Sembilan Asosiasi Jakon Sepakat “Perang” di Tahun 2016

Majalengka,(Sinarmedia).-
Menyikapi perkembangan carut-marutnya dunia jasa konstruksi di Majalengka akhir-akhir ini, sembilan asosiasi Jasa konstruksi (Jakon) seperti Gapensi, Gapeksindo, Garansi, Gapensinas, Aspekindo, Aspeknas, Aksi, Gapkin, Gapsindo dan KADIN menyatakan sepakat melakukan “perang” penawaran di tahun 2016.
Hal itu dilakukan untuk  memperbaiki kondisi dunia usaha jasa konstruksi yang dinilainya saat ini sudah tidak kondusif lagi. Asosiasi jasa konstruksi berharap pada tahun 2016 mendatang  pelelangan proyek dilakukan dengan tender murni secara profesional.
Dunia jasa konstuksi saat ini dinilai carut-marut karena sudah terjadi persaingan yang tidak sehat diantara pengusaha jasa konstruksi. Ketidak beresan masalah dunia Jakon itu akibat adanya intervensi dari beberapa pihak tertentu dan keterlibatan beberapa pejabat dan anggota DPRD yang turut bermain proyek.
Di salah satu dinas bahkan salah seorang pejabat setingkat kepala bidang disebut-sebut menguasai puluhan paket proyek dengan cara meminjam “bendera” (CV). Kondisi ini banyak dikeluhkan oleh para pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Majalengka Karena mereka tidak kebagian proyek sementara seorang Pejabat justru mendapat jatah proyek yang cukup banyak.
Selain itu berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia, ada pula proyek-proyek yang dikerjakan oleh dinas sendiri dengan alasan jatah dinas seperti yang terjadi di dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (PSDAPE). Nilai proyek yang diduga merupakan jatah itu nilainya mencapai Rp. 2,4 Milyar sebanyak 15 paket yang semuanya merupakan proyek penunjukan langsung (Juksung).
Kepala dinas PSDAPE Agus Tamim ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui telepon selulernya tidak mau menjawab. Bahkan ketika hal itu disampaikan melalui Kabid Pengelolaan dan Pengendalian Irigasi Wawan Sarwanto menurut dia  mantan Kadis BMCK itu hanya diam saja.
Ketua Gapensi Kabupaten Majalengka Enjoy Rizky GDL membenarkan adanya pertemuan antara 9 asosiasi Jakon plus Kadin membahas masalah dunia jasa konstruksi di Majalengka belum lama ini. Menurutnya ia sangat memahami kegundahan banyak pengusaha jasa konstruksi saat ini dan ia sangat mendukung para pengusaha Jakon pada tahun 2016 untuk mengikuti tender secara profesional.
Diakui Enjoy, selama ini ia mensinyalir masih adanya tender bohong-bohongan yang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Majalengka walaupun dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Ia berharap panitia pengaan barang dan jasa melakukan tugasnya secara profesional kalau tidak  maka akan berhadapan dengan hukum.(Red).

1,063 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/sembilan-asosiasi-jakon-sepakat-perang-di-tahun-2016/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *