Pemkab Majalengka Naikan TPP Hingga 150%

Majalengka,(Sinarmedia).-

Di saat situasi ekonomi masyarakat yang tengah memprihatinkan pemerintah kabupaten Majalengka justru menaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi seluruh PNS di kabupaten Majalengka.Anggaran yang tersedot akibat kenaikan TPP itu mencapai Rp.36 Milyar dari APBD tahun 2016 atau Rp 3 milyar per bulan.Kebijakan Bupati menaikan TPP yang mencapai 100 hingga 150 persen ini menimbulkan sikap pro dan kontra dari masyarakat.
Sebagian besar PNS yang menyambut antusias kenaikan TPP ini karena sudah beberapa tahun tidak pernah ada kenaikan karena TPP Majalengka selama ini terendah dibanding dengan kabupaten tetangga.Selain itu dengan kenaikan TPP ini sangat membantu para PNS di kabupaten Majalengka dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai dampak terjadinya inflasi.
Kebijakan Pemkab Majalengka menaikkan TPP yang mencapai 100 persen itu disesalkan oleh pengamat kebijakan publik Uju Juhara.Menurut Uju, kenaikan TPP memang harus dilakukan karena selama ini TPP PNS Majalengka masih rendah dibanding kabupaten lain. Namun kenaikan yang cukup fantastis mencapai 100-150 persen sangat tidak tepat karena mengingat kondisi ekonomi masyarakat saat ini tengah dalam keprihatinan.
Mestinya Pemkab Majalengka menaikan TPP secara bertahap hingga tidak memberatkan APBD Majalengka.Ditambahkanya, pemerintah harusnya lebih banyak membuat program dalam upaya pengentasan kemiskinan di kabupaten Majalengka yang jumlahnya masih cukup tinggi.
Namun demikian apabila memang TPP ini terlanjur diberlakukan, Uju berharap kenaikan TPP ini diimbangi dengan peningkatan kinerja PNS yang lebih baik lagi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.Tidak ada lagi alasan PNS untuk bekerja berleha-leha dan bermalas-malasan karena sudah diberi gaji dan tunjangan yang besar.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun Sinarmedia, tidak semua pegawai senang dengan kenaikan TPP ini pasalnya nilai kenaikannya masih jauh dari harapan jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Selain itu kenaikan TPP ini hanya dirasakan oleh para pejabat atau eselon tinggi saja sementara staf atau fungsional umum kenaikannya tidak terlalu signifikan.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, H. Ahmad Sodikin, dasar kenaikan TPP ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai, tentunya dengan kenaikan TPP ini para pegawai dituntut untuk bekerja lebih professional. Selain itu kenaikan TPP ini sesuai dengan amanat Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa PNS akan mengalami kenaikan pendapatan dari dua komponen yang dinilai dari tanggung jawab kerja, resiko kerja serta beban kerja.
“Iya betul rencananya tahun ini seluruh PNS akan mendapat kenaikan TPP mulai dari tunjangan jabatan struktural dan tunjangan umum terhitung sejak 1 Januari 2016. Dan adapun untuk besaran kenaikan mencapai 100–150 % disesuaikan dengan beban kerja,” katanya.
Diki menambahkan, kenaikan TPP ini berdasarkan hasil kajian dari beberapa kabupaten lain dan disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat saat ini serta kemampuan anggaran yang ada. Kenaikan TPP kali merupakan langkah awal karena mudah-mudahan kedepan apabila anggaran yang ada memenuhi pihaknya akan mencoba mengusulkan untuk menaikannya kembali.
“Kita selaku pegawai patut mensyukuri kenaikan TPP ini, mudah-mudahan kedepan TPP bisa terus meningkat tentunya hal ini disesuaikan dengan keseimbangan keuangan daerah karena apabila anggaranya mumpuni dan cukup kenapa tidak TPP untuk dinaikan lagi,” tambahnya.
Adapun rencana besaran penyusuaian tambahan penghasilan pegawai diantaranya : untuk jabatan Sekda (eselon IIa) TPP saat ini adalah 3 x tunjangan jabatan (Tunjab) naik menjadi 4 x tunjab yakni dari Rp. 9.75 juta naik menjadi Rp.13 juta. Eselon IIb setara dengan Asisten Setda, Sekretaris DPRD, Inspektur, Kepala Bapeda, Kepala DPKAD, dan Kepala BKD TPP saat ini adalah 2 x tunjab naik menjadi 3 x tunjab yakni dari Rp. 4.050 juta naik menjadi Rp. 6.075 juta.
Sementara khusus PNS eselon II a dan III a yang berada di lingkungan Setda Majalengka naik 150% misalnya untuk jabatan Kepala Bagian (Kabag) dari TPP saat ini adalah 1 x tunjab naik menjadi 2,5 x tunjab atau dari Rp. 2. 025 juta naik menjadi Rp. 5.062 juta. Dan eselon III a dari Rp. 1.260 juta naik menjadi 3.150 juta.
Berbeda dengan pejabat eselon II b dan III b diluar lingkungan Setda kenaikan TPP hanya 100% atau 1 x tunjab, seperti eselon II b Camat dan Sekretaris Dinas TPP saat ini Rp. 1.260 naik 1 x tunjab yakni Rp. 2.520 juta. Sedangkan eselon III b atau kepala bidang di SKPD naik 1 x tunjab yakni dari Rp. 980 ribu naik menjadi 1.960 juta.
Begitu pun Jabatan eselon IV a di lingkungan Setda ada perbedaan dalam kenaikan TPP yakni hingga 150% atau 2,5 x tunjab. Untuk jabatan Kasubag Setda dari Rp. 540 ribu naik menjadi Rp. 1.350 juta, dan eselon IV a diluar Setda dari Rp. 540 ribu naik menjadi Rp. 1.080 juta. Eselon IV b kelurahan dari Rp. 490 ribu naik Rp. 980 ribu, dan eselon V a atau setara dengan jabatan Subag TU sekolah dari Rp. 360 ribu naik menjadi Rp. 720 ribu.
Khusus untuk pegawai fungsional umum kenaikan TPP mencapai 200 % atau 2 x tunjab umum, untuk golongan I dari Rp. 175 ribu naik menjadi Rp. 525 ribu. Golongan II dari Rp. 180 ribu naik menjadi 540 ribu, golongan III dari 185 naik menjadi Rp. 555 ribu dan golongan IV dari Rp. 190 ribu naik menjadi Rp. 570 ribu.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Majalengka, H. Sanwasi mengatakan adanya perbedaan kenaikan antara jabatan di lingkungan Setda dan diluar lingkungan Setda ini bukan karena mengistimewakan pegawai yang ada dilingkungan Setda. Hal tersebut didasarkan pada beban kerja tanggung jawab pegawai yang ada di lingkungan Setda bisa dibilang lebih besar jika dibandingkan pegawai yang ada di luar Setda.
“Oh tidak, kami tidak membeda-bedakan pegawai karena semuanya sama, hanya saja pegawai yang ada dilingkungan Setda ini bisa dibilang beban kerjanya jauh lebih banyak sementara tanggung jawab yang harus dijalankannya cukup besar. Jadi atas dasar itu kami memberikan uang TPP lebih besar sedikit atau 50 % saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Majalengka, Edy Noor Sudjatmiko mengatakan, dengan rencana kenaikan TPP pada tahun 2016 anggaran tambahan yang dibutuhkan pemerintah Kabupaten Majalengka ini adalah Rp. 3.045.715.00 per bulannya, atau Rp. 36.548.580.000 untuk setahun.
“Dengan kenaikan TPP tahun ini pemerintah telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 3 milyar per bulannya atau Rp. 36 miliar per tahunnya,” jelasnya.(S.02).

1,170 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pemkab-majalengka-naikan-tpp-hingga-150/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *