Pungutan Uang di SMA/SMK Tunggu Restu Bupati

Majalengka,(Sinarmedia).-
Sejumlah orang tua siswa SMAN 2 Majalengka mengeluhkan besaran iuran pembangunan sekolah bagi peserta didik baru, dimana setiap orang tua diwajibkan membayar uang iuran sebesar Rp. 2.250.000 pertahun.
H. Idi Purnama“Kami para orang tua dibebankan membayar iuran pembangunan sebesar Rp. 2.250.000, kami sebenarnya ingin menolak iuaran tersebut karena jumlahnya sangat b

H. Idi Purnama

esar. Namun mau gimana lagi karena apabila menolak kami takut anak-anak kami nanti dicoret oleh pihak sekolah,” ungkap salah seorang orang tua yang datang kekantor redaksi dan namanya minta dirahasiakan.
Kepala SMAN 2 Majalengka H. Wawan Ridwan ketika dikomfirmasi oleh Sinarmedia membenarkan, Pihaknya pada tahun ajaran 2015/2016 menarik uang iuran kepada peserta didik baru sebesar Rp. 2.250.000 per siswa.
“Penarikan uang iuran  sebesar itu merupakan hasil musyawarah mufakat antara semua orang tua siswa didik baru dengan komite sekolah,” kata Ridwan sambil memperlihatkan berita acara hasil musyawarah orang tua siswa dengan komite sekolah yang sudah ditandatangani semua orang tua siswa.
Menurut Ridwan, pelaksanan pungutan kepada peserta didik baru itu bukan sekolah yang melaksanakanya ,melainkan komite sekolah yang menyodorkan anggaran kepada sekolah. Dengan dalih uang hasil pungutan tersebut dari orang tua siswa untuk biaya pembangunan ruangan kelas sekolah dan biaya banguan lainya.
“Apabila ingin tahu rincian penggunaan uang tersebut yang mana rincian itu untuk 13 poin, silahkan  Sinarmedia  menghubungi ketua komite,”ujar Wawan.
Sementara itu ditemui terpisah Ketua komite SMAN 2 Majalengka, H. Idi Purnama membenarkan bahwa pihak komite telah menggelar rapat dengan para orang tua siswa terkait penyampaian biaya sekolah dalam rangka peningkatan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) anak didik. Dan dari hasil kesepakatan bersama akhirnya disetujui bahwa uang iuran pendidikan sebesar Rp. 2.250.000 / pertahun, jumlah tersebut jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada penurunan .
Idi mengatakan, uang iuran sekolah tersebut, nantinya diperuntukan guna pembangunan ruang kelas baru, pembangunan ruang perpustakaan, pembelian komputer, pembangunan pos penjagaan, taman dan lain-lain yang jumlahnya ada 13 item.
“Iuran tersebut bukan semata digunakan untuk komite, melainkan untuk pembangunan serta pembelian alat guna peningkatan mutu pendidikan. Selain itu pula sudah melalui hasil musyawarah dan kesepakatan dengan para orang tua dan pihak sekolah,” tegasnya.
Pria yang juga mantan  Asda II itu menambahkan, selain itu uang iuran tersebut juga nantinya diperuntukan guna membayar kegiatan ekstra eulikuler (Eskul) yang jumlahnya mencapai 29 kegiatan. Uang iuran diserahkan langsung kepada bendahara komite, dan agar pembayarannya tidak memberatkan para orang tua pihak komite menberikan kesempatan agar pembayaran dicicil menjadi tiga termin.
“Dari hasil musyawarah dengan para orang tua, umumnya semuanya menyetujuinya. Bahkan tidak sedikit yang justru membayar secara lunas,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut kepala dinas Pendidikan H.Toto Sumianto menjelaskan, tidak aturan yang melarang  sekolah tingkat SMA/SMK untuk memungut iuran.Menurutnya yang tidak boleh memungut biaya itu adalah sekolah tingkat SD dan SMP karena merupakan wajar dikdas 9 tahun.
Namun demikian kata Toto pungutan uang tersebut selain harus melalui musyawarah dengan orang tua siswa juga tidak berlebihan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.Menyangkut pungutan yang sudah dilakukan oleh SMAN 2 Majalengka  sudah dikonsultasikan kepada Bupati Majalengka. Pihak sekolah masih memungkinkan untuk meminta partisipasi orangtua murid karena dana yang disediakan pemerintah melalui dana BOS belum mencukupi.
Dalam pertemuan itu Bupati meminta  rincian rencana penggunaan dana yang diminta dari orang tua murid untuk dikaji terlebih dahulu. Hingga saat ini pihak sekolah masih menunggu restu Bupati terkait pungutan biaya sekolah tersebut.(S.05/Red).

552 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/pungutan-uang-di-smasmk-tunggu-restu-bupati/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *