Proyek Fisik Tahun 2016 Banyak Yang Molor

Majalengka,(Sinarmedia).-

Pelaksanaan sejumlah pembangunan proyek fisik tahun 2016 banyak molor atau  tidak bisa diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak. Seperti pembangunan jembatan dan proyek pelebaran jalan Cigasong-Jatiwangi. Namun lebih ironis lagi adalah pembangunan penataan halaman pendopo dan tugu alun-alun Majalengka yang juga molor.

Seharusnya proyek yang berada dekat dengan kantor Bupati memberikan contoh yang baik dalam pelaksanannya bukan malah menjadi contoh yang buruk. Keterlambatan pembangunan pelebaran jalan Cigasong-Jatiwangi bisa dipahami karena terhambat oleh keterlambatan proses pembebasan lahan hingga pengusaha tidak bisa melakukan aktifitas.

Berdasarkan pantauan Sinarmedia pengerjaan proyek baru sekitar 80 persen saja, bahkan sejumlah pekerja terlihat di lokasi tengah mengebut pekerjaan proyek yang diprediksi rampung sekitar 2-3 mingguan lagi. “Kalau menurut saya proyek ini akan rampung bisa 2-3 mingguan lagi, mengingat pengerjaan pemasangan batu alam ini agak sedikit sulit tidak seperti pemasangan paving blok atau pengaspalan,” kata salah seorang pekerja yang namanya minta dirahasiakan.

Pembangunan halaman pendopo ini  menggunakan batu alam ini menghabiskan anggaran mencapai Rp1 milyar lebih dengan pemenang tendernya adalah CV. Bima. Selain mangkrak proyek tersebut mendapat sorotan dari berbagai kalangan, mengingat proyek tersebut dinilai kurang perencaan hingga terkesan dipaksakan.

“Proyek halaman pendopo itu  gak perlu karena  urgensinya tidak terlalu mendesak, masih banyak yang lebih penting untuk dibangun,” ungkap Ucu (53) warga Majalengka kepada Sinarmedia.

Menurut Ucu, jika dilihat dari kebutuhan pembangunan halaman pendopo ini dengan anggaran Rp1 milyar ini sangatlah tidak tepat dan mubadzir, sebab saat ini masih banyak kondisi jalan desa yang rusak dan sudah bertahun-tahun tidak dibiarkan tanpa upaya perbaikan dari pemerintah kabupaten Majalengka.

“Yang saya tahu ketika membaca di media masa, masih banyak jalan desa yang kondisinya rusak parah seperti di desa Balida-Karangayar-Panongan sudah 10 tahun rusak tapi sampai saat ini pemerintah belum memperbaikinya. Padahal kalau anggaran tersebut untuk perbaikan jalan ketiga desa tersebut akan dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat,” paparnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Bagian Sarana Setda Majalengka, Abdul Ajid mengatakan bahwa pembangunan halaman pendopo ini menjadi tanggung jawabnya. Menurutnya, halaman pendopo yang dulunya aspal  diganti dengan batu andesit dengan ukuran tebal, hal ini bertujuan agar lebih efesien karena batu andesit ini tidak akan dilakukan pemeliharaan, sedangkan untuk aspal beberapa tahun kemudian harus ditambal agar terlihat baru.

“Tujuan dari pembangunan halaman pendopo ini salah satunya adalah untuk mempercantik dan kondisi teras pendopo sudah semakin pendek karena tergerus permukaan halaman yang tinggi akibat terus ditambah aspal. Selain itu untuk lebih efesiensi anggaran, pasalnya dengan menggunakan batu andesit dipastikan tidak ada biaya pemeliharaan kedepannya,” katanya.

Lebih lanjut kata pria yang akrab disapa Abah ini enggan berkomentar mengenai proyek mangkrak tersebut. “Terkait waktu pengerjaan nanti sajalah,” pungkasnya. (S.02).

261 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/proyek-fisik-tahun-2016-banyak-yang-molor/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *