Polres Targetkan Ungkap 2 Kasus Korupsi Per Tahun

Majalengka,(Sinarmedia).-
Kepolisian resort (Polres) Majalengka menargetkan ungkap dua perkara tindak pidana korupsi (tipikor), diantaranya kasus yang menyeret mantan kepala desa dan pensiunan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan kini berkas kedua kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Majalengka, AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, S.IK. kepada Sinarmedia belum lama ini. Menurutnya, tahun ini Polres telah berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana korupsi, dan untuk 2016 mendatang pihaknya sudah mempersiapkan untuk mengungkap kasus korupsi lainnya.
“Kasus korupsi yang diungkap kemarin ini merupakan hasil Kapolres sebelumnya, dan tahun depan juga kita masih menargetkan ungkap dua kasus korupsi lainnya,“ kata Yudhi saat ditemui Sinarmedia di ruang kerjanya.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, M. Basyar Rifa’i, SH melalui kasi Intel, Noordien Kusumanegara, SH.MH membenarkan adanya pelimpahan dua perkara kasus korupsi dari Polres Majalengka.
“Kini dua kasus korupsi tersebut sudah masuk proses persidangan di pengadilan Tipikor Jawa Barat dan sudah memasuki agenda tuntutan,” kata Noerdin.
Menurut Noerdin, dua kasus yang dilimpahkan yakni terkait dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dengan terdakwa berinisial DL mantan kades Cikidang Kec. Bantarujeg, atas tuduhan melipat sebagian dana ADD, berdasarkan hasil pemeriksaan BPKP dari total Rp. 122.790.000 sebesar Rp. 74.131.000 tidak bisa dipertanggung jawabkan pelaporan penggunaannya.
Satu kasus lainnya adalah kasus korupsi dana perumahan guru di Kecamatan Jatiwangi yang dilakukan oleh ES mantan pegawai Dinas Pendidikan Kota Bandung, mantan ketua PGRI Kecamatan Jatiwangi US dan MN mantan Kepala di SD Jatiwangi dengan nilai kerugian negara ditaksir mencapai Rp. 874.000.000, dari total dana yang harusnya disalurkan sebesar Rp. 2.593.000.000.-
Dugaan korupsi yang dilakukan ketiga tersangka tersebut berawal dari adanya pengajuan proposal permohonan bantuan perumahan bagi 370 orang anggota koperasi guru di Jatiwangi pada tahun 2008 yang dilakukan oleh Pengurus Koperasi Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Jatiwangi. Proposal tersebut diajukan atas bantuan ES yang kebetulan juga berasal dari Desa Ciborelang, Kec. Jatiwangi serta difasilitasi AH staf honorer di Kementrian Perumahan kenalannya US. AH telah lebih dulu divonis atas kasus yang sama dan kini sedang menjalani hukuman di LP Kebon Waru.
Berdasarkan proposal yang diajukan mereka, pihak Kementrian Perumahan Rakyat memberikan bantuan dana sebesar Rp. 2.593.000.000, yg dikirim melalui rekening koperasi untuk selanjutnya dibagikan kepada seluruh anggota koperasi, besaran penerima disesuaikan dengan pangkat dan golongan masing-masing serta besar gaji yang diterima guru.
Untuk pegawai dengan gaji antara Rp. 900.000 hingga Rp. 1.700.000 besar bantuan Rp. 2.200.000, gaji diatas Rp. 1.700.000 hingga Rp. 2.500.000 bantuan yang diterima harusnya sebesar Rp. 7.000.000 serta diatas Rp. 2.500.000 dengan pangkat dan golongan III dan IV besar bantuan mencapai Rp. 9.000.000.
Namun ternyata besar bantuan yang diterima setiap guru nilainya sama hanya Rp 5.000.000 terkecuali untuk golongan 1 tetap Rp 2.200.000 sehingga total bantuan yang disalurkan kepada guru hanya sebesar Rp 1.752.000.000. Sisanya sebesar Rp 400.000.000 dinikmati ES, uang sebesar Rp 100.000.000 diserahkan kepada AH dan Rp 199.300.000 digunakan US dan MN, sebesar Rp 151.700.000 masih tersimpan di Koperasi yang kini menjadi barang bukti.(S.04)

725 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/polres-targetkan-ungkap-2-kasus-korupsi-per-tahun/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *