Rumah Jumed Nyaris Roboh Tak Tersentuh Program Rutilahu

Cigasong,(Sinarmedia).-
Jumad (70) dan istrinya Lasmi (65) warga blok Mekarjaya RT.20 RW.07 Desa Tajur Kecamatan Cigasong hanya bisa pasrah tak mampu berbuat apa-apa walaupun rumah biliknya nyaris roboh karena tak mampu untuk memperbaikinya. Jangankan untuk memperbaiki rumah untuk makan sehari-haripun mereka mengandalkan belas kasihan dari para tetangganya.
Rumah Jumad harusnya menjadi salah satu sasaran dari program bantuan Rutilahu (rumah tidak layak huni) yang  sudah digembar-gemborkan pemerintah. Namun nyatanya rumah Jumad yang masih berlantai tanah itu luput dari program pemerintah. Ironisnya justru rumah-rumah yang kondisinya lebih baik dari Jumad malah memperoleh bantuan.
Kondisi rumah rumah Jumad  memang sudah sangat memprihatinkan, rumah yang dindingnya terbuat dari bilik bambu itu sudah rapuh serta atapnya juga sudah pada bocor hingga setiap kali hujan ia dan istrinya tidak bisa tidur karena dalam rumahnya pasti basah terkena air hujan.
“Yah terpaksa saya tinggal disini karena apabila harus pindah kami tdak tahu tinggal dimana, lagi pula ini adalah satu-satunya harta yang kami miliki,” keluhnya.
Terkadang dirinya merasa tidak enak dengan para tetangga, pasalnya rumah berdekatan dan menempel dengan rumah tetangga sehingga apabila musim hujan mengganggu mereka. Sebetulnya, Jumad ingin memperbaiki rumahnya tersebut, namun kondisi ekonominya yang hanya mengandalkan sebagai buruh tani tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya.
“Bagaimana lagi pinginya sih rumahnya direhab tapi tidak punya uangnya, sementara saya tidak tahu  cara bagaimana agar dapat mendapatkan bantuan untuk Rutilahu. Bahkan aparat dari pemerintah desa pun belum pernah ada kerumah untuk mendata rumah saya,” paparnya.
Padahal setiap tahun anggaran yang dikucurkan pemerintah sangat besar, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Majalengka sejak tahun 2009 hingga 2014 pembangunan rutilahu tercatat sudah 3.156 buah rumah. Namun faktanya masih banyak masyarakat miskin yang belum merasakan bantuan tersebut, diduga dalam realisasi bantuan Rutilahu  tidak tepat sasaran.
Sementara menurut pemerhati sosial, Endin Saepudin mengatakan,masalah yang dialami Jumad adalah satu dari sekian ratus mungkin ribu masyarakat Majalengka yang sampai saat ini belum bisa merasakan bantuan Rutilahu yang setiap tahun digelontorkan oleh pemerintah. Seharusnya pihak pemerintah dapat proaktif dan lebih selektif dari memberikan bantuan Rutilahu ini agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkanya.
“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, dimana pemerintah seharusnya lebih proaktif dengan turun kedaerah untuk mendata langsung berapa jumlah rumah tidak layak huni ini jangan sampai menunggu laporan atau usulan dari pemerintah desa saja,” katanya.
Menurutnya Endin, tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap masyarakat dan ini adalah tugas pemerintah untuk memfasilitasinya, ’’Kalau rumah kumuh tentu akan berdampak pada kesehatan. Jika demikian persoalan akan semakin rumit. Oleh sebab itu, persoalan ini harus segera di tuntaskan oleh pemkab Majalengka,” tambahnya.
Sementara itu ditemui terpisah Kepala Dinas BMCK Kabupaten Majalengka, Dedi Rahmadi, melalui Kabid Rumkim Kusman ketika dikonfirmasi mengatakan, program bantuan Rutilahu yang digulirkan oleh pihak pemerintah baik bantuan dari pemerintah kabupaten dan dari Kementrian Permukimanan dari tahun 2009 sampai 2014 cukup signifikan.
Berdasarkan data yang ada di dinas BMCK untuk tahun 2009 sampai 2013 tercatat sudah mencapai 3156 rumah, ketika ditanya bagaimana cara mendapatkan program rutilahu untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan, Kusman menjelaskan, untuk masyarakat yang akan mendapatkan bantuan Rutilahu harus berdasarkan usulan dari pihak pemerintah Desa.
“Walapun rumah tersebut layak sekali untuk mendapatkannya bantuan Rutilahu, namum apabila tidak ada usulan dari pihak desa pihaknya tidak bisa memberikan bantuan. Jadi intinya kalau ada rumah yang tidak layak huni tersebut seharusnya pemerintah desa secepatnya mengajukan ke bidang kami, atau ke BPMDPKB atau ke Dinas Sosial,” kata Kusman.(S.05).

626 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/rumah-jumed-nyaris-roboh-tak-tersentuh-program-rutilahu/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *