“Saya Sudah Buat Pernyataan, Gaji Tetap Saja Dipotong”

Majalengka,(Sinarmedia),-
Anjing menggongong kafilah tetap berlalu, itulah mungkin peribahasa yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi terhadap para PNS Majalengka saat ini.Walaupun sudah secara jelas dan tegas menolak membayar zakat profesi diperkuat dengan surat pernyataan diatas materai tetap saja gajinya dipotong.Lebih memprihatinkan lagi , sejumlah PNS terpaksa harus nombok membayar zakat profesi karena gajinya sudah minus dipotong oleh berbagai utang baik ke bank Jabar , koperasi dan pihak lainnya.Namun apa daya mereka hanya bisa menggerutu tak berdaya.Seperti diakui oleh beberapa orang karyawan dinas kesehatan misalnya,mereka sudah membuat pernyataan namun gajinya tetap dipotong. Masih dipotongnya gaji mereka dikarenakan surat pernyataan penolakan membayar zakat profesi itu oleh bendaharawan  dinas tidak diserahkan ke Pemkab Majalengka dengan alasan takut karena menyangkut  kebijakan pimpinanya.“Setiap bulan menjelang tanggal muda saya bingung , karena harus mencari uang buat nombokin membayar zakat profesi karena gaji saya sudah  minus ,” ujar seorang PNS.Namun ada lagi  lagi kebijakan lain yang diterapkan kepada karyawan di beberapa Puskesmas ,pembayaran zakat profesi dibayarkan dari  danan  jasa pelayanan ( jaspel).Para karyawan Puskesmas tersebut harus rela apabila dana jaspel cair maka akan dipotong untuk kepentingan  zakat profesi.Hal yang sama juga menimpa sejumlah pegawai dinas pendidikan , sejumlah guru kecewa karena walaupun sudah membuat pernyataan berkeberatan gajinya dipotong untuk membayar zakat,namun tetap saja gajinya dipotong .Walaupun dalam sosialisasi dikatakan tidak dipaksakan namun dalam prakteknya zakat profesi ini tetap diwajibkan.“ Jadi pemerintah kabuapten Majalengka ini  aneh dan tidak jelas, disatu sisi diberikan kebebasan untuk menolak  zakat profesi dengan syarat membuat pernyataan , namun disisi lain tetap mewajibkan untuk membayarnya,” ujar seorang  guru.Menurut salah seorang guru SMPN di Majalengka, ia menolak membayar zakat profesi dan sudah membuat surat pernyataan diatas materai namun ternyata gajinya tetap dipotong. Ia sempat melakukan  protes kepada kepala sekolahnya dan mengancam akan memperkarakanya ke ranah hukum karena melakukan tindakan memotong gaji sebagai haknya tanpa ijin dan itu sudah bisa dikatagorikan tindakan pidana.“ Saya tunggu apakah gaji saya  bulan nanti dipotong  gak, kalau masih dipotong maka saya akan adukan kepada penegak hukum “, ancamnya.Mestinya, kata guru tersebut kalau memang zakat profesi itu diwajibkan , PNS tidak perlu diberikan pilihan untuk menolak dengan membuat pernyataan diatas materai yang akhirnya surat pernyataan itu tidak berguna dan dibuang ke tempat sampah.Dengan adanya pemaksaan itu ia  menjadi bertanya ada apa dan mengapa sepertinya pemkab ngotot dan terkesan memaksa para PNS untuk membayar zakat profesi.Sementara itu wakil Bupati Majalengka H.Karna Sobahi yang akhir-akhir ini getol melakukan sosialisasi terntang zakat profesi dalam pernyataanya di salah satu surat kabar harian  meminta Baznas kabupaten Majalengka yang ditunjuk sebagai lembaga yang mengelola dan menyalurkan zakat , infak dan sodaqoh  berbenah diri dan bersikap transparan  untuk  menumbuhkan kepercayaan masyarakat.Wabup juga bepesan agar Baznas menjawab kepercayaan masyarakat itu dengan merancang  model  kinerja dalam pengelolaan  untuk direaliasikan dalam program-program penyaluran yang sesuai dengan asnaf mustahik penerimanya. Pernyataan wabup tersebut mengindikasikan sebenarnya Baznas Majalengka belum siap dan belum mempunyai  pola yang jelas untuk menyalurkan dana yang dihimpun dari masyarakat yang salah satu sumbernya berasal dari zakat profesi.(red)

554 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/saya-sudah-buat-pernyataan-gaji-tetap-saja-dipotong/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *