Praktek Rekayasa Lelang Diduga Masih Terjadi

Majalengka,(Sinarmedia).-

Walaupun pada tahun 2016 ini pemerintah kabupaten Majalengka melakukan lelang serentak untuk proyek-proyek yang ada di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (PSDAPE) namun praktek rekayasa dalam pelelangan yang dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Majalengka diduga masih terjadi.

Namun demikian menurut sejumlah pengusaha jasa konstruksi, tingkat rekayasa dalam proses pelelangan oleh ULP saat ini cenderung relatif menurun dibanding sebelumnya. Dalam beberapa paket lelang ULP masih bersikap profesional dan tetap memenenangkan perusahaan yang memang memenuhi syarat dan layak untuk dimenangkan, bahkan untuk beberapa paket pekerjaan terpaksa dilelang ulang karena tidak ada yang memenuhi persyaratan.

Kepala ULP Majalengka, H.Nana kepala membantah dengan tegas terkait tudingan adanya rekayasa dalam pelelangan. Menurutnya selama ini pihak ULP sudah bekerja sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan  dan tidak ada pemenang yang ditentukan sejak awal.

“Ya kalau sudah ada pemenangnya sejak awal tidak harus dilakukan lelang dan untuk apa adanya ULP,“ katanya.

Menurut H. Nana, pihaknya memang baru pertama kali tahun ini mengadakan lelang secara serentak dengan nilai anggaran mencapai Rp.370,5 milyar lebih sebagian besar dari PSDAPE dengan kegiatan mencapai 410 paket, BMCK 201 paket, BPBD  5 paket dan sisanya dari RSUD.

Diakuinya dari 600 paket lebih yang dilelangkan secara serentak ada 67 paket atau sekitar 10 %  yang dilelangkan ulang disebabkan perusahaan yang ikut lelang gugur pada saat tahap evaluasi dan administrasi serta tahap penyerahan dokumen penawaran.

Menurut Nana, dilaksanakanya lelang serentak sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur dan penyerapan anggaran yang baik,program tersebut dicanangkan oleh pemerintah pusat.

“Kami berharap proses lelang serentak ini bisa berjalan lancar dan sesuai harapan, kami minta dukungan dari semuanya,“ tandasnya saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Nana menambahkan, sejumlah kegiatan sudah selesai dilelangkan untuk pengumumannya bisa dilihat secara online dan sebagian lainnya masih dalam proses, berdasarkan ketentuan baru yang tercantum dalam peraturan presiden (Perpres) nomor 4 tahun 2015 proses lelang tetap bisa dilanjutkan sekalipun hanya ada satu penawaran sehingga tidak perlu dilakukan lelang ulang.

“Betul, ada sejumlah kegiatan yang kami lelangkan hanya ada satu penawaran dari salah satu perserta lelang, proses lelang tetap berlanjut sesuai ketentuan yang tercantum dalam perpres No.4 tahun 2015 yang membolehkan hal tersebut, “ paparnya.

Mengingat sebagian besar yang dilelangkannya merupakan kegiatan fisik untuk mengimbangi tugasnya yang semakin berat ULP menambah dua anggota kelompok kerjanya  (pokja) fisik dari yang sebelumnya berjumlah 3 pokja menjadi 5 pokja serta 2 pokja lainnya sebagai konsultan dan pengadaan barang.(S.04).

440 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/praktek-rekayasa-lelang-diduga-masih-terjadi/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *