Pengusaha “Molor” Akan Disanksi

Majalengka,(Sinarmedia).-
Pengusaha yang molor dalam melaksanakan pekerjaan proyek yang ada di Dinas Pengelolaan dan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi (PSDAPE) Kabupaten Majalengka akan dikenai sanksi. Sanksi yang diberikan bisa teguran, denda bahkan bisa sampai penundaan pembayaran sesuai dengan aturan yang berlaku.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pengendalian Irigasi Wawan Sarwanto, peringatan terhadap pengusaha tentang adanya sanksi apabila lalai dalam melaksanakan pekerjaan ini sangat penting karena waktu pelaksanaan dalam proyek melalui anggaran perubahan tahun 2015 ini waktunya sangat pendek.
Disebutkan Wawan, pada anggaran perubahan ini ada 104 paket proyek yang tengah dilaksanakan diantaranya 66 paket penunjukan langsung dan 38 paket dilelang. Berdasarkan pemantauannya saat ini pelaksanaan proyek-proyek tersebut sudah mencapai lebih dari 80  persen.
“Waktu yang kita miliki sangat mepet sementara jumlah paket pekerjaan mencapai 109 paket, dimana 66 paket merupakan penunjukan langsung dan 38 paket lainnya dilaksanakan melalui proses lelang oleh ULP,” kata Wawan saat ditemui Sinarmedia.
Wawan menambahkan, sebagai bentuk antisipasi keterlambatan pengerjaan proyek oleh pemenang lelang mengingat waktunya yang sangat singkat belum lagi terganggu faktor cuaca pihaknya telah  meminta pelaksana untuk meningkatkan jumlah pekerja dan jam kerjanya.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan pengawasan dengan melibatkan 20 petugas pengawas yang terdiri dari dinas dan 9 UPTD setiap pengawas membawahi 5 paket dengan harapan mereka bisa lebih fokus dalam menjalankan tugasnya.
“Kami menerjunkan 12 pengawas dari UPTD, 4 orang lainnya dari dinas. Sengaja kami lebih banyak melibatkan petugas dari UPTD agar lebih dekat ke lokasi pengerjaan sehingga pengawasan bisa lebih optimal dan hasilnya segera dilaporkan ke pimpinan, jika terjadi penyimpangan pengerjaan yang tidak sesuai  bisa segera ditindak, “ paparnya.
Lebih lanjut kata Wawan, pihaknya juga tidak akan segan menegur pengusaha yang pengerjannya molor dari waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.
“Kami targetkan semua pekerjaan rampung sebelum 26 Desember, bagi pengusaha yang pekerjaannya belum selesai sesuai kontrak kami tidak akan segan untuk mengeluarkan surat teguran kepada pengusaha tersebut,“ tandasnya.
Untuk itu tambah Wawan,  kini  ia gencar  melakukan monitoring langsung ke lokasi proyek-proyek yang tengah dilaksanakan dan melakukan teguran langsung apabila menemukan pekerjaan yang tidak sesuai dan diperintahkan untuk langsung diperbaiki.
“Dalam sehari kami bisa melakukan monitoring ke 5 lokasi proyek dimulai sejak pagi hingga sore hari, hingga saat ini sudah lebih dari 40 lokasi yang sudah kita datangi, “ bebernya.
Selain itu, pihaknya kata Wawan juga menolak menandatangani sejumlah dokumen kontrak apabila pekerjaannya dinilai kurang maksimal dan belum dilakukan perbaikan. Dari 35 dokumen kontrak yang masuk baru 10 dokumen yang ditandatanganinya, sisanya minta dilakukan perbaikan bahkan diantaranya ada yang harus dibongkar dan dikerjakan ulang.(S.04).

796 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pengusaha-molor-akan-disanksi-2/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *