PT. Glory Diduga Main Mata Dengan BPPTPM

Sumberjaya,(Sinarmedia).-

Sikap ngotot dan keras kepala yang ditunjukan PT. Tri Golden Wisesa yang kini berubah nama menjadi PT. Glory dalam membangun pabrik yang terletak di desa Paningkiran Kecamatan Sumberjaya mengundang pertanyaan sejumlah warga. Pasalnya sudah jelas bahwa pabrik tersebut dinyatakan belum mengantongi ijin namun pabrik yang bergerak dibidang garmen ini terus melakukan pembangunan yang kini proses pembangunanya hampir 100 persen.

Menurut salah seorang warga Paningkiran, Dede (40), apabila dari awal kita mengikuti proses pembangunan PT. Glory ini memang ada yang aneh dan ganjil, pasalnya disatu sisi pemerintah telah menginstruksikan untuk menghentikan proses pembangunan sebelum dikeluarkanya ijin, namun pada kenyataanya pihak PT Glory tetap terus membangun seolah tidak mendengarkan seolah melawan pemerintah.

“Kok bisa yah, padahal kan pemerintah sudah menginstruksikan pembangunan tersebut untuk dihentikan bahkan dahulu juga sempat di pasang  garis pengamanan  oleh Satpol PP. Namun faktanya pihak pabrik tetap membangun seolah melawan kebijakan dari pemerintah, dan sekarang bangunanya sudah jadi,” katanya.

Selain itu, kata Dede, proses pembebasan lahan pabrik pun masih meninggalkan berbagai persoalan salah satunya adanya sengketa status tanah yang kini persoalanya sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Seharusnya apabila pihak perusahaan taat dan patuh hukum, setidaknya agar menahan dulu segala proses pembangunanya sebelum semua persoalan baik ijin maupun persoalan hukum yang menyangkut sengketa tanah ini dinyatakan selesai.

“Apabila memperhatikan sikap PT. Glory yang “keukeuh” dan ngotot dalam membangun pabrik, memang mengundang pertanyaan besar bagi kami masyarakat,” katanya.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia menyebutkan, sebenarnya pihak pemerintah dan PT. Glory sedang bermain sandiwara, karena sebenarnya pihak PT. Glory sudah menjalin kesepakatan. Bahkan salah seorang sumber menyebutkan pihak perusahaan sudah bertemu dan menjalin kesepakatan dengan pihak pemerintah dalam hal ini BPPTPM dan Bupati.

“Logikanya mana mungkin perusahaan berani menentang kebijakan pemerintah,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Majalengka, H. Maman Faturohman melalui Kabid Perijinan Agus Suratman membantah bahwa pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan pihak perusahaan, namun ia tidak menampik bahwa sudah melakukan pertemuan dengan mereka beberapa kali dikantornya membicarakan proses pengajuan ijin atas usaha mereka.

“Tolong ini mesti diluruskan kami memang pernah ketemu dengan pihak PT Glory dan itupun terkait pengajuan ijin usaha mereka bukan untuk menjalin kesepakatan. Dan perintah kami sudah jelas bahwa pihak perusahaan harus melengkapi semua persyaratan terlebih dahulu termasuk sengketa tanah yang kini masih ditangani oleh pihak kepolisian,” katanya.

Menurut Agus, keputusan dari BPPTPM dari dulu sudah jelas dan tegas yakni meminta kepada pihak PT. Glory agar membereskan semua adminstrasi sebelum mengajukan ijin perusahaanya. Terlebih kasus sengketa tanah yang sekarang masih dalam penanganan pihak kepolisian, minimalnya proses hukum tersebut harus selesai terlebih dahulu. “Jangan sampai nantinya ijin diberikan sementara kasus sengketa tanahnya masih belum selesai dipihak kepolisian, untuk itu salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh PT. Glory adalah adanya jaminan keputusan hukum dari pihak kepolisian bahwa sebelum ijin keluar sudah tidak ada masalah hukum lagi,”ungkapnya.(S.02).

1,713 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pt-glory-diduga-main-mata-dengan-bpptpm/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *