Prof. Dr. Ir. H.Sutarman, M.Sc., Rektor UNMA Baru

Majalengka,(Sinarmedia).-
Teka-teki siapa rektor Universitas Majalengka (UNMA)  yang  selama dua bulan terakhir menjadi pertanyaan banyak pihak pasca pengunduran diri  Dr.H. Wahyudin Nawawi, MM  akhirnya terjawab sudah. Prof.DR.Ir.H.Sutarman M.Sc., akhirnya dipilih untuk memimpin Universitas di Majalengka ini  untuk masa bakti empat tahun kedepan.
Prof. Dr. Ir. H.Sutarman, M.Sc., yang merupakan dosen tetap di Universitas ternama di Bandung yakni Universitas Pasundan (UNPAS) itu  resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Majalengka (UNMA) Periode 2014–2018. Pelantikan langsung dilakukan oleh Ketua badan pengurus Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM), Prof. Dr. H. A. Yunus , Drs., SH., MBA., M.Si., yang bertempat di auditorium UNMA Jum’at (28/11) lalu.
Seperti diketahui, jabatan Rektor UNMA dalam beberapa bulan terakhir mengalami kekosongan dikarenakan H.Wahyudin Nawawi mengundurkan diri dari jabatanya akibat menderita sakit.Untuk sementara jabatan  rektor UNMA dijabat oleh Dr.H.Moh.Rahmat, S.H., M.H. Terpilihnya Prof. Sutarman memang diluar prediksi banyak orang namun sebenarnya ia bukan orang baru di UNMA karena selama ini dia tercatat sebagai dosen luar biasa di universitas ini.
Ketua badan pengurus YPPM Prof. H.A. Yunus  mengatakan, dilantiknya Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc.,  menandai berakhirnya kekosongan jabatan Rektor secara definitif yang sebelumnya ditinggalkan Dr. Wahyudin Nawawi yang saat ini masih terbaring sakit.
Menurut Prof.H.A.Yunus semenjak Dr. Wahyudin Nawawi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rektor, kepemimpinan UNMA dipegang sementara oleh pejabat Rektor yakni Dr. H. Moh. Rahmat yang juga wakil rektor I bidang akademik. Rekrutmen nominasi calon Rektor terus berproses hingga dua bulan dengan hasil memunculkan dua calon yakni Prof. H.A. Yunus dan Dr. H. Moh Rahmat.
“Hasil keputusan rapat senat yang dilakukan saat itu memunculkan dua calon yaitu saya sendiri dan Moh.Rachmat dengan rasa tulus saya tidak bersedia untuk dicalonkan kembali sebagai Rektor  dengan pertimbangan regenerasi kepemimpinan, disaat UNMA tengah berkembang pesat,saat itu pula harus dipimpin oleh pemimpin muda yang mempunyai pikiran maju dan visioner,” paparnya.
Sebagai gantinya muncul nama H. Sutarman, hingga kandidat rektor tetap dua nama. Namun berdasarkan hasil rapat yayasan akhirnya secara aklamasi menetapkan H.Sutarman sebagai Rektor UNMA priode 2014-2018. Pengangakatan H. Sutarman sebagai Rektor baru dilakukan setelah keluarnya rekomendasi dari ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Pasundan Bandung.
Lebih lanjut  Yunus menegaskan, saat ini UNMA menjadi salah satu universitas yang diperhitungkan di Jawa Barat, ditengah menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi. Dalam menghadapinya,pimpinan perguruan tinggi dituntut untuk mengambangkan gagasan cemerlang untuk memajukan UNMA.
“Saya percaya kepada Rektor baru dengan berbagai pengalamanya dalam masa sisa waktu tiga tahun kedepan mampu melakukan langkah inovatif yang produktif untuk menghasilkan output yang lebih baik dan hal ini bisa terwujud manakala Rektor beserta jajaranya mempunyai rasa memiliki serta tanggung jawab yang tinggi terhadap UNMA,” tandasnya.(S.06).

4,034 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/prof-dr-ir-h-sutarman-m-sc-rektor-unma-baru/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *