Proyek Senderan Senilai 1,4 M Baru Tiga Bulan Rusak

Majalengka,(Sinarmedia).-
Proyek pembangunan saluran irigasi dan senderan yang menelan biaya hingga mencapai Rp.1,4 milyar yang berlokasi di Blok Asem 1 Desa Balagedog Kecamatan Sindangwangi baru tiga bulan sudah rusak lagi. Amblasnya senderan tersebut diduga pengerjaannya tidak maksimal hingga tidak kuat menahan derasnya air hujan.
Wawan Sarwanto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan jasa konstruksi pada kegiatan tersebut ketika dikonfirmasi Sinarmedia, memaparkan, diduga kuat penyebab amblasnya bahu jalan yang baru rampung diperbaiki sekisar 3 bulan yang lalu itu dikarenakan kondisi tanah urugan dengan volume 6 ribu kubik dan kedalaman 9 meter masih basah. Hal itu  diperparah oleh derasnya air hujan sehingga saluran irigasi yang dibangun ditengah tanah urugan tidak kuat menahan tekanan tanah basah.
Jalan sepanjang 62 meter dengan bronjong lebar 18 meter dan 8 meter pada awal rencana pembangunannya, saluran irigasi akan dibangun di luar tanah urugan namun tidak dizinkan oleh pemerintah desa setempat dengan alasan tanah bengkoknya sudah banyak terpakai tanah urugan sehingga akhirnya saluran irigasi dibangun diatas tanah urugan.
“Kondisi jalan masih bagus hanya ada retakan sedikit yang amblas disekitar tanah urugan atau bahu jalan dengan kelebaran 10 meter lebih,“ papar mantan kabid rehabilitasi dan rekontruksi BPBD yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pengelolaan dan Pengendalian Irigasi PSDAPE.
Untuk kontruksi sudah sesuai spesifikasi kontrak awal dengan masa pemeliharaan hingga bulan April 2016 dan saat ini tengah dilakukan perbaikan oleh pihak pelaksana yang dikerjakan oleh CV. Jaya Makmur Sentosa.
“Saat ini tengah dilakukan perbaikan dengan tahap pondasi menggunakan krucuk bambu dan dibangun tembok pemisahan tanah (TPT) urugan dan tanah asli menggunakan bronjong untuk saluran irigasi dialihkan ke tanah bengkok menjauh dari tanah urugan.
Setelah melalui proses yang cukup panjang dengan memakan waktu selama 4 tahun melalui BPBD akhirnya pemerintah provinsi mengucurkan dana untuk dilaksanakannya perbaikan. Kejadian saat ini kemungkinan besar disebabkan kondisi tanah urugan masih basah mengingat waktu penyelesaian mendekati musim penghujan dengan intensitas tinggi sehingga terjadi longsor,“ jelasnya.(S.04)

741 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/proyek-senderan-senilai-14-m-baru-tiga-bulan-rusak/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *