Rumah Hantu Bandara Kesalahan Pemerintah Provinsi

Kertajati,(Sinarmedia).-
Keberadaan rumah-rumah hantu yang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya nampaknya menjadi ajang bisnis baru baru sebagian warga di sekitar lokasi pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati. Keberadaan rumah hantu tersebut adalah salah satu bentuk rekayasa masyarakat agar mempoleh ganti rugi yang lebih besar karena rumah hantu tersebut dibuat asal jadi dan tidak untuk ditempati.
Keberadaan rumah hantu tersebut sebenarnya gampang dikenali, selain tanpa berpenghuni rumah tersebut dibangun asal jadi dengan material seadanya.  Bahkan apabila kita masuk ke dalamnya sama sekali tidak ada lantai. Yang ada adalah rerumputan, pohon pisang atau bahkan tunggul kayu. Namun anehnya walaupun tahu itu rumah hantu, pemerintah tetap memberikan ganti rugi hingga warga tidak kapok membangun rumah hantu.
Keberadaan rumah hantu tersebut tentu saja merugikan keuangan negara karena menyebabkan pemerintah mengeluarkan dana untuk hal yang direkayasa. Sangat disayangkan pemerintah tidak tegas dalam masalah rumah hantu tersebut, ataukah memang ada rekayasa? Inilah yang harus diusut oleh para penegak hukum.
Camat Kertajati, Aminudin menilai keberadaan rumah hantu di seputar lokasi pembebasan lahan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) bukan serta merta kesalahan dari masyarakat, justru itu terjadi karena kesalahan pemerintah provinsi Jawa Barat yang lambat dalam proses pembebasan lahan .
Memang fenomena rumah hantu di Kecamatan Kertajati marak terjadi, semenjak pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan mulai melakukan pembebasan lahan. Masyarakat ramai-ramai  mendirikan rumah hantu. Keberadaan rumah hantu tersebut bukan berarti rumah yang banyak hantunya melainkan rumah yang sengaja dibangun warga dengan tujuan meningkatkan harga jual ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah nantinya.
Kebanyakan rumah hantu dibangun semi permanen dan terkesan asal-asalan, namun setelah dibangun rumah tersebut dibiarkan tanpa ditempati pemiliknya. Berdasarkan hasil investigasi keberadaan rumah hantu tersebut banyak dijumpai di desa Sukakerta dan desa Sukamulya.
“Sebenarnya banyaknya fenomena rumah hantu di sekitar areal pembangunan bandara bukan kesalahan masyarakat, melainkan kesalahan dari pemerintah provinsi Jawa Barat yang dianggap telat melakukan pembayaran kepada masyarakat,” kata Aminudin saat ditemui diruang kerjanya.
Aminudin menjelaskan, dengan keterlambatan pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah provinsi tersebut pada akhirnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan nilai ganti rugi tanah yang mereka yang akan jual atau dibebaskan oleh pemerintah provinsi.
“Berbeda dengan pembebasan jalan tol yang anggaran dari pusat dan jumlahnya pun besar, sehingga dalam proses pembebasan lahan sekaligus. Namun pembebasan lahan BIJB ini karena anggarannya dari pemerintah provinsi dan jumlahnya pun terbatas sehingga pembebasan dilakukan bertahap dalam jangka waktu lama,” paparnya.
Tanah yang semula hanya hamparan tanah sawah warga menyulapnya dengan membangun rumah hantu tersebut, selain membuat rumah hantu untuk meningkatkan nilai harga jual warga juga menanam pohon disekitar lahan yang akan dibebaskan.
“Sebenarnya pihaknya sudah mencoba memperingatkan kepada masyarakat akan keberadaan rumah hantu kepada masyarakat, namun kita tidak bisa menekan masyarakat karena pendirian rumah hantu dan penanaman pohon merupakan hak masyarakat yang mempunyai tanah,” paparnya.
Lebih lanjut kata Aminudin, saat ini lahan bandara yang belum dibebaskan hanya di desa Sukamulya, dan rencananya berdasarkan informasi dari biro aset Pemprov Jabar akan dilakukan pada tahun ini. Menurutnya khusus pembebasan lahan BIJB kini sudah bukan lagi tanggung jawab Dinas Perhubungan Jabar, karena sudah diambil alih oleh biro aset Pemprov Jabar.
“Proses pembayaran lahan BIJB ada peralihan dari dinas perhubungan ke biro aset, dengan peralihan tersebut sehingga berdampak pada proses pembebasan lahan di desa Sukamulya yang dijadwalkan awal tahun ini akhirnya mundur,” pungkasnya.(S.02).

849 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/rumah-hantu-bandara-kesalahan-pemerintah-provinsi/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *