Pengusaha Bandung “Tertembak” Pistol Anak Bupati , Polisi Lakukan Olah TKP

Majalengka,(Sinarmedia).-

Peristiwa keributan yang berujung letusan senjata api milik anak Bupati Majalengka H.Karna Sobahi ,Irfan Nur Alam masih simpang siur.Pihak pelapor Panji Pamungkasandi seorang pengusaha dari Bandung mengaku diserang sekelompok orang hingga ia mengalami luka tembak di bagian lenganya,sementara dari pihak Irfan mengklaim bahwa pihaknya yang mendapat serangan yang mengakibatkan terjadinya keributan.

Untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut Polres Majalengka melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin oleh Wakapolres Kompol Hidayatullah Selasa (12/11).

Menurut Wakapolres insiden itu terjadi di ruko Hanna Sakura pinggir jalan raya Cigasong-Jatiwangi. Peristiwa yang melibatkan pejabat di lingkungan Pemkab Majalengka yang juga anak Bupati Karna itu sudah ramai di media sosial sejak tadi malam.

Wakapolres Majalengka, Kompol Hidayatullah membenarkan adanya peristiwa ‎penembakan tersebut. Saat ini pihaknya masih mendalami insiden tersebut.

“TKP di sebuah Ruko. Kejadiannya Minggu malam (10/11) sekira pukul 23.30 WIB,” ujarnya, saat konfrensi pers mendadak di Mako Polres, Selasa siang (12/11).

Wakapolres menambahkan pelaku menggunakan jenis pistol kaliber 9 mm menggunakan ‎peluru karet. Saat ini korban penembakan, saudara Panji yang juga melaporkan peristiwa ini mengalami luka di bagian telapak tangan sebelah kiri.

“Saudara Panji saat ini terluka dibagian tangan sebelah kiri. Saat ini kita masih mendalami kasus insiden penembakan,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran langsung di TKP pada jam 08.00 WIB, Ruko tersebut masih belum banyak pegawai. satu satpam ditanya tidak mengetahui adanya peristiwa insiden tembakan. Namun, sebagian warga yang tinggal di dekat komplek Ruko membenarkan adanya suara tembakan.

“Memang ada suara tembakan, tapi saya kurang tau persis ada kejadian apa.” ujar sejumlah warga.

Untuk menghindari kesimpang siuran informasi pihak keluarga Irfan Nur Alam akhirnya angkat bicara untuk menjelaskan kronoligis kejadian tersebut .

Menurut Arif Chaidir yang mewakili Irfan dalam jumpa pers yang digelar di salah satu rumah makan di Majalengka menjelaskan, peristwa itu diawali dengan kedatangan rombongan Panji bersama 20 orang ke rumah Irfan di Komplek Cijati .Ketika itu Irfan tidak ada ditempat tapi masih dalam perjalanan pulang dari Bandung.

Oleh Irfan Panji Cs diminta untuk bertemu di komplek ruko Hana Sakura yang berada di wilayah Cigasong.

“Awalnya ada rombongan dari pihak Panji yang datang ke rumah Irfan. Saya di sini atas perintahnya, Irfan juga teman saya. Supaya berimbang dan ada versi dari terduga,” ujarnya, mengawali konfrensi pers di salah satu rumah makan, Selasa (12/11) siang menjelang sore.

Arif menambahkan setelah itu, rombongan Panji memang berlanjut ke tempat yang ditunjuk yakni Ruko Hanna Sakura . Sesampai di sana, memang ada adu mulut hingga berujung perseteruan dan pertengkaran. Saat itu Minggu malam (10/11) sekitar pukul 23.00 WIB, Irfan memang hadir dan saat itu ia langsung mengacungkan pistol yang masih berijin.

“Irfan waktu itu melerai dengan meletuskan ke arah langit. Saat itu, saudara Panji hendak merebut pistol dan terjadi perebutan. Memang ada yang tertembak, yakni saudara Panji,” ungkapnya.

Menurut Arif bukan hanya Panji , dari pihak Irfan juga ada yang mengalami luka tembak di bagian tangan ‎akibat perebutan senjata api.

Sementara itu Bupati Majalengka H,Karna Sobahi ketika di konfirmasi Sinarmedia menyatakan berita yang beredar di media saat ini baru sepihak dari pelapor .Saat ini tim penasehat hukum Irfan sedang mengumpulkan informasi yang obyektif tentang prolog kejadian yang sebenarnya dari awal serta faktor terjadinya peristiwa tersebut supaya masyarakat memahami bagaimana kejadian yang sebenarnya.

“ Sebagai keluarga saya akan menghormati dan mengikuti proses hukum,”Ujar Karna.(S.03/Tim)

1,388 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − 12 =