Pencabulan di Majalengka Meningkat

Majalengka,(Sinarmedia).-

Kasus  pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Majalengka berada dalam tahap cukup memprihatinkan. Dalam satu bulan Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka  menyidangkan 4 hingga 6 perkara pencabulan dengan usia korbannya rata-rata 15 tahun. Mirisnya lagi diantara pelakunya merupakan orang dekat seperti kakek  tiri, ayah tiri dan seorang oknum guru SMP.

Menurut kepala Kejaksaan negeri (Kejari) Majalengka H.Iwa Suwia Pribawa melalui kasi pidana umum (Pidum) Wahyu menyebutkan, tahun ini perkara pemerkosaan terhadap anak dibawah umur mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, bulan ini saja pihaknya menerima limpahan perkara pencabulan dari Polres Majalengka sebanyak  6 perkara dan diantaranya tengah menjalani proses persidangan.

“Umumnya para pelaku mengancam korbannya agar melayani nafsu bejatnya jika tidak dipenuhi korban diancam  akan dibunuh. Selain itu ada pula dengan modus mengiming-iminginya dengan harta dan akan menikahinya, diantara pelakunya merupakan kakek tiri, ayah tiri dan seorang oknum guru, mereka melakukan perbuatan bejatnya secara berulang-ulang bahkan ada korbanya yang  hamil, “ paparnya.

Saat ini pihaknya tengah menyidangkan 2 orang dengan terdakwa kakek berinisial SR (70) dan AK (61) asal Desa Mirat Kecamatan Leuwimunding. Perbuatan kakek “teu uyahan“ ini mengakibatkan korban MI (13) yang merupakan tetangga dekat terdakwa hamil dan sudah melahirkan bayinya, kini usia bayinya sudah menginjak 7 bulan.

Sebelumnya pihaknya juga pernah menangani perkara serupa dengan terdakwa seorang kakek asal Kecamatan Kadipaten yang tega mencabuli cucu tirinya hingga berkali-kali di kamar tidurnya dan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Majalengka terdakwa dijatuhi hukuman 10 tahun kurungan pidana penjara.

Sementara terkait hasil putusan Presiden Jokowi atas hukuman kebiri, seumur hidup dan hukuman mati bagi para pelaku kekerasan terhadap anak diakuinya hingga saat ini pihak Kejari Majalengka belum menerima surat edaranya dari Jaksa Agung.

“Sepengetahuan saya hukuman itu diberlakukan bagi para pelaku yang melakukaan aksinya secara sadis hingga mengakibatkan korbannya meninggal secara mengenaskan seperti yang terjadi di Depok beberapa waktu lalu dan sampai saat ini kami belum menerima surat edarannya “ jelasnya.(S.04)

404 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pencabulan-di-majalengka-meningkat/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *