Polres Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Jotang

Majalengka,(sinarmedia).-

Masih ingatkah dengan bencana alam pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Cigintung Desa Cimuncang Kecamatan Malausma. Musibah bencana yang terjadi 4 tahun silam itu telah memporak porandakan pemukiman warga Dusun Cigintung dan mengakibatkan 600 kepala keluarga (KK) harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggalnya.

Pemerintah Provinsi pada saat itu menggelontorkan bantuan sebesar Rp9 milyar untuk pembangunan pemukiman baru masyarakat Dusun Cigintung, namun sayangnya realisasi anggaran bantuan milyaran yang telah dikucurkan oleh pemerintah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yakni mecari kesempatan dalam kesempitan dengan menyelewengkan anggaran.

Dari anggaran Rp9 milyar untuk bantuan pembangunan pemukiman baru di Blok Jotang Desa Jagamulya beserta infrastrukturnya, ternyata berdasarkan hasil audit sekitar Rp500 juta penggunaannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Polres Majalengka telah menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada kasus tersebut.

Kapolres Majalengka, AKBP Mada Roostanto, melalui kasat Reskrim AKP Rina Perwitasari didampingi kanit Tipikor Ipda Jojo Sutarjo, membenarkan sudah ditetapkannya dua tersangka YG dan JJ dalam kasus tersebut sejak bulan Januari lalu.

“Keduanya diduga kuat telah melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sehingga mengakibatkan negara mengalami kerugian sekisar Rp495,5 juta yang dilakukan oleh ketua pokmas yakni YG dan bendaharanya yaitu JJ,” katanya.

Diakuinya kasus tersebut sudah ditanganinya sejak lama dan baru menetapkan tersangkanya bulan kemarin setelah keluarnya hasil nilai kerugian yang diaudit tim ahli.

“Lamanya proses penanganan kasus tersebut disebabkan menunggu dulu hasil audit kerugian negara yang ditimbulkan oleh pelaku, “ paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggaran untuk pembangunan rumah warga tersebut sebesar Rp 9 miliaran, setiap kepala keluarga masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp 15.000.000. Pemerintah juga masih akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastuktur senilai Rp 2,5 milyar. Dimana anggaran sebesar itu  digunakan untuk pembangunan jalan dan sarana umum lainnya.

Proses pencairannya pun dilaksanakan secara bertahap mulai dari pematangan lahan dengan anggaran sekitar Rp300 juta diilanjutkan dengan pembangunan rumah sebanyak 250 unit dengan pagu anggaran mencapai Rp3,6 milyar, tahap ke tiga 200 unit rumah dengan anggaran Rp2,7 milyar dan terakhir 150 unit rumah.(S.04)

262 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/polres-tetapkan-dua-tersangka-dalam-kasus-jotang/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *