Setelah Tarif Rumah Sakit, Giliran Pajak PJU juga Akan Dinaikkan

Majalengka,(Sinarmedia).-
Pemerintah Kabupaten Majalengka nampaknya tengah gencar-gencarnya menggenjot pendapatan, setelah ada upaya “paksa” kepada PNS untuk membayar zakat profesi, kini Pemkab berencana untuk menaikan tarif pelayanan rumah sakit  dan tarif pajak  Penerangan Jalan Umum (PJU). Padahal masyarakat saat ini tengah dibayang- bayangi kecemasan terhadap rencana pemerintah pusat menaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang tentunya akan berdampak pada kenaikan sejumlah barang kebutuhan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka berencana menaikkan tarif pajak Penerangan Jalan Umum (PJU). Beberapa kalangan masyarakat meminta agar Pemkab menunda kenaikan tarif pajak PJU karena selain situasinya tidak tepat juga belum perlu dinaikan karena kuantitas PJU saat ini masih kurang.
Saat ini  keberadaan PJU hanya tampak semarak di kawasan jalur utama jalan K.H. Abdul Halim dan sekitarnya saja. Sementara di wilayah pinggiran kota atau di pedesaan jumlah  PJU masih tampak  minim padahal warga desa juga membayar pajak PJU.
“Saya minta bupati bijaksana untuk tidak menaikan tarif pajak PJU sekarang karena beberapa bulan kemarin TDL baru saja naik, ditambah lagi rencana kenaikan BBM, yang pasti akan diiringi kenaikan harga kebutuhan lainnya  hingga beban rakyat semakin berat,” pinta Wendi salah sorang warga Majalengka.
Salah seorang pemerhati kebijakan publik  Dede Aryana berpendapat, semestinya Pemerintah Kabupaten Majalengka melakukan kajian lebih dalam sebelum  memutuskan untuk menaikan tarif karena hal ini bisa menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat. Pemerintah harus melihat kondisi riil masyarakat saat ini apakah tengah dalam kondisi ekominya stabil atau tidak.
Dede sangat  menyayangkan, saat ini Pemkab Majalengka seolah tidak memperhatikan kondisi masyarakat Majalengka ketika akan membuat kebijakan. Menurutnya jangan hanya demi mengejar pendapatan daerah yang besar tapi malah membebani masyarakat dengan naiknya pajak.
Ditambahkan Dede, sangat wajar rakyat menyatakan keberatan dan pemerintah harus bisa memahami karena memang kondisi masyarakat  kita masih banyak yang kurang mampu. Selain itu keberadaan PJU yang masih belum merata hanya tertumpu di wilayah perkotaan juga harus menjadi bahan pertimbangan.
Dede meminta Pemkab transparan  terkait pengelolaan pajak PJU tersebut berapa besar pendapatannya  berapa yang harus dibayarkan ke PLN dan berapa untuk opersional pemeliharaannya hingga rakyat  bisa memahami kalaupun pajak PJU nantinya harus dinaikan.(S.06/red)

381 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://sinarmedia-news.com/setelah-tarif-rumah-sakit-giliran-pajak-pju-juga-akan-dinaikkan/
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *