahi, dan alangkah baiknya ketua Koni diturunkan saja karena Koni telah gagal dalam membina olahraga dan atlet yang ada di Majalengka,” katanya.
Kepala Dinas Porabudpar Majalengka Ahmad Suswanto mengatakan, ia tidak mengajukan anggaran hibah untuk pembinaan atlet melalui pengcab disebabkan ada kesalahan di pihak Koni sendiri. Koni terlambat dalam mengajukan anggaran hibah untuk pembinaan atlet di Majalengka pada tahun anggaran 2015 ini.
“Pada waktu itu Koni mengajukannya sekitar tanggal 28 Desember, sedangkan penetapan pembahasan anggaran ditetapkan pada tanggal 29 Desember,” kata Ahmad.
Ahmad menambahkan,  sebenarnya pada anggaran tahun 2014 lalu pihaknya telah menganggarkan  sebesar Rp. 1 milyar untuk pembinaan atlet ini, namun pada saat proses pencairan ada kesalahan nomor rekening, sehingga pada saat itu kami dari Disporabudpar terpaksa bersama TAPD mengalihkan anggaran yang 1 Milyar itu yang tadinya untuk dana pembinaan atlet terpaksa dipindahkan alokasinya uang 1 Milyar itu digunakan buat anggaran Porda.( S.05).

527 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pemkab-majalengka-dianggap-tidak-peduli-olahraga/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *