Pencabulan Terhadap Anak Mengancam

Majalengka,(Sinarmedia).-

Memprihatinkan, perkara tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Majalengka dari tahun ketahun menunjukan angka peningkatan. Para pelakunya adalah orang dekat korban seperti ayah tiri, tetangga bahkan oleh gurunya sendiri. Untuk itu perlu adanya pengawasan dari orang tua terhadap anak baik ketika berada di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Adanya peingkatan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, M. Iwa Suwia Pribawa melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Wahyu. Menurutnya, perkara pencabulan terhadap anak terus meningkat dalam satu bulan pihaknya menerima limpahan perkara dari kepolisian mencapai dua sampai empat perkara .

“Untuk perkara pencabulan yang dilakukan oknum guru agama baru-baru ini berkasnya sudah kami terima dan segera akan disidangkan. Pelaku akan dikenakan Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 64 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara ,” ungkapnya.

Pihaknya menilai minimnya sosialisasi terhadap masyarakat menjadi salah satu faktor penyebabnya, karena selama dirinya menjabat sebagai Kasi Pidum di Majalengka yang sudah berjalan selama 2 tahun hanya baru satu kali digelar sosialisasi oleh pemerintah daerah.

Sementara Kapolres Majalengka, AKBP. Mada Roostanto melalui Kasat Reskrim AKP. Bimantoro Kurniawan didampingi Kanit PPA, Ipda Novita Rindi Pratama menerangkan bahwa kasus pencabulan dengan tersangka oknum guru agama di salah satu madrasah di Kecamatan Leuwimunding JA (52) belum lama ini terungkap setelah salah satu korban (RA) (11) melapor ke aparat kepolisian.

Dari hasil laporan korban pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan sekaligus penangkapan terhadap tersangka. Diduga tersangka melakuakan aksi bejadnya terhadap anak didiknya di Madrasah ini sejak tahun 2013 silam artinya sudah 3 tahun, namun baru terungkap sekarang setelah korban RA dan orang tuanya melapor.

Berdasarkan pengakuan RA, gurunya yang berinitial JA  melakukan aksinya usai mengaji sekitar pukul 20.00 WIB, korban  diajak oleh tersangka pergi ke pinggir sungai Ciwaringin. Tahu akan dicabuli korban memberitahukan dua temanya untuk menguntit dari belakang  dengan membawa lampu senter.

Begitu pergi ke pinggir sungai kedua temannya terus mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan pelaku, begitu tersangka akan mencabuli korban, kedua temanya langsung menyorotkan lampu senter  ke arah tersangka dan korban hingga akhirnya pencabulan kala itu gagal dilakukan.

Esok harinya korban melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, begitu mendengar informasi tersebut mereka langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian setempat dan saat itu juga tersangka langsung ditangkap. Dihadapan penyididik  tersangka JA mengaku semua perbuatannya dengan alasan khilaf. Ia juga mengaku sudah sudah tujuh  anak didiknya pernah ia cabuli.

“Dalam menjalankan aksinya biasanya anak didiknya  dibujuk dengan iming-iming uang sebesar  Rp. 10 ribu, dan meminta korban untuk tidak menceritakan perbuatannya kepada orang tuanya ataupun orang lain,” kata Novita.

Ditambahkan Novita, para korban kini mengaku lega dengan ditangkapnya pelaku oleh kepolisian, namun kini secara psikologis mereka tentu sedikit terganggu karena shock atas kejadian yang menimpanya.

“Untuk itu kami pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua agar selalu memantau dan mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak menjadi korban pencabulan,” tambahnya.

Sementara keenam korban lainnya diantaranya ES (12) dicabuli di sebuah rumah kosong pada 2014, W (12) dicabuli di depan mushola pada 2014, A (12) dicabuli di sebelah madrasah pada 2014. Sementara itu, S (12) juga menjadi sasaran aksi pelaku di dekat mushola, O (12) menjadi korban pencabulan di sebelah madrasah pada 2013, dan Y (12) dicabuli di sebelah madrasah pada 2013.(S.04).

233 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pencabulan-terhadap-anak-mengancam/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *