Penerapan Kurikulum Di Kabupaten Majalengka Dikeluhkan

Majalengka,(Sinarmedia).-
Penerapan kurikukum yang berbeda disejumlah Sekolah Dasar (SD) di kabupaten Majalengka membingungkan sekaligus dikeluhkan oleh masyarakat terutama para orang tua murid. Seperti diketahui di kabupaten Majalengka masih ada sejumlah SD yang masih bertahan melaksanakan Kurikulum 2013 (Kurtilas) selebihnya banyak yang sudah kembali kepada Kurikulum lama yakni Kurikulum Tingkat Satuan Perndidikan ( KTSP) tahun 2006.
Sejumlah orang tua murid yang anaknya belajar di SD yang menerapkan Kurtilas sering mendapat keluhan dari anaknya yang tidak paham terhadap Kurtilas.Keluhan murid tersebut diduga dikarenakan guru di sekolah tersebut nampaknya belum siap untuk melaksanakan Kurtilas.Untuk itu beberapa orang tua murid meminta dinas pendidikan mengembalikanya ke KTSP.
“Saya khawatir terhadap pemndidikan anak saya, karena berdasarkan informasi bahwa Ujinan Nasional( UN) nanti berdasarkan KTSP, lalu bagaimana anak saya yang belajar dengan Kurtilas,” Keluh salah seorang orangtua murid.
Pemberlakuan Kurtilas sebenarnya tidak mutlak harus dilaksanakan di sekolah rintisan,penerapan Kurtilas sesuai dengan permendikbud nomor 160 tahun 2014 tentang pemberlakuan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 dalam pasal 2 ayat (3) disebutkan bahwa Satuan pendidikan rintisan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berganti melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 dengan melapor kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.
Sementara bunyi pasal 2 ayat (2) menyebutkan Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013.Dan ayat (1) menyatakan Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 (tiga) semester tetap menggunakan Kurikulum 2013
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) dinas pendidikan kabupaten Majalengka, Hj. Ropedah, S.Pd.Menurutnya, bagi sekolah yang sudah terlanjur menerapkan  Kurtilas tidak masalah dan tinggal melanjutkan, namun demikian sekolah tetap diberikan kebijakan untuk melanjutkan Kurtilas atau kembali ke KTSP.
“Bagi sekolah yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan tuntutan kebutuhan kurtilas, dalam Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 menyebutkan, Kemendikbud menetapkan sekolah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama tiga semester dapat melanjutkan Kurikulum 2013 sebagai uji coba yang kemudian bisa di jadikan sekolah Rintisan di seluruh Kabupaten atau Kota,” kata Ropedah didampingi Kasi Kurikulum H. Oman saat ditemui Sinarmedia.
Namun bagi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 baru satu semester kembali melaksanakan kurikulum tahun 2006 atau biasa disebut KTSP. Kelanjutan Kurtilas tersebut tentunya ini hasil dari musyawarah lembaga pendidikan dengan unsur pendidikan yang ada di Kabupaten Majalengka.
Kelanjutan Kurtilas bagi sekolah SDN, dan SMPN di Majalengka kata Oman, cukup dengan pembuktian kesiapan beberapa sekolah dengan di buktikan dengan pembubuhan tanda tangan dari kepala sekolah tersebut. Bagi sekolah yang tetap melanjutkan kurtilas bukan merupakan imbauan atau permintan dari pihak Dinas Pendidikan akan tetapi kesiapan dari sekolah masing-masing.
Lebih lanjut menurut Roepedah didalam metode pembelajaran antara sekolah yang menggunakan Kurtilas dan KTSP nantinya sebenarnya tidak menjadi masalah, bahkan di ujian akhir tahun pun tidak ada perbedaan sama sekali. Sebab didalam ujian akhir itu atau ujian Kompentensi menggunakan nilai yang mencakup keduanya yakni pengetahuan,artinya nilai pengetahuan itu di bagi tiga macam ,Pengetahuan, sikap dan keterampilan.
“Sehingga didalam sehari-hari itu sekolah yang menggunakan Kurtilas sistem pembelajaran mengenai tentang Sikap, revolusi mental dan keterampilan, sedangkan untuk KTSP di dalamnya adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap,” paparnya.
Sementara berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka ada 9 sekolah dasar yang tetap menerapkan Kurtilas dan dijadikan sebagai sekolah rintisan yakni SDN Liangjulang 1  Kadipaten , SDN Majalengka Kulon 2 , SDN Majalengka Wetan 7, SDN Cigasong 1, SDN Nangewer Sukahaji, SDN Pasir 1 Palasah, SDN Banjaran 1, SDN Campaga 1 Talaga, SDN Sadawangi 3 Leumahsugih.
Adapun untuk tingkat SMP yang tetap menjalankan Kurtilas adalah, SMPN 1 Jatiwangi, SMPN 3 Majalengka, SMPN 3 Banjaran dan SMPN 1 Kasokandel.(S.05).

744 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/penerapan-kurikulum-di-kabupaten-majalengka-dikeluhkan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *