Sering Akibatkan Kecelakaan Median Jalan KH Abdul Halim Tidak Sesuai Standar

Majalengka,(Sinarmedia),-
Jalan KH. Abdul Halim Majalengka banyak yang  menjuluki sebagai jalan maut, julukan tersebut bukan tanpa sebab, karena  jalan utama kota Majalengka itu sering kali menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Diprediksi dalam setahun sudah ratusan kali terjadi kecelakaan lalu lintas akibat menabrak median jalan.
Fakta sering terjadinya kecelakaan lalu lintas masih bisa dibuktikan dengan banyaknya median jalan terutama ujung-ujung median jalan yang dijadikan tempat belok kini kondisinya hancur ditabrak kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Sejumlah pengguna jalan, banyak yang mengeluhkan kondisi jalan KH. Abdul Halim yang rawan kecelakaan. Penyebab utama kecelakaan kebanyakan adalah menabrak median jalan yang terbentang dari Munjul hingga Cigasong. Para pengendara mengaku sering tidak bisa mengendalikan kendaraannya karena jalan yang sempit akibat adanya median jalan.
Sejak awal pelebaran jalan KH. Abdul Halim dengan dana APBD Ptopinsi Jawa barat itu menuai kritik karena dibangunnya median jalan. Pembangunan median jalan yang  cenderung memaksakan itu berdasarkan informasi bukan keinginan pemerintah propinsi tapi keinginan Pemkab Majalengka. Menurut informasi dari PU Bina Marga Propinsi Jawa Barat, idealnya kalau ingin dibuat median jalan maka minimal lebar jalan harus 14 meter sedangkan sekarang yang ada hanya 12 meter.
Menurut warga, perlu ada solusi yang dilakukan oleh pemerintah agar jalan kebanggaan warga Majalengka itu tidak lagi dijuluki sebagai  jalan maut. Pihak Dishubkominfo dan Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) diharapkan segera mengambil langkah agar korban kecelakaan tidak terus berjatuhan.
“Keberadaan median atau pemisah jalan KH Abdul Halim perlu disikapi serius oleh intansi terkait seperti Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) karena pemasangan median jalan tidak sesuai keamanan berlalu lintas, sehingga mengakibatkan banyak kendaraan yang menabrak median jalan tersebut,” ungkap Wendi warga kelurahan Majalengka Kulon kepada Sinarmedia.
Berdasarkan pantauan Sinarmedia  di lapangan dari 24 titik bukaan median jalan yang ada di Jalan KH. Abdul Halim mulai dari bunderan bunderan Cigasong-Munjul terdapat 14 titik kerusakan, seperti terlihat di depan SMPN 4 Majalengka, perempatan pasar balong, perempatan Tiongbi, depan Dinas Pendidikan (Disdik), depan alun-alun Majalengka, perempatan dekat kantor Pegadaian, perempatan Mambo, depan rumah dinas wakil Bupati (Wabup), perempatan lampu merah Abok, depan seketariat KNPI, depan seketariat Gibas, pertigaan dr. Subki, pertigaan Tonjong, dan depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
Selain median jalan di jalan KH Abdul Halim para pengendara juga mengeluhkan masih banyaknya tiang listrik yang berdiri tepat dipinggir jalan bahkan berada di bahu jalan seperti yang terlihat di depan gedung Graha Sindangkasih. Di pinggir jalan itu tampak  masih berjejer tiang listrik sehingga kerap terjadi kecelakaan. Hal tersebut dibenarkan para petugas kepolisian khususnya unit Laka Lantas Polres Majalengka.
Sementara itu  Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Rezhky  menyatakan, laka lantas yang terjadi di jalan KH. Abdul Halim tersebut diakibatkan karena masih rendahnya tertib lalu lintas para pengguna jalan dan dan terjadinya human error, selain itu diakuinya memang kondisi jalan seperti lebar jalan dan median jalan masih dibawah standar keamanan berlalu lintas.
“Hal tersebut terjadi diakibatkan human error dan belum bisa tertib berlalu lintas dan ada masalah sedikit jalan tersebut masih dibawah standar,” tegasnya. (S.07).

494 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/sering-akibatkan-kecelakaan-median-jalan-kh-abdul-halim-tidak-sesuai-standar/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *