Pendapatan Zakat Profesi Capai 10 Milyar Per Tahun

Majalengka,(Sinarmedia).-
Pemungutan Zakat profesi walaupun masih menuai sikap pro dan kontra dari kalangan PNS terus bergulir. Pemerintah kabupaten Majalengka melaui Bupati H.Sutrisno dan Wakil Bupati H.Karna Sobahi tak henti-hentinya “menghimbau” PNS untuk membayar Zakat profesi sebesar 2,5 % dari total gaji yang harus diterimanya setiap bulan.
Pemungutan Zakat profesi ,masih dipersoalkan oleh sejumlah PNS, pasalnya walaupun sejumlah PNS sudah membuat pernyataan keberatan untuk membayar zakat profesi tetap saja gajinya dipotong. Banyak PNS yang pada akhirnya hanya bisa pasrah  gajinya dipotong untuk zakat profesi karena takut mendapat sanksi dari atasannya.
Penolakan terhadap zakat profesi, menurut sejumlah PNS karena didasari beberapa hal diantaranya menyangkut keabsahan membayar zakat hal ini menyangkut keyakinan dalam beragama dan  alasan lainnya karena sisa gajinya yang sudah minim hingga tidak memungkinkan untuk dipotong.
Sementara itu wakil Bupati H. Karna Sobahi, menyebutkan, melalui zakat profesi yang diambil dari gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Majalengka dalam satu tahun bisa  terkumpul uang sebesar Rp.10 milyar, uang tersebut rencananya akan digunakan untuk beasiswa, kesehatan dan menuntaskan program rumah tidak layak huni (rutilahu) yang saat ini jumlahnya mencapai 9 ribu rutilahu.
Menurutnya, saat ini pihaknya akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp.3 milyar dari BAZNAS yang akan digunakan untuk beasiswa, biaya pengobatan kepada warga yang tidak mampu dan rutilahu.
Karna menambahkan, kedepan seluruh Camat akan dikumpulkan di Gedung Yudha untuk menerima bantuan dari BAZNAS karena  kedepan setiap bulan akan menerima kucuran dana dari BAZNAS sebesar Rp.10-15 juta per tahun, oleh karena itu pihaknya meminta agar setiap kecamatan mendata warga miskin yang berada di wilayahnya.
“Dari dana zakat yang terkumpul diantaranya akan disebarkan ke 26 kecamatan dengan nilai bantuan sekisar Rp.10-15 juta pertahunnya,” kata Karna.
“Hasil zakat profesi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kaum fakir dan miskin diantaranya untuk membedah rumah, bantuan modal usaha, untuk menyekolahkan anak, juga dianggarkan bagi warga yang membutuhkan mobil jenazah sudah disiapkan lengkap dengan supirnya tanpa dipungut biaya sepeserpun,” paparnya.
Kedepan tambah Karna direncanakan akan membangun rumah sakit  khusus untuk kelas rakyat dan juga ia menargetkan diakhir masa jabatannya 90 ribu rutilahu akan tuntas sehingga ditahun 2018 sudah tidak ada lagi warga Majalengka yang memiliki rumah tidak layak huni.
“Insya Allah tidak akan terjadi penyimpangan dalam penggunaan zakat profesi,“ pungkasnya.
Sementara itu sejumlah kalangan berharap agar BAZNAS Kabupaten Majalengka bersikap transparan dalam menyalurkan zakat profesi kepada masyarakat dengan memberikan laporan secara terbuka dan rutin dan harus ada audit independen karena menyangkuat uang tidak sedikit.
Seperti disampaikan ketua umum Lembaga Kajian dan Analisis Sosial (LEKAS) M. Taufik Pringadi CH., Menurutnya, terlepas masih mendapat protes dari sejumlah PNS, pada kenyataannya kini telah terkumpul dana  puluhan milyar dari hasil zakat profesi maka untuk itu BAZNAS sebagai lembaga yang menampung dan menyalurkan hasil dari Zakat profesi harus terbuka dan profesional dalam mengelolanya tanpa ada campur tangan pihak lain.
Selain itu tambah Taufik, untuk menghindari tudingan terjadinya politisasi dalam penggunaan dana yang dikumpulkan BAZNAS maka mestinya penyalurannya tidak melibatkan pejabat seperti Bupati maupun wakil Bupati. Sebaiknya BAZNAS diberi kewenangan dan keleluasaan untuk menyalurkan Zakat kepada yang berhak menerimanya.( S.06).

584 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pendapatan-zakat-profesi-capai-10-milyar-per-tahun/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *