Ratusan Hektar Tanah Bengkok Akan Hilang Terkena Proyek Bandara

Kertajati,(Sinarmedia),-
Ratusan hektar tanah bengkok yang terdapat di beberapa desa diperkirakan akan hilang karena terkena pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati. Tanah bengkok yang diprediksi hilang itu adalah tanah bengkok yang ada di  Desa Bantarjati, Desa Kertajati, Desa Kertasari dan Desa Sukamulya.
Bahkan sekitar 81 hektar tanah bengkok yang ada di tiga desa yakni Bantarjati, Kertasari dan Kertajati sudah dipastikan hilang karena sudah termasuk lahan yang dilakukan pengukuran terkena proyek Bandara. Namun demikian hingga kini Pemerintah Kabupaten Majalengka belum menyiapkan tanah pengganti tanah bengkok yang hilang itu dengan alasan  masih dalam tahap pengajuan ke tingkat propinsi untuk dibayar ganti ruginya.
Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Majalengka Gatot Sulaeman, AP ketika dikonfirmasi oleh Sinarmedia di kantornya membenarkan bahwa tanah bengkok di tiga desa yakni Desa Bantarjati, Desa Kertasari, dan Desa Kertajati yang terkena gusuran untuk lahan pembanguan BIJB sampai saat ini belum mendapat ganti rugi dari pemerintah.
Pihaknya tambah Gatot  sudah mengajukan kepada pemerintahan Propinsi Jawa Barat untuk pengajuan proses ganti rugi tanah bengkok yang ada di  tiga desa itu, karena setiap aset daerah yang dibebaskan  oleh pihak pemerintah  harus ada tanah penggantinya.
Lebih lanjut  Gatot menyebutkan, pihaknya sampai sekarang baru menerima pengajuan untuk ganti rugi tanah bengkok dari dua desa yakni Desa Kertasari dan Desa Kertajati yang kini masih dalam proses. Ia mengaku tidak tahu berapa nilai total keseluruhan ganti rugi untuk tanah bengkok itu dan dimana  dibelikan tanah pengantinya karena sampai saat ini belum mengajukan tanah pengganti.
Ketika ditanya berapa nilai tanah penganti tanah bengkok yang akan dibayar oleh pihak pemerintah, Gatot mengaku belum  tahu dan takut salah memberikan penjelasan. “Maaf kami belum bisa memberikan penjelasan berapa nilai yang akan diberikan karena masalah ini masih dalam pembahasan dengan sejumlah pihak”.
Diakuinya, luas tanah bengkok yang terkena pembebasan pembangunan bandara  untuk sementara mencapai 81 hektar yang ada di tiga desa masing-masing Desa Kertasari seluas 26,6 Hektar, Desa Bantarjati 5,6 Hektar, dan desa Kertajati 49,5 Hektar .
Sementara tanah bengkok yang ada di Desa Sukamulya belum dihitung karena hingga kini, warga desa tersebut masih menolak tanahnya dibebaskan karena hingga kini warga belum pernah satu kalipun diajak bermusyawarah. Sempat nyaris terjadi bentrokan dengan aparat saat sejumlah petugas ukur yang didampingi aparat hendak melakukan pengukuran tanah warga Desa Sukamulya beberapa waktu lalu.
Sementara di bagian lain mengomentari pendapatnya bahwa tanah bengkok apabila dibebaskan harus ada tanah penggantinya, ketika ditanya tanah pengganti eks bengkok Desa Sindangkasih yang dijadikan perumahan PNS hingga kini belum jelas tanah penggantinya, Gatot enggan menanggapinya. Mantan Camat Ligung ini memilih untuk tidak berkomentar. “Maaf masalah itu saya belum bisa berkomentar,” ujarnya.(09)

535 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/ratusan-hektar-tanah-bengkok-akan-hilang-terkena-proyek-bandara/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *