Sertifikat Adipura Dibalik Tumpukan Sampah

Dawuan,(Sinarmedia).-

Pemerintahan Kabupaten Majalengka pada bulan Juli tahun 2016 lalu berhasil meraih penghargaan sebagai kota yang bersih dan berhak meraih sertifikat adipura sebagai kabupaten yang berhasil menciptakan lingkungan bersih, indah dan asri dari Menteri Lingkungan Hidup DR. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.

Sepertinya penghargaan yang berhasil diraih Pemkab Majalengka ini berbanding terbalik dengan kondisi yang ada, dimana masih banyak sampah-sampah menumpuk hampir disetiap pedesaan karena tidak tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai atau yang bisa menampung sampah-sampah yang dibuang masyarakat.

Secara kasat mata kita masih sering melihat tumpukan sampah berserakan dimana-mana di sekitar pasar Kadipaten. Tumpukan sampah yang sering menimbulkan bau tak sedap itu menutupi lahan parkir yang juga dijadikan tempat berjualan oleh para pedagang emprakan.

Tumpukan sampah juga terlihat di jalan desa yang menghubungkan Gandu-Balida Kecamatan Dawuan, sampah-sampah dibiarkan menumpuk dipinggir jalan sehingga mengimbulkan bau tak sedap. Hal yang sama juga terlihat di Desa Parungjaya Kecamatan Leuwimunding atau tepatnya tidak jauh dari kantor Polsek Leuwimunding sampah menumpuk dipinggir jalan raya tanpa ada penanganan serius dari pemerintah untuk membersihkan.

Menurut salah seorang warga Desa Balida, Dadang (45) mengatakan, permasalahan tumpukan sampah yang ada di desanya sampai saat ini belum bisa terselesaikan, karena sejauh ini sampah masih berserakan dan menumpuk dipinggir jalan sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

“Tentu saja kami sebagai warga yang biasa melintas di jalan desa Gandu-Balida ini sangat terganggu, karena selain tidak enak dipandang, tumpukan sampah ini menimbulkan bau tidak sedap dan tidak sehat,” katanya.

Dadang menambahkan, untuk itu ia meminta kepada  Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Majalengka untuk segera turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan penumpukan sampah yang ada di desa Balida, karena apabila terus biarkan selain menganggu dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai penyakit.

“Saya berharap masalah sampah segera di selesaikan dan pihak pemerintah juga harus memberikan solusinya tentang sampah itu,” pintanya.

Hal senada di sampaikan Ade (39), warga Desa Parungjaya Kecamatan Leuwimunding, menurutnya keberadaan sampah yang menumpuk dipinggir jalan di daerahnya tentu sangat menganggu pengendara yang melintas karena sudah menimbulkan bau tidak sedap. Menurut Ade selain menimbulkan bau tak sedap, keberadaan sampah yang menumpuk ini kerap mengundang hewan liar seperti anjing berada di lokasi untuk mencari sisa makanan sehingga membahayakan pengendara yang melintas.

Sementra itu kepala BPLH Majalengka, Adang Haedar melalui Kabid Kebersihan dan Persampahan, Ucup Supriandi, mengatakan masalah sampah adalah permasalahan sulit untuk diatasi, hal itu dikarenakan perilaku masyarakat yang masih banyak membuang sampah di sembarang tempat.

Padahal kata Ucup, selama ini piihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap warga tentang sampah, bahkan sudah melakukan opsih pembersihan sampah di jalan-jalan oleh  semua karyawan BPLH suatu bukti contoh terhadap warga, serta opsih itu melibatkkan warga masyarakat sendiri karena masalah sampah bukan tanggung jawab BPLH saja melainkan tanggung jawab bersama.

“Selain itu pihak BPLH juga sudah memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dengan cara membikin papan pengumuman di setiap pinggir jalan yang rawan warga membuang sampah sembarangan,” paparnya (S.02/S.05).

499 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/sertifikat-adipura-dibalik-tumpukan-sampah/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *