Pengerjaan Proyek Saluran Irigasi Asal-Asalan

Sindang,(Sinarmedia).-

Sejumlah masyarakat desa Gunung Kuning kecamatan Sindang mengeluhkan buruknya kualitas pengerjaan proyek di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (PSDAPE) Majalengka dalam pembuatan saluran irigasi di blok Minggu desa Gunungkuning.

Menurut tokoh masyarakat Kusmadi (65),pengerjaan proyek saluran irigasi yang ada didesanya terkesan asal-asalan karena tida menggunakan bahan material yang sesuai, selain itu juga pihak perusahaan juga tidak measang papan proyek, tidak hanya sampai disitu proses pengerjaan sempat dihentikan selama satu bulan dan baru dilanjutkan lagi.

“Kami selaku masyarakat menyayangkan kualitas pengerjaan proyek yang terkesan asal jadi itu, kami dari awal memperhatikan pembangunan tidak dibuat pondasi baru hanya mengandalkan kekuatan semen yang menyambungkan dengan bangunan lamanya sehingga dikuatirkan bangunan akan cepat roboh,” kata Kusmadi kepada Sinarmedia.

Tidak hanya itu, menurut Kusmadi pengerjaan yang baru selesai sekitar 50% tersebut berkulitas rendah, tampak dari campuran semen dan pasir tidak seimbang dan pasir yang digunakan pun kualitasnya rendah. Ironisnya pihak PSDAPE terkesan membiarkan walaupun pihak rekanan proyek dalam mengerjakan sudah jelas asal – asalan dan tidak menggunakan bahan material yang bagus.

“Sebenarnya saya selaku masyarakat merasa senang dengan adanya pembangunan saluran irigasi ini, tapi kalau kualitasnya  seperti ini mungkin kami hanya bisa menikmatinya dalam sekejap karena saluran irigasi itu dijamin akan cepat roboh. Padahal saluran irigasi itu sangat dibutuhkan petani , apalagi sudah menghabiskan uang ratusan juta seharusnya bisa tahan lama,“ keluhnya saat ditemui dilokasi pembangunan yang tengah dihentikan pengerjaanya.

Lebih lanjut kata Kusmadi, dengan nilai proyek mencapai Rp.270 juta seharusnya kualitas pembangunan saluran irigasi ini bisa lebih bagus, selain itu pengawasan yang dilakukan oleh tim dari PSDAPE bisa bekerja lebih aksimal lagi mengingat anggaran yang sudah dikeluarkan sudah sangat besar karena jangan sampai pengerjaan tersebut mubadzir baru beberapa bulan sudah ambruk lagi.

Kepala PSDAPE Majalengka, Agus Tamim melalui kabid Pengelolaan dan Pengendalian Irigasi (PPI), Wawan Sarwanto, membenarkan untuk pengerjaan proyek saluran irigasi di desa Gunung Kuning sempat dihentikan, itu disebabkan adanya kendala teknis dari pelaksana kegiatan.

Namun kata Wawan, apabila kualitas pengerjaan seperti penggunaan bahan material asal-asalan ataupun tinggi bangun irigasi tidak sesuai spesifikasi tentunya pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa penambahan volume panjang dari kontrak kerjasama sebelumnya. Wawan juga menambahkan untuk pemasangan papan proyek sebenarnya sebelumnya sudah dipasang, namun berdasarkan laporan dari petugas pengawas dilapangan papan dicopot oleh pelaksana dan segera akan dipasang kembali.

“Intinya kita akan tindak lanjuti laporan dari masyarakat ini, karena kami melakukan pengawasan yang sangat ketat, dan jika memang ditemukan kualitas bahan bangunanya sangat rendah tidak menutup kemungkinan akan dibongkar jika memang diperlukan,” tandasnya saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini. (S.04)

1,350 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pengerjaan-proyek-saluran-irigasi-asal-asalan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *