Seiring Perkembangan Kota Narkoba Ancam Warga Majalengka

Sindangwangi,(Sinarmedia).-
Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) akan menjadi ancaman serius bagi kota Majalengka  di masa mendatang seiring dengan perkembangan kota Majalengka yang semakin maju dengan adanya pembangunan bandara dan banyaknya industri yang tumbuh di kota angin ini.
Kemajuan kota seringkali membawa dampak negatif dengan meningkatnya angka kriminalitas termasuk peredaran narkoba. Untuk itu diperlukan persiapan guna menyongsong hal tersebut agar pertumbuhan kota itu tidak dibarengi dengan merebaknya peredaran narkoba diantaranya dengan tumbuhnya kesadaran dan pemahaman  tentang bahayanya narkoba di kalangan  generasi muda.
Hal tersebut mendapat perhatian serius dari kejaksaan negeri Majalengka hingga turut melakukan upaya dini pencegahan narkoba dengan memberikan penerangan hukum (Penkum) tentang bahaya narkoba dan ancaman hukumannya kepada para pelajar yang ada di Kabupaten Majalengka. Sudah 10 SMA/SMK yang disambangi oleh Kejaksaan untuk diberikan Penkum dalam upaya mencegah peredaran narkoba dan psikotropika.
Kepala Kejari Majalengka, Iwa Suwia Pribawa, SH melalui kasi intel Noordien Kusumanegara mengatakan, melihat perkembangan pembangunan Kabupaten Majalengka  yang semakin pesat dengan hadirnya BIJB Kertajati, jalan tol dan pembangunan berbagai industri, secara tidak langsung akan berdampak negatif pada tingginya angka kriminalitas maupun peredaran narkoba yang bakal mengancam masyarakat Majalengka.
“Berdirinya bandara internasional menjadi pintu gerbang keluar masuknya orang asing beserta budayanya ke Majalengka begitu pula dengan ancaman peredaran narkoba semakin terbuka, untuk itu perlu dilakukan pemahaman sejak dini khususnya pada kawula muda yang kejiwaannya masih labil dan mudah terpengaruh,“ ujar Noordien.
Menurut Noerdin, salah satu upaya untuk menghindari narkoba yaitu mendekatkan diri pada agama dan menyibukan diri dengan berkreatifitas, baik olahraga, seni maupun kegiatan ekstrakulikuler sekolah lainnya dengan begitu ancaman bahaya narkoba bisa dihindari.
Selain pemaparan materi yang disampaikan secara interaktif melalui puisi,sastra dan kegiatan lainnya, siswa-siswi SMA disuguhi tontonan para korban narkoba yang tengah sakaw, overdosis hingga kematiannya serta perubahan perilaku selama mengkomsumsi narkoba yang mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya tanpa melihat norma  sosial.
“Sesuai yang amanat dalam UU No.35 tahun 2009 setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak delapan miliar rupiah,“ tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN Sindangwangi, Ade Prayogi mengatakan, pihaknya mengapresiasi  digelarnya penkum bahaya narkoba oleh Kejari Majalengka, karena para pelajar sebagai generasi penerus bangsa ini harus mendapatkan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba itu sendiri.
“Diharapkan siswa-siswi SMAN Sindangwangi dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadarannya tentang bahaya dan dampak buruk dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba sehingga bisa menjauhi,” paparnya. (S.04)

780 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/seiring-perkembangan-kota-narkoba-ancam-warga-majalengka/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *